Category Archives: PERJALANAN

TENTANG KEBAHAGIAAN

Standar

img_20161112_123101

APAKAH ITU RAHASIA KEBAHAGIAAN..?

APAKAH ITU ARTI KEHIDUPAN..?

“Rahasia kebahagiaan adalah tidak menginginkannya.”

“Arti kehidupan adalah makna yang kita berikan pada kehidupan itu sendiri.”

Read the rest of this entry

Iklan

MENCARI WAJAH YESUS

Standar

Bintaro di tahun 80an, seorang mantan tapol, belum beberapa lama menikmati kebebasannya dari pembuangan di Pulau Buru.
Hidup telah berbuat kejam kepadanya dengan merenggut masa mudanya….. meski kini tampaknya tengah bermurah hati, stigma PKI yang disandang menjauhkan dari sapa kasih sesama.
Pergi dari tanah kelahiran yang tak lagi menerimanya ia coba merajut asa dengan terus menapaki hidup yang tetap ia yakini masih berbaik hati menyapa.
……….
Kala itu sebuah gereja tengah dibangun dengan satu semangat mempersembahkan wajah Yesus yang universal kepada dunia.
Berbekal ketrampilannya sebagai pembuat patung ia dipercaya untuk membuat wajah Yesus yang mewakili wajah seluruh bangsa dunia di corpus salib. Ia pun lalu berburu gambar-gambar Yesus, di seluruh perpustakaan-perpustakaan gereja. Namun tak satupun yang mewakili wajah dunia….
Setiap gambar Yesus yang ia temui membawa ciri khusus sesuai latar belakang ras dan budaya yang diwakili. Yesus dalam kepustakaan Cina digambarkan mirip seperti orang Cina dengan matanya yang sipit. Yesus Eropa digambarkan dengan ciri orang Eropa dengan hidung mancung & rambut pirang berombak.
Diapun lalu berpikir bahwa yang dimaksud dengan wajah universal Yesus memang seperti itulah adanya sesuai dengan kebudayaan setempat dimana iman akan Yesus hidup dan dihidupi. Mungkin juga bila Yesus digambarkan secara nJawani akan juga memakai iket atau blangkon.
……….
Hingga setelah pupus harapan untuk menemukan gambar Yesus yang mampu mewakili wajah setiap bangsa di dunia, di satu kesempatan saat ia berjalan, ia berpapasan dengan seorang laki-laki kecil yang bertelanjang dada dengan kulit legam terbakar matahari. Laki-laki tersebut mengulurkan sebuah amplop kepadanya. Ketika ia menerimanya, laki-laki itu lalu pergi & segera menghilang dari pandangannya.
Merasa heran dengan peristiwa aneh tersebut ia membuka amplop dan menemukan 3 buah negative film yang lalu segera ia cuci cetakkan.
Sungguh tak disangka bahwa gambar Yesus yang selama ini ia cari-cari ternyata ada di salah satu foto yang ia cetak.
Senang dengan penemuan tak terduga itu, ia lalu membuat profil wajah Yesus berdasarkan gambaran foto tersebut.
……….
Peresmian gereja harus segera dilaksanakan siang itu tepat jam 10.00, namun ada permasalahan teknis. Karena dibuat ditempat yang berbeda, salib Yesus dan tempat penopangnya ternyata tidak sesuai, ada perbedaan ukuran.
Dengan keterbatasan waktu dan peralatan, untuk menyetel agar pas, maka salib yang besar itu harus dipikul sementara penopangnya diperbaiki.
Kelelahan karena bekerja lembur dikejar tenggat waktu, para pekerjapun tak kuasa untuk memanggulnya.
Hanya satu orang yang menyanggupi untuk memanggul salib sementara pekerja yang lain memperbaiki. Dialah mantan tapol itu…
Seorang PKI atheis, satu-satunya orang yang sanggup memanggul salib Kristus.

NGELMU URIP – BAWARASA KAWRUH KEJAWEN

Standar

Ada sebuah tantangan ultim yang dihadapi dan harus dijawab oleh bangsa ini, dalam pusaran arus globalisasi, manusia Indonesia makin kehilangan jati dirinya digerus pragmatisme budaya popular yang menghilangkan ‘ruh’ kemanusiaannya. Menjadikan  manusia tak lebih dari nilai kegunaan saja yang mudah dimobilisasi menjadi pengabdi  berbagai kepentingan.

Dan ketika berbicara tentang budaya sendiri kita merasa inferior. Kearifan budaya bangsa hasil olah cipta, rasa dan karsa leluhur yang adiluhung dianggap sebagai suatu yang ketinggalan jaman. Sehingga tonggak pegangan dalam menghadapi gempuran budaya dan ideology global tersebut malah terpinggirkan dan ditinggalkan. Read the rest of this entry

SISTEM RELIGI JAWA

Standar

Pasugatan Ki Sondong mandali

(Lanjutan Rasionalisasi Kejawen)

 

Sistim religi Jawa merupakan hasil olah ‘cipta rasa karsa’ dan ‘daya spiritual’ manusia Jawa. Olah ‘cipta rasa karsa’ dan ‘daya spiritual’ tersebut melahirkan pemahaman adanya ‘maha kekuatan’ yang ‘murba wasesa’ (mengatur dan menguasai) seluruh jagad raya. Maka lahir kesadaran hakiki tentang adanya ‘realitas tertinggi’ yang disebut ‘Kang Murbeng Dumadi’ (sebutan lain: Kang Maha Kuwasa, Hyang Wisesa, Hyang Tunggal, dll.).

Karena dasarnya sebagai hasil olah ‘cipta rasa karsa’ dan ‘daya spiritual’ maka ada ‘perjalanan’ menuju kesadaran ‘adanya’ Realitas Tertinggi yang disebut ‘Kang Murbeng Dumadi’ tersebut secara ‘rasional logic’. Adalah ‘keunikan’ Jawa yang kemudian mendiskripsikan Kang Murbeng Dumadi tersebut ‘tan kena kinayangapa lan murbawasesa jagad saisine’ (tidak bisa digambarkan wujudnya dan ‘melingkupi-menguasai-mengatur-mengendalikan’ seluruh alam semesta dengan seluruh isinya). Diskripsi yang demikian merupakan ‘puncak’ pengertian paripurna orang Jawa tentang ke-‘Maha Esa’-an Tuhan yang bisa digapai ’cipta rasa karsa’ dan ’daya spiritual’ manusia. Read the rest of this entry

KASULTANAN CIREBON KEHILANGAN JARI SEMAR

Standar

Wafatnya Sultan Kanoman XI (Sultan Djalaludin) membawa permasalahan perebutan kekuasaan antara Pangeran Raja Muhammad Emirudin dengan Pangeran Muhammad Saladin.

Sesuai adat istiadat dan pepakem, yang berhak menjadi Sultan adalah putra yang lahir dari ibunda permaisuri yaitu Pangeran Raja Muhammad Emirudin, namun munculnya surat wasiat Sultan Kanoman XI (Sultan Djalaludin) yang bunyinya penyerahan tahta ke Pangeran Muhammad Saladin sebagai Sultan Kanoman XII, telah membawa Kasultanan Kanoman kepada konflik keluarga yang berujung ontran-ontran suksesi.

Meski Kasultanan Kanoman tidak lagi mempunyai pamor maupun pengaruh apa-apa bagi masyarakat Cirebon dan boleh dikatakan bahwa ikon feodalisme ini tengah mati ngorak …mati sendiri tanpa revolusi seperti Prancis… tak urung ontran-ontran suksesi ini berimbas kepada panasnya hawa yang sangat dirasakan kaum spiritualis Sunyaragi. Tempat para Sultan Cirebon bersamadhi.

Hawa panas ini sangat menggangu aktivitas spiritualis mereka & meresahkan. Maka dalam sebuah pertemuan mereka sepakat berupaya mencari jawab akan penyebabnya. Dalam meditasi yang mendalam para spiritualis mendapatkan wisikan bahwa Kasultanan Cirebon telah kehilangan Drijine Semar, Jarinya Semar. Read the rest of this entry

KITAB BASAH ADAM MAKNA

Standar

Bermula dari perjalanan

Kertas lembaran yang putih tertoreh tinta emas

HANA CARAKA ….. ”ada utusan”

Saat manusia tafakur bersyahadat

ashadu anna muhammadar rasulullah

Kesaksian bagi SETIAP manusia sebagai utusan Sang Hidup

Untuk saling berjumpa menjadikan rahmat bagi seluruh semesta

Dalam perjumpaan,

Dalam relasi yang saling memerdekakan,

Hidup berjumpa dengan Hidup membangun rangkaian indah Pohon Kehidupan

wit kastuba uripWit Kastuba Urip,

Pang papat,

Pentile sakembaran,

Kang putih aran Kembang Wijayamulya,

Kang abang aran Kembang Wijayakusuma,

Pohon Kehidupan kesejatian manusia

Bercabang empat hakikat tangan dan kaki

Melangkah dan berkarya ’memayu hayuning bawana’

Berbuah kembar di dalam lapangnya dada

Putih timangan berkah ayahanda

Perlambang suci kemurnian jiwa

Merah embanan restu ibunda

Perlambang keabadiaan hidup, cinta yang membangkitkan

Begitulah kisah Sang Prajaka

Ditemani 4 karib setia dalam perjalanan ke arah Barat mencari Kitab Suci

Rhisiswa, sang pemberani maha sakti

Raibabi, yang nakal selalu gembira

Demalung, penghibur hati

Kudawahana, titihan mulia

Gambaran manusia beserta ke-4 nafsunya

Dalam mencari kepenuhan hidupnya

Ditempa pengalaman sepanjang perjalanan

Melewati 33 rintangan 99 pencobaan

Sang Prajaka tak pernah berhenti memaknai

Hingga sampailah ketempat tujuan

Ujung barat kehidupan

Dimana mentari meredup sinar

Beristirahat dalam buaian malam

Lawang Selamatangkep, pintu gerbang Kerajaan Surga

Dimana Kitab Suci berada

Dijaga oleh 2 malaikat raksasa Cingakara Bala dan Bala Upata

Tertahan langkah Sang Prajaka

Mandheg mangu tergeragap

Menjawab tanya Sang Malaikat Penjaga

“SIAPAKAH ENGKAU..?!!!”

SIAPA AKU……

Jawaban yang terlontar menegaskan pertanyaan

Dalih yang dikemukakan menelanjangi kenyataan

AKU tidak lagi mengenalai AKU

AKU entitas yang tercerabut dari akarnya

AKU hanyalah predikat dan atribut yang menempel lekat pada diriku

AKU ….. sungguh tidak tahu siapa sejatinya AKU

Tertunduk lesu didepan pintu

Dalam kegalauan tidak diperkenakan masuk ke dalam

Pupus sudah segala harapan

Jerih sepanjang jalan seakan debu tertiup angin

Segala usaha berbuah sia-sia

Tiada mampu berbuat apa-apa

Ke-4 sahabat pun terpuruk dalam kebisuan

Dalam kekosongan harapan

Dalam keheningan nafsu

Terdengar para bidadari bermadah merdu

TUBUH INI BAGAI GUMPALAN BUSA

PERASAAN BAGAIKAN GELEMBUNG UDARA

PERSEPSI BAGAIKAN FATA MORGANA

BENTUK MENTAL BAGAIKAN TANDAN PISANG

DAN KESADARAN BAGAIKAN TIPU MUSLIHAT

ISI ADALAH KOSONG

KOSONG ADALAH ISI

Bunga yang sedang mekar meringkus hati dengan kemilau indahnya

Anak burung yang sedang belajar terbang menarik perhatian dengan riuh kicaunya

Mengantar dalam kebadian ruang dan waktu

Seakan waktupun terhenti

Sebuah momen yang sangat intens

Menyekap seluruh keberadaan diri

Lalu…..

Setiap momen menjadi sangat berati

Setiap momen adalah sapaan Illahi

Ayat-ayat yang hidup

Berdenyut dan bernafas dinamis dalam setiap jejak perjalanan

Sang Prajaka tersenyum

Kitab Suci tergelar nyata

Kitab yang tersusun dari ayat kehidupan

Ditulis oleh tiap hembusan nafas

Dirangkai oleh tiap detakan jantung

Alif Laam Mim Dzalikal Kitab

KITAB BASAH oleh aliran darah

Yang membentuk kehidupan raga

ADAM MAKNA, pengertian sejati tentang hakikat manusia

Yang membangun kesadaran jiwa

man arofa nafsahu faqod arofa rabbahu

Dalam kesadaran agung tentang diri yang sejati

Insan bersatu dengan Illahi

Manusia yang imanen bertransendensi

Gempung suwung tan ana apa-apa

Mung AKU lan ALLAH kang ana

Sang Prajaka tersentak dalam samadhi

Terheran-heran takjub menyadari

Surga adalah DISINISAAT INI

Tempat tujuan yang sama persis dengan tempat bertolak

Tempat mentari terbit bersinar

Pula tempat mentari tenggelam diselimuti malam