MENCARI WUJUD TUHAN

Standar

Sunan Kalijaga pernah bertapa 3 tahun di pinggir kali untuk mencari Tuhan.
Yang kala itu dicari oleh Sunan Kalijaga adalah wujud Tuhan sebagaiamana dikisahkan dalam Kitab Suci, namun yang beliau dapatkan adalah Tipaking Kontul mabur, oyoting bayu bajra, susuhing angin, galihing kangkung.
Tuhan mengatasi segala peristilahan manusia hingga oleh Simbah-Simbah terdahulu coba disederhanakan sebagai Hidup itu sendiri, dimana karena manusia hidup ia memperoleh kesadaran dapat mengenali dirinya, mencerap seluruh inderanya, timbul akal untuk melangsungkan hidupnya & mampu berkata Tuhan.
Maka sebelum ada Hidup orang Jawa berkata “Sejatine Ora Ana Apa-Apa”

Kawula dan Gusti itu sudah ada dalam diriku, siang dan malam tidak dapat memisahkan diriku dari mereka. Tetapi hanya untuk saat ini nama kawula-Gusti itu berlaku, yakni selama saya mati. Nanti, kalau saya sudah hidup lagi, Gusti dan kawula lenyap, yg tinggal hanya hidupku sendiri, ketentraman langgeng dalam ADA sendiri…Syeh Siti Jenar
Mati dalam hal ini ketika kita dikuasai oleh Hawa Nafsu
Contohnya : Surga, kalau kita mau jujur, seperti yang diajarkan dalam agama, yang menjadi dongeng pengantar tidur anak-anak kita juga sebuah pengharapan akan kehidupan yang lain bagi setiap orang adalah DAMBAAN DARI PUNCAK KENIKMATAN NAFSU.
Ya manusia adalah makhluk berhasrat. Hasrat atau hawa nafsu tidak akan terpenuhi oleh karena selalu direproduksi dalam bentuk yang lebih tinggi lagi. Sekali hasrat dicoba dipenuhi, maka yang muncul hanya hasrat yang lebih tinggi lagi, lebih sempurna lagi.
Salah satu sifat dari hawa nafsu adalah, bahwa ia tidak mau terpancang pada teritorial (kepuasan) yang telah dikuasainya. Hawa nafsu selalu bersifat deteritorial, selalu berontak melewati teritorialnya dan mencari teritori-teritori baru. Ia selalu menembus setiap batas-batas teritorial tanpa akhir. Hawa nafsu selalu membuat trik-trik dan tipu daya. Tipu daya yang dibahasakan sebagai akal budi, nilai-nilai keutamaan, iman dan juga Tuhan. Akan tetapi tipu daya saja tidaklah cukup; Ia butuh sesuatu yang abadi : SURGA, ritual pencarian yang tiada akhir.
Disinilah manusia terperangkap dalam nihilisme, ia tidak mampu untuk hidup, manusia adalah mayat gentayangan, bathang angucap jisim lumaku, hanya mengejar kekosongan demi kekosongan, mengejar pemuasan hasrat demi pemuasan hasrat.

“Sabda sukma, adhep idhep Allah, kang anembah Allah, kang sinembah
Allah, kang murba amisesa.”….Syeh Siti Jenar
Ketika perangkap ini telah mampu dilihat dan disadari maka tirai-tirai Rohani juga akan tersingkap, sehingga kesejatian dirinya beradu-adu (adhep idhep), “aku ini kau, tapi kau aku”.
Maka jadilah dia yg menyembah sekaligus yg disembah, sehingga dirinya sebagai kawula-Gusti memiliki wewenang murba amisesa, memberi keputusan apapun tentang dirinya, menyatu iradah dan kodrat kawula-Gusti.
Karena kualitas hidup manusia terletak pada bagaimana dia membuat keputusan & bertanggung jawab penuh atas keputusan itu dengan atau tanpa tuhan. *atau manusia pun adalah tuhan*

SIRRULLAH, DZATULLAH, SIFATULLAH, SAMPURNANING AF’AL, NUR WUJUD
“Segala sesuatu yg terjadi di alam semesta ini pada hakikatnya adalah af’al (perbuatan) Allah. Berbagai hal yg dinilai baik maupun buruk pada hakikatnya adalah dari Allah juga. Jadi keliru dan sesat pandangan yg mengatakan bahwa yg baik dari Allah dan yg buruk dari selain Allah.”
Nah bila segalanya ada dalam tuhan dan bahwa tuhan pula menyatu dengan kita, dimana kita sendiri manusia ini adalah NUR WUJUD maka daripada mencari-cari wujud Allah sebagaimana dikisahkan di Alkitab menjadi penunggu kali seperti Eyang Kalijaga mari kita WUJUDKAN Allah dalam hidup kita.
Kita wujudkan dalam Sampurnanya af’al kita sehingga Insan Kamil yang Memayu Hayuning Bawana tidak tinggal sebagai kisah komik superhero yang enak untuk dibicarakan & diperdebatkan namun susah untuk dinyatakan
.
.
Katakan YA pada Hidupmu, buatlah keputusan dalam Hidupmu dan bertanggungjawablah penuh
Karena itulah syahadatmu yang hakiki
Ashadu anna Muhammadar Rasulullah
Aku Bersaksi bahwa Aku Muhammad Sang Nur Wujud adalah Utusan Allah
Utusan untuk apa? buat keputusan segera..!!
Memayu Hayuning Bawana atau Muja Diyu Nyebar Angkara Murka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s