WELAS TANPA ALIS

Standar

Di kampungku telah terpilih ketua RT baru, seorang muda rupawan dengan penampilan dicitrakan sangat meyakinkan.
Dengan mengusung slogan Dengan Cinta Kita Bisa, beliau berhasil menarik simpati warga dan memenangkan hati untuk memimpin kampung kami.
Kampung kami terletak di pinggir hutan, kaya dengan berbagai tanaman, penuh keteduhan oleh rindang pepohonan.
Namun satu hal yang meresahkan, dengan mata pencaharian bercocok tanam dan beternak ayam, banyak musang dari hutan menyerang memangsa ayam.
Dalam program 100 harinya, Pak RT terpilih mengadakan terobosan yang mengesankan.
Beliau mengadakan MoU antara musang dan ayam agar dapat hidup rukun dalam satu kandang. Karena sejatinya dalam hitungan ekonomi, musang dan ayam sangat menguntungkan bila diternakkan.
Kepanitiaan dibentuk, peraturan diundangkan, pengawas pelaksana telah ditunjuk.
Dalam acara penandatanganan MoU dengan berapi-api Pak RT berorasi :

Hari ini adalah hari yang sangat istimewa…
Hari ini disini kita semua sebagai saksi akan terobosan besar sejarah peradaban…
Dimana cinta sebagai panglima, mengatasi segala perbedaan, melampaui segala kontradiksi, mendobrak sekat-sekat ideologi…
Bukan utopia jika kita menghargai harga 1 tetes darah, 1 tetes air mata…
Tiada lagi perjuangan kelas kalau kita mau kembali ke inti keberadan diri : Cinta Yang Abadi!!…
Jika yang abadi adalah Abadi, Maka kata-kata terakhir dari setiap kita adalah : Dengan Cinta Kita Bisa!!!

Kini musang dan ayam dikandangkan bersama. Dengan pengawasan penuh dan jadwal pemberian makan yang teratur, mereka bisa hidup damai meski ayam-ayam berkelompok dangan takut dan penuh curiga.
Pak RT yang rajin inspeksi merasa bangga dengan perkembangan sejauh ini.
Namun tak berselang lama tragedipun terjadi. Saat pengawasan lengah dan melemah, ayam-ayam sekandang habis dimakan musang.
Riuhlah kampung kami oleh kekacauan. Semua orang saling hujat dan menyalahkan…
Bapak RT tepekur lunglai tak berdaya…
Sementara itu jauh di pinggir hutan seorang pujangga bersyair :

Mungkinkah si ayam berdamai dengan musang,

Dan dapatkah orang kaya berdamai dengan orang miskin?

Keledai liar di padang rumput menjadi mangsa singa,

Demikianpun orang miskin menjadi perumputan orang kaya.

Bilamana orang kaya berbicara, maka semua berdiam diri serta memuji-muji perkatannya setinggi langit.

Sebaliknya, bilamana orang miskin berbicara, lalu orang berkata : “Siapa gerangan orang ini?”

Dan kalau ia tergelincir, maka ia direbahkan sama sekali.*

Memang cinta kuat seperti maut

Gairah gigih seperti dunia orang mati**

Namun tanpa hikmat dan kebijaksanan

Pengertian benar tentang sifat-sifat dasar kehidupan

Cintapun terseret kelembah kenistaan

*Sirakh 13:18-23

** Kidung Agung 8:6

4 responses »

  1. Dan dapatkah orang kaya berdamai dengan orang miskin?

    Saya yakin bisa, asalkan ego dan mental bisnis dibuang jauh-jauh.

    Dan bukan hanya “nggayuh kamulyaning jagad” [menggapai kemuliaan dunia] karena kemuliaan dunia begitu cepat berlalu [sic transit gloria mundi]:mrgreen:

    **********
    tapi bukankah itu yang menjadi motif dalam hubungan antar manusia? selalu ada konflik kepentingan

  2. narasi yang menggambarkan betapa cinta selama ini hanya terapung2 dalam slogan, kasih si ayam, harus menjadi korban kebiadaban musang. tapi repot bener, pak tomy, kalau masih banyak orang berhati musang. pura2 baik ketika diawasi, tapi ketika sang pengawas lengah, ketahuan deh watak aslinya. ufh, dasar musang.

    **********
    cinta sudah mengalami degradasi makna Pak😀
    kata2 obralan untuk menutupi maksud yang tersembunyi

  3. WELAS TANPA ALIS,

    Kelingan ngendikane simbah biyen…
    Le, wong sing ora duwe alis iku biasane bisa weruh dedemit, jin lsp?!? Jebul…meragukan

    CINTA.., susunan huruf membentuk kata,
    Apakah mampu mengubah DNA?!?

    Walau Musang telah berbulu ayam,
    Apakah mampu mengubah DNA?!?

    Walau Serigala telah berbulu domba,
    Apakah mampu mengubah DNA?!?

    Walau saya berganti berbagai nama,
    Apakah mampu mengubah DNA?!?

    Embuh mbah…bingung aku

    Bhinneka Tunggal-Sikep
    Bakuh-Kukuh-Utuh…NKRI
    Samin adalah Sikap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s