DEMOKRASI “KETHEK SARANGGON”

Standar

1.  DURSASANA

2.  DAGANG SAPI

PAN Berubah Sikap soal Bailout Century

JAKARTA- Kebijakan Partai Amanat Nasional (PAN) terhadap kebijakan bailout sebesar Rp 6,7 triliun kepada Bank Century berubah setelah Kongres III memutuskan untuk memperkuat koalisi dengan Partai Demokrat.    :mrgreen:

Menurut Sekjen DPP PAN Taufik Kurniawan, saat ini arah dan kebijakan partai dalam memandang kasus bailout Bank Century bukan kesalahan pengambilan kebijakan, karena keputusan bailout merupakan upaya untuk menyelamatkan perbankan terhadap krisis.

’’Tidak ada masalah dalam kebijakan pencairan dana talangan untuk Bank Century. Oleh karena itu, PAN akan fokus pada penyimpangan dalam teknis pengambilan kebijakan bailout,’’ ujarnya usai rapat paripurna di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Ketua Komisi V DPR ini menyatakan, pemahaman seperti itu sudah disampaikan kepada semua kader PAN dan juga anggota Fraksi PAN. ’’Itu sudah kebijakan partai. Bagaimanapun juga, sebagai kepanjangan tangan dari partai, fraksi harus melaksanakannya,’’ tambah Taufik.

Oleh karena itu, lanjutnya, untuk menjaga ritme anggota FPAN di pansus angket Century, partai telah membentuk semacam task force, guna mengkaji apakah kebijakan dan keputusan partai ini digunakan sebagai acuan dalam pembahasan anggota pansus dari FPAN. ’’Jadi, anggota pansus dari FPAN tidak bisa bergerak sendiri-sendiri. Semua harus berjalan di dalam koridor hasil kajian task force,’’ katanya.

SUARA MERDEKA, 20 Januari 2010

27 responses »

  1. Pamuji rahayu..

    waaahh.. hehehe. rame kidimas… kethek pada padhu np kethek seranggon rebutan rukem.. sinebutipun kados ” catur wanara rukem ” hehehe… jadi kepripun njih kidimas..,
    nuwun
    rahayu..

  2. Saya putar YouTubenya mas Tomy sambil saya tunjukkan kpd simbah.., dan saya berkomentar ini lho mbah ulah seorang Pahlawan-Kesiangan.., pernah dengar nggak mbah pahlawan kesiangan? Eee…simbah malah berkomentar : “kalau menurut simbah bukan kesiangan lagi nang, kuwi jenenge “PAHLAWAN-KESURUPAN”…wanci surup kae lho ngerti ora?
    Ya begitu ulahnya…” Betul mbah KESURUPAN demit kethek Anggodo, Anilla, Sugriwa…lsp.

  3. hihihi…….

    lha kok malah dadi pulitik….kan bener kata gusdur….taman kanak2…leptop 21 yuta, mubil dines 1,3 M, kompie 20 yuta…sing salah sopo?? yo awake dhewe iki sing milih wakil2 ning sing diwakilke sing kepenak2, sing ora enak ben dipek rakyate….cakil = calon wakil…buto cakil mati ngadek kanthi kerise dhewe :mrgreen:

  4. Pokok’e nyoblos iki lho…”satriyo piningit”!!!…

    Jebulll…piningit dening imperialis/kapitalis/kolonialis…
    DHUUAAASSSAAARRR…Ghuuuooobbbloooggg
    mbesuk 2014…baleni meneh

  5. melihat adegan itu,teringatlah pepatah disekolah:
    *Tong kosong nyaring bunyinya *Air beriak tanda tak dalam *Anjing menyalak tidak menggigit *Kakehan gludhug kurang udan.

    Kepada siapa aku mengeluh….,kepada siapa aku mengadu…….???sungguh aku merasa prihatin.

    salam rahayu.

  6. Katur dumateng Mas Paryit

    Sebagai civil servant, pegawai negeri, pangembating praja sudah selayaknya mengembangkan kepedulian akan permasalahan yang dihadapai masyarakat, bangsa & Negara.
    Sebagai contoh di bidang Industri & Perdagangan, para pegawai negeri harus sigap memetakan masalah & mencari solusi kenaikan harga bahan pokok khususnya beras & gula…kata teman saya ganti harga bukan kenaikan harga…
    Atau saat penerapan ACFTA sekarang ini mereka harus segera mengkoordinasikan segala permasalahan dengan stakeholder terkait & mencari solusi bersama agar pelaku usaha bisa survive & menjadi pemain bukan korban dari penerapan ACFTA, hal ini bisa dengan menginformasikan produk-produk yang dibutuhkan Cina & memfasilitasi untuk bisa melakukan kerjasama dengan pihak Cina, pelatihan berbisnis dengan Cina & peltihan bahasa juga…termasuk buat birokrat kita…
    Dan lebih mendayagunakan pelindungan konsumen & pengawasan barang beredar sebagai salah satu barrier perdagangan agar barang yang ada sungguh2 berkualitas.
    Pegawai negeri harus punya visi kebangsaan bukan sekedar mengerjakan tugas

    SPPD….biaya jalan-jalan dinas….. harus benar2 digunakan untuk perjalanan dinas survey lapangan, pemetaan masalah serta pengumpulan data bukan cuma buat nambah ‘duit lanang’ 😀

    Iklim usaha di Indonesia terlebih Semarang sangat tidak kondusif, otonomi yang kebablasan bisa menimbulkan pungli atas nama otonomi desa…desa saja sekarang ada otonomi khusus duhhh… maka tidak heran wingko babat yang dijual di Pandanaran bisa sama harganya dengan yang dijual di Singapura tapi yang dijual di Lampung bisa berkali lipat

    Saya sendiri sering nglokro bila sudah bicara masalah & mencari solusi…
    Sumangga deh para Saudara untuk berbagi

  7. Dalam kisah pewayangan MAHABARATA, dikisahkan Pendawa kalah dadu maka mereka harus bersedia menyerahkan negaranya & rela dibuang kedalam hutan selama 13 tahun.
    Begitu juga bangsa Indonesia ini sudah ‘kalah dadu’ & menjadi orang buangan dinegaranya sendiri
    Namun seharusnya masa pembuangan 13 tahun itu telah berakhir, namun Orang Buangan, yang tak lagi punya kekuatan riil butuh SPONSOR,.
    Dikisahkan PRABU MATSWAPATI, RAJA WIRATHA yang akan menjadi sponsor bagi Pandawa si Orang Buangan untuk merebut kembali negaranya meski harus dengan jalan BARATAYUDHA.
    Akankah muncul Matswapati di negara ini bila Para Wakil Rakyat yang diharapkan malah dagang sapi mengabdi kepentingan golongan & partainya

    OHM AWIGHNAM ASTU NAMAS SIDHI
    KAWULA NYOKONG PAMUJI

  8. @ Kangmas Hadi Wirojati tuwin Kangmas Samin
    Njih menika ingkang sinebut bakal ana wong dundum banyu, poma dipoma aja melu njaluk banyune amerga banyu mau marahi mendem nadyan ngombe pisan dadi Eka Padmasari suwening-suwe kadya Catur wanara rukem

    @ m4stono, Mas-ipun sampun sinebat ing ngajengipun asma
    Tujunipun kula riyin mboten milih amargi pamanggih kula penonton melu keplok nanging aja nganti tombok 😀

    @ Mas Love
    Sumangga Mas, kula melu ngombyongi hihihihi

    @ Sedulur Alris
    Jangan beli kucing dalam karung😀

    @ Eyang kakung
    Sumangga sami maneges dumateng Gusti, Yang 😀

    @ Mas Itempoeti
    Njih menika jatine kethek saranggon
    Hus ampun seru-seru lho Kangmas mangek konangan Buto Ijo hihihihi

  9. PAMUJI RAHAYU

    Kidimas .. jadi ingat pesan Leluhur Sunda Wiwitan.. Wangsit Uga Siliwang ) :

    Nu tutunjuk nyumput jauh; alun-alun jadi suwung, kebo bulé kalalabur; laju sampalan nu diranjah monyét! Turunan urang ngareunah seuri, tapi seuri teu anggeus, sabab kaburu: warung béak ku monyét, sawah béak ku monyét, leuit béak ku monyét, kebon béak ku monyét, sawah béak ku monyét, cawéné rareuneuh ku monyét. Sagala-gala diranjah ku monyét. Turunan urang sieun ku nu niru-niru monyét. Panarat dicekel ku monyet bari diuk dina bubuntut. Walukuna ditarik ku turunan urang keneh. Loba nu paraeh kalaparan. ti dinya, turunan urang ngarep-ngarep pelak jagong, sabari nyanyahoanan maresék caturangga. Hanteu arengeuh, yén jaman geus ganti deui lalakon.

    benar apa yang disebut sebagai wangsit dan nasehat leluhur.. semua bakal terjadi, entah Jangka Jayaboyo, Ranggawarsita, ataupun Sang Hyang Sabdapalon dan Naya Genggong Sang pamomong Tanah Jawa…, juga Wangsit Siliwangi ( Sunda Wiwitan – Pajajaran )
    nuwun
    Rahayu…

  10. kebijakan konon memang tak bisa dipidanakan, karena dikhawatirkan akan menjadi preseden bagi presiden berikutnya, ndak berani mengambil keputusan. semoga pansus tdk masuk angin, apalagi mati suri. siapa pun yang terlibat dalam penyimpangan di balik kebijakan ini mesti bertanggung jawab.

  11. Ditempat saya ada nada sarkasme untuk memaki orang , misalnya:”dasar utek bulus!!!atau wooo lha bocah ki nek kaya bulus!dsb
    di tempat saya orang yang dikatai bulus itu indetik dengan orang yang licin, licik, plin plan dsb…
    Yang Mengherankan saya, Kenapa ya BK mendasain gedung tempat orang2 terhormat mirip sekali dengan badan bulus? Tidak sengaja kali ya….

  12. Saya sesungguhnya sangat awam dan bosan dengan cerita century yang berlarut-larut, bahkan Presidn pun yang sangat mendukung penyelesaian Centuri kok bahasa dan tindakannya malah agak minor dengan berbagai diplomasinya.. kenapa ya ?.

    Padahal semua tahu bahwa dalam rapat KSSK, s/d Sri Mulyani menyetujui, bahwa jumlah uang yang disepakati hanya ratusan milyar saja, tapi saat pelaksanaan menjadi trilyunan. Seakan-akan pejabat penting termasuk Presiden seperti merem-merem saja.

    Padahal gampang kan ?…cuma cari kebocoran dana yang dibuat lebih dari kesepakatan itu kemana larinya ???.

    Malah sekarang Century hanya dijadi opini saja, bahkan hukum-hukum dan lembaganya hanya jadi slogan. Jadi negara ini ternyata hanya berlandaskan opini dan slogan, substansi persoalannya hanya samar-samar dan kaya akan berbagai diplomasi yang membingungkan orang awam, dan korbannya tentu rakyat miskin.

    Jadi sekarang para sedulur semua akan dukung apa dan siapa ?.
    Masih mau jadi roda nya partai ?, dukung Sby terus ?, atau rakyat membuat kekuatan baru tanpa identitas ?.

    Tentukan pilihan sekarang juga, karena NKRI ditangan kita, dan suara rakyat adalah Tangan Tuhan.
    Monggo dilanjut, sy hanya intermezo

    Maturnuwun

  13. @mas olads

    kalau saya boleh berpendapat, seharusnya century itu yg diuber adalah duitnya, saya aja males ngikutinnya, keknya pantut…eh pansus ini hanya cari perhatian saja, seolah olah semua mata harus tertuju ke dia, bayangkan seorang wanita yg belum terbukti kesalahannya hanya sebagai saksi harus menjalani sidang pendadaran dengan lebih dari 20 dosen penguji dari siang hingga larut malam dan pertanyaan yg diajukan hanya soal itu2 saja yaitu proses pengambilan keputusan dll, sedangkan duitnya entah lari kemana, belum lagi ada 2 orang “dosen penguji” yg membolos mejeng masuk tipi disaat teman2nya sedang sibuk bersidang…..

    seharusnya pansus itu arahnya ya nguber duit itu kalau beranggapan 6,7 T itu sangat berharga dalam hal ini si robert lah yg “diuber”, tapi kalau motifnya politik kekuasaan seperti bulog gate pada era gusdur itu yaaa capeeek deh… yg bahkan ketika gusdur lengser kasusnya ndak ada kelanjutannya lagi….

    oke lah saya setuju SBY lengser karena dianggap gagal tapi ya mikir2 dulu ntar yg nggantiin siapa?? jangan2 dari parpol yg 4 L (loe lagi loe lagi) belum pemilu lagi yg ngabis abisin duit, belum lagi yg tidak terima hasilnya…ribut2 lagi…ini para buto wakil maunya apa sih?

    bagi saya sih solusinya satu “REVOLUSI SPIRITUAL” tanpa korban dan darah, dimulai dari diri sendiri, lihat diri sendiri sebelum menyalahkan orang lain, mulat sarira sarirasa tunggal, hangrasa wani dan puncaknya adalah “JAWAHA CAYA”

  14. Penghujung bulan sudah datang, ada yg suka karena baru gajian, ada yang seding karena target tidak terpenuhi, apapun yang terjadi ruanghati.com ucapkan selamat berakhir pekan dan berakhir bulan, selamat ngeblog, yang barusan gajian bisa dihemat sampai akhir bulan berikutnya,

    salam hangat san sukses selalu

    semoga hidup Anda penuh dengan Cinta, Kesehatan, kebahagiaan dan Kedamaian selalu

    ruanghati.com

  15. Semoga kita tidak kehilangan penghormatan kita akan para pemimpin, tetap menyapa dengan kasih saat sepertinya mereka melenceng dari arah & semoga para pemimpin tidak mengorbankan penghormatan rakyat demi untuk menuruti kepentingan pribadi

    Semoga kebenaran ditegakkan & diungkap bagaimanapun pahitnya
    Kita harus segera bangkit dari blunder kesalahan, bersiap merevolusi kultur
    & semoga segera dibangkitkan diantara bangsa ini para pemimpin bagsa yang amanah bersenjata Trisula Wedha

  16. pamuji rahayu..

    amin kidimas Tomy tuwin para kadahng kinasih.. mugya kita engal nggadahi para pemimpin ingkang kados dipun serat kaliyan Kidimas Tomy…, semakin hari rasanya semakin yakin akan datangnya seorang pemimpin Nuswantara bersenjata trisula wedha… mugya sedayanipun tansah jinangkung dene para leluhur lan agung pengestu saking kersaning Gusti Kang Maha Welas Asih.
    nuwun
    salam sihkatresnan
    rahayu…

  17. hahahhahhaaa
    indonesia udah nomor satu soal korupsi
    tambah lagi no satu dalam adu mulut…

    untung aja “cangkem” ora lepas kabeh hehehehe

    salam adu mulut mas tomy

  18. mangkane saiki kjabeh kudu bisa sekolah menyang alas kethonggo, sing gawat petheng dhedet, gung lewang lewung,kaya dene godong garing kabur kanginan….nek wis lulus saka alas kethonggo..bakal munggah menyang alas roto,nyedaki tawang roto, menyang punthuk pithu, ben samsoyo CETHA..laku niro..aja dumeh duwe thutuk ning thutuk sing gawe larane liyan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s