Category Archives: politik

QUOTE OF THE DAY : REVOLUTION

Standar

Ketika Sang Guru mendengar bahwa hutan cedar sebelah telah terbakar, ia mengerahkan seluruh muridnya.

“Kita harus menanam kembali pohon-pohon cedar,” katanya.

“Pohon cedar?” teriak murid tidak percaya.

“Tapi pohon-pohon itu membutuhkan waktu 2.000 tahun untuk tumbuh besar!”

“Oleh sebab itulah,” kata Sang Guru,

“tak boleh ada satu menit pun terbuang. Kita harus segera mulai.”

**********

Yang dikeluhkan Sang Guru terhadap kebanyakan aktivis social adalah ini: yang mereka perjuangkan adalah pembaruan, bukan revolusi.

Katanya, “Suatu ketika ada seorang raja yang sangat bijaksana dan baik hati. Pada suatu ketika ia tahu bahwa ada sejumlah orang yang tak bersalah ternyata dikurung di dalam penjara negaranya. Maka, ia memerintahkan supaya dibangun sebuah penjara lain yang lebih nyaman untuk orang-orang yang tak bersalah itu.”

**********

Berbasa-basi Sejenak – Anthony De Mello, SJ

Iklan

TRI JANA UPAYA

Standar

Oleh : Ki Atma Sasratama Jati


Tri Jana Upaya adalah tiga macam cara bagi seorang pemimpin untuk menghubungkan atau mendekatkan diri dengan masyarakat yang dipimpinnya. Ada dua cara hidup hewan, yang satu menyendiri seperti tokek, gangsir, dan yang lain berkelompok seperti lebah dan sebagainya. Cara hidup demikian sesuai dengan hukum alam, karenanya tidak dapat diubah. Lebah jika dipisahkan pasti mati. Sebaliknya gangsir, jika dikelompokkan pasti mati.


Sebab dalam kelompok, gangsir selalu berkelahi. Maka bila diubah cara hidupnya, hewan tersebut tidak dapat melangsungkan hidup pribadinya dan jenisnya. Manusia termasuk jenis yang cara hidupnya berkelompok, jadi serupa dengan jenis lebah.

Read the rest of this entry

TRIWIKRAMA, TIGA LANGKAH DEWA WISNU DALAM REVOLUSI INDONESIA

Standar

CAKRABASKARA

PENGANTAR


Seringkali bila berbicara tentang revolusi, khususnya di negeri tercinta ini saya katakan layaknya berbicara tentang menghancurkan gunung batu dengan modal sebuah sekop. 😎

Pernyataan saya bukanlah pernyataan sikap pesimisme namun sebuah refleksi kondisi riil yang dihadapi bangsa ini.

Bangsa yang telah terjajah jiwanya dengan sedemikian parah si segala lini dan segi kehidupan.

Lalu kemudian bila revolusi adalah sebuah keniscayaan, yang menjadi pertanyaan penting adalah apa yang semestinya kita lakukan?

Pemikiran yang saya tuangkan disini sudah pernah saya utarakan dalam beberapa posting sebelumnya, saya rangkum dan coba membuat konklusi praktis.

Tentu saja sangat bersifat subjektif namun harapan saya sih semoga bisa memberi sumbangan bagi jalannya perjuangan menuju kejayaan bangsa ini. Kejayaan yang dicita-citakan para pendahulu bangsa, para pendiri Negara, yang diamanatkan pula dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Read the rest of this entry

MAKNA 17-8-1945, WEJANGAN BUNG KARNO

Standar

Bung Karno pernah berkata : “Kutitipkan Negara ini kepadamu, namanya titipan pasti suatu saat akan diminta kembali, namun betapa sangat menyedihkannya bila titipan amanah itu ternyata tak mampu kita kelola denagn baik malahan kita telah merusaknya. Lihat saja Timor Timur yang terlepas dari pelukan Ibu Pertiwi, korupsi yang telah menjadi bagian dari budaya, mental ‘tukang nggaduhke’ yang tidak mau repot mengelola kekayaan Negara ini tapi malah memberikannya pada pihak asing untuk mengelola, maraknya aksi terorime berkedok agama & makin jauhnya kita dari nilai-nilai Pancasila *siapa yang masih hapal Pancasila..anak-anak?*
Kita gagal dalam mengemban amanah, titipan ini yang harus kita jaga & kelola malah kita hancurkan. Read the rest of this entry

TRISULAWEDHA

Standar

Suradira Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti

Sugeng Warsa Enggal 1 Sura 1942 Selasa Pahing Tahun Je Windhu Kuntara

Di blog Budaya Jawa dan Penyejuk Hati punya Kangmas Hidayat, saya mendapat pertanyaan dari Kangmas Ratnakumara mengenai hakikat Trisulawedha. Bagi para sedherek yang baru kali ini mendengar, Trisulawedha diyakini sebagai senjata pamungkas Pemimpin Besar Indonesia yang akan membawa bangsa ini kepada kejayaannya. Berikut kutipan Jangka Jayabaya pupuh ke 164 yang menjelaskannya :

Putra kinasih swargi kang jumeneng ing gunung Lawu. Hiya yayi Bethara Mukti, hiya Krisna, hiya Herumukti. Mumpuni sakabehing laku. Nugel tanah Jawa kapingpindho. Ngerahake jin setan, kumara prewangan, para lelembut ke bawah perintah saeko proyo, kinen ambantu manungso Jawa padha asesanti TrisulaWeda. Landhepe triniji suci. Bener, jejeg, jujur. Kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong.

Read the rest of this entry

WELAS TANPA ALIS

Standar

Di kampungku telah terpilih ketua RT baru, seorang muda rupawan dengan penampilan dicitrakan sangat meyakinkan.
Dengan mengusung slogan Dengan Cinta Kita Bisa, beliau berhasil menarik simpati warga dan memenangkan hati untuk memimpin kampung kami.
Kampung kami terletak di pinggir hutan, kaya dengan berbagai tanaman, penuh keteduhan oleh rindang pepohonan.
Namun satu hal yang meresahkan, dengan mata pencaharian bercocok tanam dan beternak ayam, banyak musang dari hutan menyerang memangsa ayam.
Dalam program 100 harinya, Pak RT terpilih mengadakan terobosan yang mengesankan.
Beliau mengadakan MoU antara musang dan ayam agar dapat hidup rukun dalam satu kandang. Karena sejatinya dalam hitungan ekonomi, musang dan ayam sangat menguntungkan bila diternakkan.
Kepanitiaan dibentuk, peraturan diundangkan, pengawas pelaksana telah ditunjuk.
Dalam acara penandatanganan MoU dengan berapi-api Pak RT berorasi : Read the rest of this entry