CONDITIONING

Standar

Refleksi dari kejatuhan manusia dalam dosa dikisahkan dengan sangat mengena dalam salah satu adegan film Italia berjudul 8 ½ , disutradarai Federico Fellini:

Ada seorang calon pastor bersama serombongan anak SD pergi kepantai.

Dua orang anak bertemu dengan seorang perempuan yang lebih tua dari mereka.

Sang anak bertanya, “Kamu siapa?”

jawab perempuan itu, “Aku pelacur”.

Mereka tidak tahu apa itu pelacur, tetapi toh berlagak tahu. Anak yang lebih besar, yang tampaknya lebih tahu, mengatakan kepada temannya,

“Pelacur itu perempuan yang berbuat sesuatu jika dibayar.”

Lalu mereka bertanya, “Apakah pelacur itu akan melakukan sesuatu jika dibayar?”

“Mengapa tidak?” jawab pelacur itu.

Lalu kedua anak itu mengumpulkan uang dan memberikannya kepada pelacur itu, “Maukah sekarang kamu melakukan sesuatu?”

Perempuan itu menjawab,”Oh tentu Nak. Apa yang kamu mau?”

Mereka minta pelacur itu melepaskan pakaiannya. Tentu saja itu tidak sulit dilakukan oleh pelacur itu. Kedua anak itu menatapnya; belum pernah mereka melihat wanita telanjang. Karena tidak tahu mesti berbuat apa, mereka berkata, “Maukah engkau menari?”

Lalu mereka menari bersama, bergembira, suka cita dengan tulus; sampai calon pastor itu datang dan memarahi pelacur tersebut, memintanya berpakaian kembali lalu mengomel-ngomel.

Narrator film itu berkata, “Pada saat itu, anak-anak itu tercemar, sebelumnya mereka begitu suci”.

Itulah conditioning.

#anthony de mello “doa sang katak”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s