IDENTIFIKASI

Standar

Ada satu cerita tentang bagaimana Tuhan ingin berbicara secara personal dengan seseorang.
Dia menunggu di kamar sampai pintu diketuk.

“Kulanuwun..”

“Sinten niku?”

“Kula Tomy, Gusti..”

“Wah aku ra pengin ketemu Tomy”

Tomy jadi minder nggak jadi ketemu Tuhan

“Sapa kuwi?

“kula Gusti”

“Kowe sapa?” Tanya Tuhan.

“Kula Buta Tukang Ngowoh, Gusti”

“Wooo. Aku ora pengin ketemu Buta Tukang Ngowohan”

Lalu Si Buto mengurungkan niatnya bertemu Tuhan.
Tak lama seseorang yang lain mengetuk pintu kamar Tuhan.

“Sapa meneh ya?”

“Kula Gusti”

“Lha kowe kuwi sapa?”

“Kula pemain sinetron yang dulu menyumbangkan dana besar untuk pembangunan mesjid itu lho, yang anak saya ada yang jadi ustad dan baru saja membuat banyak orang jadi mualaf”

“Wah saya nggak mau ketemu pemain sinetron yang dulu menyumbangkan dana besar untuk pembangunan mesjid, yang anaknya ada yang jadi ustad dan baru saja membuat banyak orang jadi mualaf”

Tentu saja Tuhan ingat semua deskripsi yang diucapkannya. Wanita itupun pergi tidak jadi menemui Tuhan.

Seorang mahasiswa yang tidak lulus kuliah logika karena tidak bias membuat definisi, mengetuk pintu kamarnya Tuhan juga

“Saya Tuhan…”

“Siapa kamu?”

“Saya…..ya..saya, Tuhan”

Lalu Tuhan membuka pintu dan..

“Oooo kamu. It’s peri nais tu mit yu egen. Piye kabarmu Dab?”

One response »

  1. “Saya Tuhan”,

    Dua potong kalimat sederhana yang memiliki banyak arti dan juga banyak tafsir. Setiap orang akan memberikan reaksi yang berbeda saat mendengar atau membacanya. -salam Kang Tomy-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s