Category Archives: esei bebas

APAKAH CINTA ITU?

Standar

Oleh : Suprayitno

Mudah sekali seseorang mengatakan “aku mencintaimu” atau “daripada kita selalu bertengkar, lebih baik kita putuskan saja cinta kita”. Dan masih banyak ungkapan cinta meluncur dari bibir beragam lapisan masyarakat. Ada yang berkata, aku cinta produk dalam negeri atau ada pula yang bilang kesan pertama begitu menggoda hingga akhirnya aku benar-benar jatuh cinta pada lukisan Mona Lisa  karya  masterpiece seorang seniman bernama Leonardo da Vinci. Senyum Monalisa adalah senyum sejuta pesona, begitu sulit diterka, apakah senyum cinta atau senyum duka. Karena saking jatuh cintanya, ada seseorang yang berani membayar berapa pun harga lukisan itu.

Cinta begitu aneh dan sulit dipahami. Kalau benar cinta, mengapa menyiksa? Kalau benar cinta, mengapa membunuh? Cinta juga begitu sulit diungkapkan dengan kata-kata. Lalu apa sebenarnya cinta itu? Kadang kita tak bisa  memberikan jawaban yang memuaskan ketika kita didesak oleh sang kekasih dengan pertanyaan ”Mengapa kamu mencintai aku?”  Melalui tulisan singkat ini akan saya coba uraikan pengertian dan makna  serta pengaruh “dahsyat” cinta pada berbagai aspek kehidupan.

Pengertian Cinta

Read the rest of this entry

Iklan

AGAMA & KODOK

Standar

Bangsa Indonesia selalu bangga akan predikat sebagai bangsa yang religius, yang berketuhanan yang maha esa. Sebuah predikat konyol yang hanya dilihat dari banyaknya tempat ibadah& makin fasisnya jemaat. Bukan dari kualitas hidup manusianya.

Tuhan yang seharusnya berada dalam ’ranah pribadi’ yang akan membentuk kualitas hidup manusia menuju kepenuhannya ditarik ke ’ranah publik’ yang sarat dengan berbagai kepentingan.

Read the rest of this entry

BICARA TENTANG BANGSA BICARA TENTANG MANUSIA

Standar

Berbicara tentang revolusi di negeri tercinta ini seperti berbicara tentang menghancurkan gunung batu dengan modal sebuah sekop.

Bangsa ini telah terjajah jiwanya dengan sedemikian parah, jiwa yang tergadaikan demi iming-iming kapling di Surga.

Betapa hebatnya ideologi yang ditanamkan di otak kita yang telah meracuni seluruh keberadaan hidup kita.

Kesadaran adalah remote control yang dikendalikan oleh para pemegang kekuasaan.

Kesadaran bersifat manipulatif.

Ideologi hegemonik, mengutip Karl Marx, adalah kesadaran palsu yang mengacu pada nilai-nilai moral tinggi dengan sekaligus menutup kenyataan bahwa di belakang nilai-nilai luhur itu tersembunyi kepentingan egois kelas yang berkuaasa.

Namun revolusi adalah keniscayaan, yang harus dimulai dari penyadaran dan pemberdayaan.

Perlu dilakukan kerja di bidang ideologi untuk melawan ideologi hegemonik tersebut.

Ideologi harus bersifat dialektis, yang mengakar kuat dalam kultur manusia

Bersifat dialektis berarti sanggup menyesuaikan perkembangan jaman, bebas dari belengggu ideologis yang akan disalahgunakan oleh kekuasaan sebagai dasar legitimasi dari produk-produk kekuasaan.

Mengakar kuat dalam kultur manusia berarti membangkitkan penyadaran sejati akan hakekat manusia.

Bahwa sesungguhnya manusia berasal dari unsur yang sama, berasal dari hidup yang sama. Namun tidak membuatnya terjebak dalam humanisme yang hanya akan mengkerdilkan arti kemanusiaan.

Mengakar kuat juga memiliki arti sebagai roh yang memberi kekuatan dan orientasi pada tiap gerak hidup manusia, roh yang membuat jiwa tidak dimutasi oleh status dan keadaan sosialnya.

Jangan bicara bangsa sebelum mengerti tentang manusia

FASISME AGAMA

Standar

Menyimak penuturan Ali Makrus, mantan Ketua FPI & anggota Tim Pemburu Hantu tentang pelatihan yang ia dapatkan di Afganistan, kita temui fasisme agama dalm bentuknya yang paling mengerikanDi Afganistan Ali Makrus belajar tentang Jihad, berjuang di jalan Allah

Namun yang terus menerus diajarkan adalah doktrin :

Yahudi babi Nasrani anjing

Menjadi martir saat memeranginya akan langsung dihisab ke surga tanpa dipertanyakan lagi amal dosanya di dunia

Kebenaran dengan huruf ‘K’ besar adalah kemutlakan yang ingin direngkuh, dimana selalu ada damba tentang surga sebagai embel-embelnya

“Aku tidak Pede kalau kebenaran yang kupegang adalah kebenaran yang ambigu”‘ kata saudaraku

Namun adakah yang mutlak jika kebenran sendiri terus berproses bersama manusia?

Akan ada selalu tarik-menarik, tawar menawar,

positioning & bargaining yang akan selalu menghasilkan babi & anjing serta penjagal yang mengatasnamakan Kebenaran

Fasisme agama terjadi karena agama selalu ditampilkan sebagai ‘pembawa pesan kebenaran’

Kebenaran yang senyatanya berwajah ganda

Di satu sisi berhubungan dengan sistem keyakinan

di sisi lain adalah Kekuasan dalam nama Tuhan

Tuhan, ‘Kebenaran Mutlak’ yang tidak boleh dipertanyakan lagi

Tuhan yang berkolusi dengan Kekuasaan, yang menciptakan & membiarkan segala kekacauan ini

Tuhan yang vested interest…

Kebenaran yang mencla-mencle…

Agama yang sesat & penyebar kebencian…

Atau tangan-tangan kotor Kekuasaan?

Sebuah Teologi Pembebasan

Standar

Agama & Budaya adalah senjata yang paling amouh bagi Sang Jendral

ditangannya Iman menjadi tipu muslihat bagi kesadaran

dan seni memainkan perannya membangun imajinasi bentuk2 mental

Yang-Tak-Terbayangkan dikonstruksi dalam pahatan

Yang-Tak-Termaknai menjadi baris2 puisi

Yang Maha Misteri disiasati dalam simbol2 fasis

“You have the potential to dominate, rule & subdue the whole earth”, kotbah pendeta di seminar para pengusaha

“Berbahagialah orang miskin karena merekalah empunya Kerajaan Allah”, saat di mimbar kampung, jemaat buruh & kuli panggul

Jadi sudahkah agama membebaskan?

penerimaan takdir bagi yang satu

sedang bagi yang lain legalisasi nafsu

……..atau memang itu arti ‘Pembebasan’?………

IDEOLOGI, SEBUAH MATA AIR

Standar

Ideologi adalah motor yang bergerak dalam jiwa tanpa henti dengan konsekwen untuk membela kepentingan

Inilah yang menjadi dasar dari ’Watak’, tecermin dalam ’Sikap’, bermuara pada seluruh aktivitas gerak hidup manusia

Sejarah manusia adalah sejarah arena kompetisi yang luas dimana ada kontradiksi pokok di dalamnya :

Ada golongan yang menguasai

Ada golongan yang dikuasai

Watak’ adalah keberpihakan pada suatu kepentingan

Kepentingan golongan yang menguasai atau kepentingan golongan yang dikuasai

Watak inilah yang menjiwai dan memberi visi pada gerak hidup manusia

Watak menghindarkan dari vested interest, sikap yang plin-plan atau mencla-mencle

Jadi diambil dari sumber atau mata airnya, ideologi adalah pernyataan kepentingan golongan

Sekuler, parsial, fasisme, kapitalisme, imperialisme, sosialisme maupun komunisme adalah turunan atau variannya

Kita bisa mengambil mata airnya dari ’watak’ atau keberpihakannya pada suatu kepentingan

Dalam mewujudkan tujuan dari kepentingan itu, dibutuhkan suatu ’Pengaturan Rumah Tangga’ yaitu ’Politik

Yang pada dasarnya mempunyai 2 tugas pokok :

  1. membangun kekuatan bagi rumah tangganya sendiri
  2. menghancurkan rumah tangga golongan lain

pengaturan rumah tangga ini meliputi seluruh segi kehidupan manusia, mulai dari iman, agama, sosial, ekonomi dan budaya

Dipersonifikasikan sebagai berikut

Ideologi adalah jenderal

Politik sebagai panglima

sosial, ekonomi, budaya dan agama adalh senjata sekaligus peluru bagi Sang Jenderal

MATA UNTUK MELIHAT

Standar

Jangan pandang sebelah mata!!!

Lihatlah dengan seksama!!!

Mata adalah bagian indera yang memiliki daya yang ampuh

Dalam melihat ada sesuatu yang tak tertangkap dalam wacana tak terungkap dalam kata-kata

”Apa yang kau lihat wahai Arjuna?” tanya Kresna menunjuk sebuah pohon saat pahlawan Pandawa itu mengkerut di Padang Kurusetra

”Apa yang kau lihat!” tandas Kresna

Dan Arjuna dengan penuh ketakjuban melihat pohon itu sebagai Kresna Kresna yang bergelantungan pada Kresna

Pandangan.. Ketakjuban

Pandangan.. Menghidupkan

Pandangan .. Merasuk hati

Dalam melihat ada penyerahan juga penerimaan

Dalam melihat seakan tersirat jarak

Bukan sebagai penghalang hubungan

Namun pengukuhan keberadan

Arjuna yang dicekam takut dan ngeri kembali ke dasar keberadaan diri

Ada penyerahan ada penerimaan

Dan pohonpun menyatakan diri tampil dalam ketunggalannya

Tidak ada ’Itu

Tidak ada ’Dia

Hanya ’Aku dan Kamu