KASULTANAN CIREBON KEHILANGAN JARI SEMAR

Standar

Wafatnya Sultan Kanoman XI (Sultan Djalaludin) membawa permasalahan perebutan kekuasaan antara Pangeran Raja Muhammad Emirudin dengan Pangeran Muhammad Saladin.

Sesuai adat istiadat dan pepakem, yang berhak menjadi Sultan adalah putra yang lahir dari ibunda permaisuri yaitu Pangeran Raja Muhammad Emirudin, namun munculnya surat wasiat Sultan Kanoman XI (Sultan Djalaludin) yang bunyinya penyerahan tahta ke Pangeran Muhammad Saladin sebagai Sultan Kanoman XII, telah membawa Kasultanan Kanoman kepada konflik keluarga yang berujung ontran-ontran suksesi.

Meski Kasultanan Kanoman tidak lagi mempunyai pamor maupun pengaruh apa-apa bagi masyarakat Cirebon dan boleh dikatakan bahwa ikon feodalisme ini tengah mati ngorak …mati sendiri tanpa revolusi seperti Prancis… tak urung ontran-ontran suksesi ini berimbas kepada panasnya hawa yang sangat dirasakan kaum spiritualis Sunyaragi. Tempat para Sultan Cirebon bersamadhi.

Hawa panas ini sangat menggangu aktivitas spiritualis mereka & meresahkan. Maka dalam sebuah pertemuan mereka sepakat berupaya mencari jawab akan penyebabnya. Dalam meditasi yang mendalam para spiritualis mendapatkan wisikan bahwa Kasultanan Cirebon telah kehilangan Drijine Semar, Jarinya Semar.

Semar simbol Sang Pamomong, sosok yang serba samar rahasia lambang hakekat hidup disebut juga Sipat Sampurna telah kehilangan jarinya. Sementara para raja Jawa meyakini bahwa untuk mengukuhkan kekuasaan mereka haruslah diemong oleh Semar yang juga adalah symbol legitimasi dari rakyat.

Bila ada raja tanpa rakyat, raja macam apa itu? Mungkin itulah raja Kethoprak. Raja yang bukan lagi menjadi tuntunan namun hanya sekedar tontonan.

Tuntunan yang menjadi kewajiban raja bagi rakyatnya tak lagi mampu dipenuhi. Jari sebagai penunjuk arah telah hilang, dan mungkin tak lama lagi Semar Sang Pamomong akan sungguh2 oncat meninggalkan mereka.

Kaum spiritual Kasultanan menjadi makin prihatin akan keadaan ini. Mereka kembali melakukan meditasi guna memperoleh petunjuk lebih lanjut bagaimana mengembalikan jari Sang Pamomong. Dan diperolehlah petunjuk untuk mengutus salah satu dari mereka berjalan menuju kearah Timur ke sebuah kota yang memakai nama Semar. Nanti ditengah perjalanan mereka akan mendapatkan petunjuk lagi.

Setelah berembug, diutuslah dua orang dari mereka untuk melakukan perjalanan menuju Timur. Kebetulan salah satunya adalah seorang muda yang punya istri orang Semarang. Semar-ang ah mungkin itu maksud dari wisik yang mereka dapat.

Tak dicerita dalam perjalanan, mereka berdua sampai di Semarang & kebetulan bertemu Kyai kampung yang lalu ngomong-ngomong ngalor ngidul sampai menyinggung masalah Kanoman kehilangan jari Semar.

Hmmm… Kasultanan Cirebon kehilangan jari Semar”, kata Mbah Kyai,

Coba kalo diwayang itu Semar khan tangan kanannya selalu menunjuk seperti ini…Nah lalu coba kita lihat, dengan jari menunjuk seperti ini kamu yang suka ngaji pasti tahu dong huruf Arab apa yang ditunjukkan oleh telunjuk Semar..”

“Itu Alief…”kata mereka

“Nah kalo yang dibentuk oleh telunjuk dengan ibu jari?”

“Itu Lam…”

“Nah kalo yang dibentuk telunjuk dengan jari tengah?”

“Itu Miem…”

“Jadi jari Semar yang sedang menunjuk ini bila dibaca akan berbunyi Alief Lam Miem Dzalikal Kitab…”

“Surat Al Baqarah ayat pertama…Oh.. betul..”

“Lalu apa arti ayat tersebut…?”

“lha itu Mbah…guru ngaji saya nggak ngajari soal itu..katanya yang tahu cuma yang disana, nggak tahu juga sananya mana..”

“Welhadalah Kasultanan Cirebon… kerajaan Islam yang didirikan oleh Sunan Gunung Jati salah satu Wali Sangha tak lagi mampu mengartikan Alief Lam Miem Dzalikal Kitab?” Si Mbah Kyai geleng-geleng.

“Begini…Semar adalah jarwadhosok dari HASEMING SAMAR-SAMAR yang secara harafiah berarti Sang Penuntun Makna Kehidupan, maka tangan kanannya selalu menunjuk. Jari yang seperti katamu tadi menyimbolkan Alief bagi orang urakan seperti saya adalah Urip, Hidup, Keesaan”

“Bener Mbah..” sahut mereka

“Hidup itu Esa, Tunggal, Manunggal dalam segala Sifat. ADA yang mendahului ada…. Ada inilah yang lalu berkembang menjadi kesadaran dalam diri manusia yang mulai berkata AKU…dan terus mencoba mencari kesejatian AKU. Hidup yang mendapatkan kesadaran dalam diri manusia ini berasal dari Alief Lam Miem atau bagi orang urakan seperti saya dinamakan Gatholoco, bersatunya Rasa yang melahirkan Kitab…dzalikal kitab….bukan Taurat, Zabur, Injil atau Quran. Namun adalah diri manusia itu sendiri Kitab Basah yang ditulis dari air & darah.

Maka dikatakan sebagai ADAMMAKNA, Hidup yang berkesadaran. Kitab yang tak akan pernah berhenti ditulis selalu berkembang seiring perkembangan hidup manusia.” Jelas Si Mbah Kyai nerocos terus

“Jadi teruslah berjalan jangan pernah berhenti memaknai seperti yang telah ditunjukkan oleh Semar…maka kalian tak akan kehilangan lagi jarinya hehehehe…”

“Lalu apa hubungannya dengan suksesi di Kanoman Cirebon?”

“Suksesi itu tak berdampak apa-apa…selain bahwa ikon feodal itu tengah hancur sendiri dari dalam & itu memang telah dinubuatkan bahwa kalo Indonesia ingin jadi mercusuar dunia, Kraton-kraton seperti itu harus hancur terlebih dulu..”

“Maksudnya..?”

“Yah..khan sudah diberi tahu sama Kyai Semar kalo semua itu hanyalah belenggu yang menghalangi manusia menuju kepenuhan hidup..berhenti memaknai Hidup dan membebek saja dengan apa yang telah diklaim sebagai menara gading kebenaran…sejatinya tonggak rusak yang tak bisa dijadikan pathokan lagi.”

“Hmmm…..”

“Semar adalah suatu lambang dari pengejawantahan ekspresi, persepsi dan pengertian tentang Illahi yang menunjukkan pada konsepsi spiritual. Kyai Semar terkenal dengan sabdanya HAYWA SAMAR DUR SUKERING KAMURKAN, MRIH DU KAMARDIKAN BAYA SIRA HARSA MARDIKA, artinya “merdekanya jiwa dan sukma”, berani mbirat dur sukering kamurkan, membersihkan jiwa yang dalam bahasa Jawa ora kebanda ing kadonyan, ora samar marang bisane sirna durka murkamu atau dalam menguji budi pekerti secara sungguh-sungguh akan dapat mengendalikan dan mengarahkan hawa nafsu menjadi suatu kekuatan menuju kesempurnaan hidup. Inilah yang seharusnya diperjuangkan oleh kaum spiritual seperti kalian & juga oleh seluruh bangsa Indonesia ini.”

”Maksudnya untuk sungguh merdeka kita tak boleh tidak dijajah oleh hawa nafsu dan keduniawian?”

”Begitu juga bisa, namun secara holistik petunjuk Semar tadi mengisyaratkan kita untuk melakukan REVOLUSI KULTUR, kultur yang berarti mencakup pula mental spiritual kita sebagai makhluk bernama manusia ini.”

”Dilanjut Mbah..”

”Diakui dong kalau kita telah dibentuk sedemikian rupa oleh doktrin yang membuat kita jadi bebek tadi, jari Semar memberi petunjuk kita untuk terus berjalan menjadi manusia utuh. Merevolusi kultur yang telah dibelenggu doktrin untuk menjadi manusia baru.Manusia baru yang memahami Alief Lam Miem Dzalikal Kitab bahasa Arabnya. Bahwa semua manusia dimuka bumi ini sama berasal dari Hidup yang sama & dijadikannya juga sama pakai Gatholoco hehehehe… dengan ini kita secara pribadi mampu menuju kepada kepenuhan hidup dan secara luas sebagai bangsa mampu menjadi mercusuar dunia”

”Maksudnya kita akan menjadi negara & bangsa adidaya dimuka bumi ini?”

”Hahahaha..mercusuar itu khan penanda agar kapal tidak menabrak karang..”

”Lalu apa maksudnya?”

”Ya dengan merevolusi kultur & menjadi manusia baru kita dapat jadi titisan-titisan Semar yang mampu memberi petunjuk yang benar & pamong seluruh umat..bahasanya Memayu Hayuning Bawana yang tidak cuma sekedar slogan… Kita akan mampu mendamaikan keturunan Ibrahim, si Ishak & Ismail yang tak jemu & bosannya terus menumpahkan darah saudara…karena berebut kebenaran. Kebenaran yang fasis & bengis.

“Semar disebut juga Ismaya, Maya adalah cahaya hitam, guna membuat semua Samar. Jadi yang ada itu sesungguhnya tidak ada. Yang sesungguhnya ada, ternyata bukan. Yang bukan dikira iya.Yang bersemangat hatinya, hilang semangatnya, sebab takut kalau keliru.Maya, atau Ismaya, cahaya hitam, juga disebut SEMAR artinya tersamar, atau tidak jelas.Tidak ada lagi fasis, bengis & otoriter.”

“Waduh terima kasih banyak Mbah atas penjelasannya yang gamblang.”

“Wah saya yang harus berterima kasih sudah ada yang mendengarkan saya ndobos….. hehehe…. sama ini rokoknya sudah nggak bikin mulut saya kecut lagi…”

29 responses »

  1. pertamaxxx:mrgreen:

    mantep mas…semakin melengkapi saja pemahaman ndobos kita:mrgreen:

    ya intinya kita itu hanya bisa ngira2 sesuatu hal yg gaib, tidak pengetahuan yg mutlak tentang gaib kecuali eksistensi gaib itu sendiri.

    kalo menurut pendobosan saya…halah…alif lam mim itu wujud dari triwikrama alam semesta ini, kala alam yg kita tempati itu secara umum hanya sebagai aling2 kita thd cahayaNya, juga di alam ini sistem waktunya adalah waktu yg merugi…mana ada setiap tahun umur kita malah bertambah yg ada justru berkurang jatahnya:mrgreen: juga di alam ini tidak lepas dari mulur mungkret.

    alif itu jumeneng, lam itu eksistensi alam dan mim itu muhammad/terpuji sebagai akibat dari sujud total/ego nol/ikhlas tanpa batas….maka rasul terakhir didalam islam itu muhammad dalam arti akhlak mulia lah tujuan dari dien islam disamping juga tauhid yg diwujudkan melalui syariat2 tanpa paksaan/ikhlas supaya kaki kita tetap menginjak bumi….alif lam mim itu adalah kelanjutan dari alam awang uwung, jadi tidak bisa diceritakan karena tiada kata yg mampu menjangkaunya juga harus dialami sendiri utk bisa merasakannya…..ilmu2 jawa/jiwo itu mentok hanya sampai pada “sejatine ora ono opo2” setelah itu barangkali yg bertanya lebih makrifat dari yg ditanya…makrifat adalah orang yg sudah masuk ke alif lam mim…..eh malah kedawan ndobose :mrgreen:

  2. Mas Tomy punten, saya mendahului… kawan-kawan yang lain. Bagus sekali tulisannya… membuat saya jadi tercerahkan. saya tahu pondok Mas dari komentar artikel di pondok Mas Sabda… saya tunggu tulisan selanjutnya…

    Salam,

    sariah

  3. Dimas Tomy ingkang dahat terwaca
    Semar Mbabar jati diri. Sebagaimana pagelaran wayang kolaborasi Ki Timbul dengan Ki Asep Sunarya 2 bulan lalu, dengan lakon SEMAR MBABAR JATI. Judul sebuah lakon paagelaran wayang tak bisa sembarangan, tetapi harus disuwun dengan cara maneges, lakon apa yang akan muncul selalu ditunggu oleh sang dalang dan masyarakat. Sebab lakon yg muncul adalah gambaran apa yg bakal terjadi.
    Benar saja, kini Ki Semar Badranaya sedang mbabar jati, melalui goresan pena para muda generasi penerus bangsa.
    Nalika semar mbabar jati, akan banyak peristiwa yg mencengangkan, membuat miris hati, membuat redup nyali, dan membuat para orang tua ngelus dadha.
    Semua itu, bukan karena ulah Ki Semar yang mendalangi. Tetapi roda cakra manggilingan berputar lebih kencang dari yang sewajarnya. Putaran Roda cakra merupakan seleksi alam yg sangat ketat, bahkan tak menyisakkan secuilpun ketidakadilan.

    Ya, semua ini setelah SEMAR kehilangan jemari, lalu meninggalkan para kesatria nungso jawi. Semua org akan mengalami seperti anak ayam kehilangan induknya.
    Dan tiba saatnya kini Ki Semar kudu mbabar jati melalui tangan-tangan dan jiwa generasi mudha bangsa, utk memberi pelajaran kepada umat manusia, supaya mengerti kehidupan yg sejati. Kembali setya budya pangekese dur angkara. Mulo sing kenceng anggone gocekan waton.

    salam sih katresnan

  4. njih kidimas.. matur sembh nuwun.. rehne sampun wonten postingan malih.. mugya sageda kita lampahi sami.. lan pageh kekeh kokoh tatag tanggon gocekan waton….
    nuwun
    salam sihkatresnan
    rahayu..

  5. @ Kang Tono : leres Mas, alief lam miem pada pendobosan awal ini adalah sebuah KEJADIAN atau SANGKANING DUMADI yang nantinya bila tiada aral melintang…halah…akan dilanjutkan pendobosan berikutnya tentang PARANING DUMADI
    @ Mas Mahendra : ndobos nggak dilarang Mas, nggak ada yang lebih pinunjul
    @ Saudara Sariah : terima kasih atas atensi & apresiasinya, senang berkenalan dengan anda
    @ Mas Sabda : Nuju prana Kangmas, semoga kita semakin dapat menjadi manungsa temen yaitu manungsa yang sudah MANUNGgal klawan raSA. Salam sih katresnan

    @ Mas Ngabehi : sami-sami Mas kula nggih taksih sinau, sumangga sami2 dados muridipun Gesang….sanes buaya keroncong lho tapi njih Sang Kehidupan 😀

    @ Mas Hadi Wirojati : Njih niki dangu kula anggenipun prei, matur nuwun sanget sampun dados kadang sejati kula. Salam sih katresnan Kangmas.

  6. Semar ilang jempole….,ini peringatan bagi negeri ini.Kok semakin panas ya…kaki kursinya ada yang gapuk.Sabegja-begjane wong kang lali isih luwih becik marang wong kang eling lan waspada.

    salam rahayu.

  7. Alhamd. Indah segala papar wangsit ingkang sampun kawedar mas tomy. Sekalipun baru sekali melongok situs ini, ati langsung nyes. Alhamd. Allah tidak menyuruhkan mengetahui kabar congkrah yang bersumber dari akar budaya bangsa, dan sumber inspirasi pancaran islami.

    Kini, saatnya para mudha menjadi sultan. Menjadi titisan semar. Semar mangejawantah. Mungkin, kita tak kan mampu berperan dalam islah keduanya, bil hal. Bisa jadi, yang bisa kita lakukan hanya sampai pada tataran berucap dan berdoa demi kesatuan silaturahmi kedua pihak.

    Sembari kita tunaikan fungsi itu, alangkah indahnya bila kita galang semangat untuk mengembalikan jati diri Caruban Nagari sebagai basis KEBANGKITAN PENDIDIKAN ISLAM.

    Meski tak terlalu paham,saya yakin keinginan itu tak juga terlalu salah.

    Alangkah indahnya bila Keprabon memancarkan fungsi intelektualitas seperti yang dilakukan para winasis terdahulu.

    Alangkah indahnya bila Kanoman memancarkan peran pelatihan generasi muda: Powerful Education Center, berbasis nilai-nilai spiritual Islam, dalam rangka penguatan karakter bangsa.

    Alangkah indahnya bila Kasepuhan bisa memancarkan peran sebagai oboring jagat yang mampu menyejukkan suasana hati para petinggi negeri ini.

    Saya yakin, para winasis era baru ini tak kalah hebat dengan para pendahulu. Hanya saja, bila ada kelemahan yang masih menempel, itu merupakan proses yang harus sering ”dimandikan” dan dibasuh dengan air wudlu, sekurangnya 5 kali dalam 24 jam. Tentu, semakin banyak frekwensi siraman akan semakin memancarkan cahaya putih yang mampu memberi pencerahan dalam kesamaran dan kegelapan.

    Mohon maaf bila saya kladuk wani kurang dedugo. Tiba-tiba saja, tangan ini tak terkendali untuk ikutan memencet tut yang tak terangkai dengan pakem kesempurnaan bahasa tulis.

    Hanya gejolak hati yang mengantar tanganku merangkai huruf-huruf dengan bahasa terlalu kasar ini.

    Dari bumi Jaya Baya, saya ingin ikutan berperan dan merasuk dalam perjuangan pembangunan anak bangsa melalui Kesultanan Cirebon, yang terhormat.

    Semoga saja, tak ada aral melintang dan JALAN DILAPANGKAN TUHAN. Amin.

    Mohon maaf buat semua karib kerabat dan sahabat yang merasa terganggu dengan komentar ini.

    Wassalam.

  8. @ Pak Narno : sumangga Pak dipunsekecakaken 😀

    @ Pak Sawali : terima kasih Pak, menulis itu menghidupi jiwa

    @ Eyang Kakung : “Sabêgjå-bêgjané kang lali nganti kèlu pênggawé sasar, isíh bêgjå kang panggah élíng lan waspådå têtêp ing panggawé utåmå”

    @ cak han : sumangga sesarengan andon laku Cak.

    @ darul farokhi : terima kasih sekali atas segala apresiasinya Mas Darul. Diri kita masing2 inilah yang disimbolkan sebagai Semar, Ratu Adil, Kraton Agung ataupun Bait Allah. Semua symbol adalah Kitab Kering, yang dituliskan, de jure. Namun tiap pribadi manusia adalah de facto, Kitab Basah, Sastra Tulis tanpa papan kasunyatan kata Om Santri Gundul.
    Perjuangan hidup menuju Alief Lam Miem berkaca dari perjalanan Biksu Tong Sam Cong sangatlah berat harus melalui 33 rintangan & 99 derita. Maka sumangga dengan memakai simbolisme apapun, Islam, Kristen, Siwa Budha kita tetap berjalan menuju kepenuhan hidup seiring sejalan memaknai kemanusiaan kita ini. Semoga kita dimampukan. :mrgreen:

  9. Salam Sejahtera Saudaraku.
    Cukup lama saya hanya bisa menyimak.
    Nderek bungah bahwa perjuangan menyempurnakan hidup dan kehidupan ini tak pernah sendiri.
    Mugi saged dados satu batu bata yang akan mewujudkan bangsa kita sebagai mercusuar dunia.
    Matur nuwun
    Salam Buat keluarga

  10. http://sangkebenaran.blogspot.com/

    Inilah contoh ajaran PEDOFILIA Muhammad:

    Dikisahkan Jabir bin ‘Abdullah: Ketika aku menikah, Rasullah bersabda kepadaku, perempuan macam apa yang kamu nikahi? Aku menjawab, aku menikahi seorang janda muda? Beliau bersabda, Mengapa kamu tidak bernafsu pada para perawan dan memanjakannya? Jabir juga berkisah: Rasullah bersabda, mengapa kamu tidak menikahi seorang perawan muda sehingga kamu dapat memuaskan nafsumu dengannya dan dia denganmu?

    Hadits Bukhari Vol.7, Kitab 62, Pasal 17.

    A’isyah (Allah dibuatnya bahagia) diceritakan bahwa Rasullah (semoga damai sejahtera atas beliau) dinikahi ketika usianya tujuh tahun, dan diambilnya untuk rumahnya sebagai pengantin ketika dia sembilan tahun, dan bonekanya masih bersamanya; dan ketika beliau (Nabi Yang Kudus) mampus usianya delapan belas tahun.

    Kitab Sahih Muslim 8, Pasal 3311.

    Dikisahkan A’isyah: bahwa Nabi menikahinya ketika dia berusia enam tahun dan menikmati pernikahannya ketika berusia sembilan tahun. Hisham berkata: Aku telah menceritakan bahwa A’isyah menghabiskan waktunya dengan Nabi selama sembilan tahun (yaitu hingga kematiannya).

    Bukhari Vol.7, Kitab 62, Pasal 65.

    Muhammad telah bernasu birahi kepada anak berusia enam tahun. Apa yang tersimpan di dalam otak Muhammad? Apa pikiran mesum nabi merupakan perbuatan suci?

    • menyatakan kebenaran memang butuh keberanian
      bagaimanapun juga tiap manusia adalah sama, :mrgreen: atribut, jabatan, gelar hanyalah pengakuan
      dan bagi tiap pencari kebenaran ia harus punya prinsip untuk tak henti-hentinya mengakui bahwa mungkin saja ada kesalahan
      jadi bukan sebuah menara gading
      saya sendiri lebih suka pener & pas

      tidak mencari kebenaran :mrgreen: karena sering kebenarannya hanya kebenaran sendiri

  11. Assalamualaikum…
    Setelah saya mebaca tentang kehilangan jari semarnya, menurut saya sungguh aneh apa yang dialami para spiritual kasepuhan yang berdoa disana untuk mendapatkan wangsit, para spiritual itu seharusnya tahu betul apa yang diwangsitkan misalnya daerah semar yang dimaksud seharusnya juga tahu.
    Kemelut kekuasaan sangat sering terjadi sejak dahulu sampai sekarang ini disebabkan karena banyak orang berkiblat pada harta daripada berkiblat pada keluhuran budi. Seandainya ada yang mau mengalah tentu tidak akan ada kemelut. Kalau saya jadi Pangeran Emirudin tentu berat hal ini karena merupakan putra permaisuri, merelakan tahta yang menurut hokum kerajaan adalah haknya tidak hanya menyalahi adat, atau pepecuh / aturan, tentu saja anak keturunan juga sangat terpengaruhi pada kehidupan dimasa mendatang. Seharusnya diteliti dulu tingkat keaslian surat wasiat itu serta latar belakang surat itu apakah berdasarkan paksaan, keterjepitan atau penuh kesadaran. Jika memang aseli dan sah, bagaimanapun juga surat itu harus ditaati karena menaati anjuran surat itu berarti juga menaati nasehat orang tua. Jika surat itu diketahui tidak aseli belum tentu masalah selesai jika pelaku berkiblat pada harta masih tetap menggunakan cara-cara untuk menggolkan ambisinya, masih ada kemelut “untuk dieyelkan” inilah yang bikin ruwet.
    Juga dari sepengetahuan saya jika sebuah kerajaan telah menyatakan bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk selanjutnya harus taat dengan hokum perundangan yang berlaku di sini. Tetapi jika kerajaan itu dalam hal tertentu masih memegang teguh aturan kerajaan leluhurnya Negara Indonesia pun tidak berhak ikut campur tangan tentang aturan dalam negeri kerajaan itu, karena Kerajaan tersebut sangat dilindungi oleh Hukum Dunia. Untuk itu diserahkan sepenuhnya kepada pelaku pelaku dikerajaan tersebut.
    Saya juga terkesan dengan Kyai yang bisa menjabarkan arti kehilangan jari semar itu, diharapkan akan banyak pengetahuan-pengetahuan lain yang lahir dari banyak orang sehingga jalannya petunjuk tetap tersampai kepada masyarakat dunia..
    Sekian komentar dari saya mohon maaf bila ada salah pengertian, semoga berbahagia selalu…
    Wassalamualaikum….

  12. untuk,” sangkebenaran” knapa Anas bin Malik dan shbt yg sejaman dgn Hisyam tdk meriwayatkan ini? Kenapa beliau (Hisyam) meriwayatkan semasa di Iraq tdk di Madinah? Dgn pintarnya anda mencantumkan Bukhori tuk kepentingan anda, pdhal ada penjelasan khusus thdp hadist ini. Carilah tau dulu jawaban atas pertanyaan saya, drpda anda ditertawakan muslim karena kebodohan anda. Banyak bkti Nabi tdk menikahi Aisyah ra. pd usia 7 maupun 9 tahun.

  13. masTommy mungkin kyai yg dari Semarang itu benar lagi ndobos ya. Soalnya pas aku liat di Qur’an, AlifLamMim itu gak da yg tau artinya kecuali Allah. Piye ki mas, tambah mumet aku..
    :-(…

  14. matursembah nuwun atas pencerahan , mohon izin untuk nyecep ilmu salam sih katresnan dan salam kenal ……lanjutkan kan maz tommy untuk menulis sebuah pencerahannya,diri q terbantu atas mencari pemahaman Alif Lam Mim……matur suwun love u maz ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s