ORANG GILA DI PERTIGAAN

Standar

Ini ceritaku saat menunggu kelahiran anakku yang kedua, tiga tahun yang lalu. Aku kerja sebagai sales di sebuah perusahaan maintenance industri yang terkenal (baru2 ini masuk berita di Suara Merdeka karena telah tersertifikati ISO 9000).

 

Sebenarnya aku tidak cocok dengan pekerjaan itu, setiap Senin kami dibekali dengan pengajaran dan motivasi yang diambil dari ayat2 suci atau kata2 emas orang2 sukses yang bagiku itu semua hanya doktrin. Doktrin yang bersifat diktator yang tidak melihat adanya kemungkinan lain diluarnya.

Coba simak saja kata2 provokatif ini :

  • Tuhan Menciptakan Anda Untuk Kaya!

  • Menjadi Kaya Ala Sulaiman!

  • Loth dan Abraham disuruh Yahwe untuk pergi ke puncak sebuah gunung, darisana mereka diminta untuk melihat sejauh mata memandang dan sejauh mereka bisa memandang itulah yang Yahwe anugrahkan untuk mereka kuasai!

Memang benar juga sih, cuma bagaimana kita mentafsirkan saja Kekayaan tidak harus melulu diukur dari seberapa banyak uangmu tersimpan di bank. Kalo hanya ditafsirkan seperti itu kenapa kata2 Yesus “jauh lebih mudah seekor unta masuk kelubang jarum daripada orang kaya untuk masuk surga” tidak pernah diajarkan?

 

Karena ketidakcocokan itu membuat sebuah konflik dalam jiwaku. Aku bukan seorang pemburu! Sering kutegaskan kata2 itu dalam hatiku. Boleh kalian bilang aku bodoh, pemalas, tidak bisa kerja, whatever deh. Tapi kata2 itu selalu menggaung, meruang dalam benakku “Pemburu adalah Padang Gersang bagi Kasih Sayang”.

Ya aku tetap melakukan pekerjaanku, berkeliling menawarkan produk bila itu memang tugasku untuk menghidupi keluargaku, Tapi kutegaskan selaludalam hati Aku Bukan Pemburu.

 

Kembali keceritaku, empat bulan lagi istriku melahirkan. Dan ini mungkin salah satu ujian bagi prinsipku itu. Sudah dua bulan ini aku tidak ada transaksi apapun, omzetku nol. Transaksi yang ada cuma hanya nego tanpa dealing apapun. Betul2 hari2 yang sulit. Padahal aku harus menyediakan biaya persalinan yang cukup besar.

Kumulai hari itu dengan menekuk lutut bersujud dihadapan Tuhan.

“Tuhan” , demikian doaku, “Engkau mengajariku hal2 yang berbeda dari orang2 sekitarku. Aku mengenalmu tidak hanya sekedar dogma.

Kau buat jiwaku selalu gelisah, dan mengajariku bahwa gelisahku takkan mendapatkan ketetapannya selain daripadaMu. Kau buat aku untuk tidak menjadi pemburu, karena kataMu Kau telah beri aku hidup dengan segala kelimpahannya. Tapi kini aku mohon padaMu beri aku rejeki yang banyak hari ini, akan kuusahakan sekuat tenagaku”.

 

Aku pergi kerja dengan beban pemikiran akan persalinan anakku dan aku harus mengusahakan sepenuh tenaga hari itu dengan segala perencanaan. Dipertigaan jalan Siliwangi yang masuk ke Puri Anjasmoro, dibawah gerbang kulihat dia. Seorang gila duduk bersandar dipinggir jalan dengan botol aqua kosong diacung-acungkannya. Memberitahu orang2 yang lewat bahwa dia kehausan.

 

Plak!!! sebuah tamparan keras seperti menghajarku saat itu.

Lihat itu Tom! Kata2 keras menyeruak dari dalam hatiku. Lihat orang itu!!

Bila orang seperti kamu dengan segala kelebihan yang kamu miliki, masih saja mengeluh.

Lalu siapa yang akan mempedulikan dia?

Lihat semua orang yang lewat begitu terfokus pada diri mereka masing, sampai2 menjadikan mereka buta terhadap sekitarnya.

Mereka hanya peduli ego masing2 hingga tidak bisa melihat ada orang yang sangat membutuhkan diri mereka. Semua orang dibutakan oleh kepentingan mereka sendiri. Dan kamu Tomy?

“Oh Tuhan…” jerit hati saya “Maafkan aku maafkan aku”.

Itu hari semenjak aku disunat (aku disunat kelas enam SD) hingga segede ini (maksudnya udah tua), aku menangis seperti anak kecil. Tertutup oleh helm aku menangis terisak-isak hingga tubuhku gemetar dan membuatku harus menepikan motor.

Saat ini ketika kutuliskan padamu ceritaku itu, kembali kepedihan itu menyeruak. Jari-jariku di tombol keyboardku terasa berat bagai kesemutan.

Betapa jahatnya aku yang hanya peduli dan terpusat pada diriku sendiri. Maafkan kami temanku, orang gila di pertigaan. Maafkan kami.

4 responses »

  1. Pak Tomi… salam kenal… saya sering menyimak tulisan2 pak Tomi… hampir semua bermakna dalam, sehingga sering saya bingung dan bingung … tapi tulisan yg ini sungguh membuat batin saya kalang kabut … bener2 nempiling saya.
    Terima kasih pak Tomi buat kaplokannya, semoga saya menjadi lebih peka terhadap lingkungan dan tidak terjebak dengan ego.
    Nyuwun ijin nderek ndeprok wonten padepokan panjenengan

    Salam Rahayu
    Eko

  2. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Tulisan Anda mengandung makna dan ilmu yang sangat dalam…. dalam sekali hingga menembus qolbu… Terima kasih saudaraku telah membuat tulisan ini untuk saling mengingatkan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s