WEDHA PININGIT

Standar

Antara lama ana marmaning Hyang Widhi,

Kusuma taruna jati bebisik Satriya Suci,

Wus mantun hanggenira piningit linuwaran dening Allah,

Kinen anyapih gung-agenging perang rusuh,

Hanyirnakaken durjana durmala durmadi,

Suksmaning Suksma Jati.

Sanadyan hamung priyangga prasasat hangadu jalmi,

Ewa semana mengsahira sami kabarubuh kasoran yudhanira.

Inggih satriya puniki langgeng dzikire,

Pandita, guru, kyai iku kang dadi kawulane.

Narpati Njeng Sunan Herucakra jejulukipun,

Hambawahi Tanah Jawa,

Jawa jawi mapan wus ngerti dadi wajibing wong urip sakdurunge mati.

Pangarsa kang nyata,

Imam Mahdi tetengeripun.

**********

Menjawab segala permasalahan Indonesia dan kebutuhan ultim  akan sosok Pemimpin Besar, sosok Ratu Adil yang dinanti dan dirindukan; saya posting WEDHA PININGIT ini.

Wedha dari alam kaluhuran, sumangga para Saudara semua menginterpretasikannya.

Mari bercurah pikir tentang solusi bagi negeri tercinta ini dan semoga dengan WEDHA PININGIT ini mampu menggerakkan Ghoibing Nusantara

Kawula sokong pamuji saha jurung donga adeging nagari

40 responses »

  1. Pada saat jamannya Pak Karno, ada 2 perusahan yang ditugaskan mengelola kekayan negara atau yang sekarang sering disebut sebagai Dana Revolusi.
    Kalau tulisannya nggak salah, kedua perusahan itu adalah PT KARKAM dan PT ASAAD.
    Kekayan negara yang dikelola salah duanya adalah Gunung Emas di Papua dan Ladang Minyak di Aceh. Sayang Sang Pemimpin Besar Revolusi, Bung Karno yang telah menyiapkan segala infrastruktur itu takut akan darah.
    Ketika terbukti akan ada kudeta yang didalangi Amerika saat HUT TNI, beliau menyerahkan keputusan kepada 3 pimpinan partai besar saat itu. PKI sebagai satu-satunya partai yang militan yang berani mengambil resiko menyelamatkan revolusi.
    Sayang jalannya sejarah tidak berpihak kepada bangsa ini untuk bersama negara lain yang tergabung dalam GANEFO menjadi mercusuar dunia.
    Sebagaimana perjanjian masa lalu harus digenapi, RATU KUNING nenggih Jendral Besar Suharto yang harus berkuasa di Indonesia.

    Maka dijuallah kepala bangsa Indonesia, kekayaan negara dikuasai Freeport dan Exxon.
    Kepala orang Indonesia sudah dicuci otak, ditanamkan ideologi hegemonik, sebuah kesadaran palsu yang mengacu pada nilai-nilai moral tinggi dengan sekaligus menutup kenyataan bahwa di belakang nilai-nilai luhur itu tersembunyi kepentingan egois para penguasa.
    Maka agama dan keluarga memainkan perannya dalam meracuni otak kita ini, hingga perlu dibentuk wadah kaum ulama yang menentukan baik tidaknya, halal haramnya seluruh peri kehidupan bangsa.
    Juga perlu adanya PKK sampai ketingkat RT guna lebih mengefektifkan penyebaran racun ideology ini dan sebagai system control yang terampuh.
    Lalu iming-iming surga dihembuskan agar setiap orang mau menggadaikan isi otaknya

    **********
    Revolusi adalah keniscayaan, yang harus dimulai dari penyadaran dan pemberdayaan.
    Perlu dilakukan kerja di bidang ideologi untuk melawan ideologi hegemonik tersebut.
    Ideologi harus bersifat dialektis, yang mengakar kuat dalam kultur manusia
    Bersifat dialektis berarti sanggup menyesuaikan perkembangan jaman, bebas dari belengggu ideologis yang akan disalahgunakan oleh kekuasaan sebagai dasar legitimasi dari produk-produk kekuasaan.
    Mengakar kuat dalam kultur manusia berarti membangkitkan penyadaran sejati akan hakekat manusia.
    Bahwa sesungguhnya manusia berasal dari unsur yang sama, berasal dari hidup yang sama. Namun tidak membuatnya terjebak dalam humanisme yang hanya akan mengkerdilkan arti kemanusiaan.
    Mengakar kuat juga memiliki arti sebagai roh yang memberi kekuatan dan orientasi pada tiap gerak hidup manusia, roh yang membuat jiwa tidak dimutasi oleh status dan keadaan sosialnya.

  2. Pertanyaannya apakah kita memang perlu berharap pada figur, berharap pada sistem atau sebaliknya malah nggak urusan , anggap saja ratu adil itu yah setiap rakyat : Tetap Berjuang saja walau penguasa menyebalkan sekalipun.🙂

  3. Salah satu kerja strategis untuk merongrong ideologi adalah melalui bahasa. Bahasa yang telah dan nyaris “hilang” sangat efektif untuk sarana berjuang. Nuwun Ki, dilanjut…. Rahayu

  4. Mas Tomy,

    terus terang saja, saya bingung harus berkomentar apa lagi, tentang negeri ini?

    bangsa kita saya pikir dan saya rasakan begitu nerimo ing pandum, jika terpaksanya tidak kaduman (tidak kebagian pun) akan dengan berbagai daya upaya tetap berusaha untuk survival, entah jadi pelacur, jadi pengamen, jadi pemulung, jadi PKL, jualan bakso, mie ayam,jualan pecel, jualan te sate, ngojek, narik becak, nyopet, kuli panggul, tukang gali kubur and so on.

    dikuasai belanda selama ratusan tahun juga bisa menikmati, di kuasai jepang juga bisa bekerja sama, di jajah soeharto selama tiga dekade juga bisa mensyukuri, walau pada akhirnya soeharto dijatuhkan oleh rakyat, tetapi rakyatnya juga baik sama soeharto. Buktinya ketika soeharto lengser, ya tenang-tenang saja sa konco-koncone, sak anak-anake, semua enjoy menikmati harta jarahan atau rampokan dari rakyatnya.

    Rakyat kelaparan, bayi-bayi dan anak-anak pada kurang gizi,banyak pengangguran, tetapi “pemerintah” juga tenang-tenang saja sambil meneruskan korupsinya. Rakyat juga tidak berontak, seakan itu dianggap sebagai takdir, atau paling banter jika mereka mengeluh paling hanya berbisik “Yo wis ben, Gusti ora sare, sing sopo nandur bakal ngunduh, wani ngalah luhur wekasane”.

    Mereka tak peduli dengan isi “konstitusi”, sekalipun secara telanjang pemerintah telah melanggar konstitusi. Lihat dan baca pasal demi pasal UUD 45 amandemen, jika negara ini dijalankan sesuai konstitusi maka TIDAK AKAN ADA LAGI PENGANGGURAN, TIDAK AKAN ADA LAGI KEMISKINAN (absolute poverty).

    Jadi bagaimana cara menyelamatkan bangsa ini? wong jelas-jelas harta rakyat dicuri juga paling-paling bilang “Yo wis ben, engko nak kewaregen kan yo muntah”.

    Makanya, bangsa kita bisa menikmati segala jaman. Baik jaman kerajaan (feodalisme), penjajahan, maupun jaman kemerdekaan walau yang menikmati kemerdekaan hanyalah golongan tertentu, sementara yang lain dan jumlahnya puluhan juta tetap saja hidup dalam belenggu kemiskinan.

    semua agama juga silaken berkunjung dan menetap di tanah Nusantara. Saya benar-benar tidak tahu, apakah karakter seperti ini merupakan kekayaan budaya atau “distorsi budaya”?

    Paling-paling yang suka protes dan demo hanyalah sebagian kecil, itu pun kalau sudah “kebagian” juga akhirnya diem. Termasuk saya, (eheeeem…..), jika sudah kebagian yang enak-enak juga paling-paling diem juga (siapa tahu kan?). Wong saya ya bukan superman.

    mbuhlah, aku ora mudeng, siapa yang akan saya bela, diri saya atau oang lain. Benarkah orang lain butuh pembelaanku? jangan-jangan yang lain juga sudah menikmati. Yang miskin juga sudah menikmati kemiskinannya, yang jadi tukang ngamen juga sudah menikmati profesinya, ah…….saya kira semua sudah menikmati. Karena ya itu tadi, mereka NERIMO ING PANDUM.

    saya bukannya putus asa mas tomy, hanya tidak tahu, gimana formulasi yang tepat dalam mengelola SDM dan SDA bangsa Indonesia. Dan bagaimana harus memulainya apakah dengan REVOLUSI atau dengan PERUBAHAN SECARA GRADUAL?

    Itu komentar saya mas tomy.

  5. Sarujuk sanget kinakmas Tomy, kinakmas Wong Alus…
    Itulah yang terpampang dalam benak saya saat2 mengusulkan TRIWIKRAMA-BUDAYA beberapa bulan yang lalu. Mungkin dalam bahasa ungkapan populer mungkin ”RENOVASI-TOTAL” atau ”RENOVASI MULTI-DIMENSI” Kedaulatan Bangsa/Negara.

    Menyangkut Bung Karno, beliau bukannya takut-darah(maaf bukan kultus individu), namun semata-mata sangat2 mencegah terjadinya ‘bharatayuda’ pasca G30S-PKI. Info ini saya peroleh langsung dari satuan yang setia dibelakang Bung Karno, me-nunggu2 perintah beliau.
    Tentang PT.KARKAM/MARKAM, PT.ASAAD dan beberapa lagi, pasca 1965, perusahaan2 tsb entah kemana, muncullah Liem family di era Suharto…ada kekuatan tersembunyi.
    Jadi ingat saat saya ke Muenchen/Jerman th-1976, bertemu teman Indonesia/Pasuruan. Dia berterus terang, ke Jerman sejak masih Bung Karno berkuasa, dia ‘lari’ keluar karena ikut GAS(Gerakan Anti Soekarno). Namun mengamati perkembangan NKRI s/d 1976, dia malah berbalik MEMUJI SOEKARNO.
    Ada sementara analisa, persaingan kekuatan AS-USSR-RRC, bertarung berebut NKRI…

    Reformasi-1998, semakin parah. Ada kekuatan culas memfitnah TNi, hasilnya semakin jelas sekarang ini…3-Angkatan TNI MANDUL…
    POLRI sudah terkendali…oleh siapa?

    Sumangga dipun lanjut….
    Semoga Kejayaan NKRI segera tewujud
    Harapan yang tua2, agar generasi penerus bangsa, tetap memegang Api-Semangat Pahlawan 10-Nopember

    Saya mengangkat ”SANG PAHLAWAN BESAR” sebagai Renungan 10-Nopember
    Saya aturi pinarak….Nuwun

    Salam…Kanugrahan, Karaharjan, Karahayon

  6. Ketika masyarakat belum kuat secara ideology, penggantian pimpinan hanya mengulang sejarah revolusi Prancis. Saat kaum borjuis lemah rakyat belum punya kekuatan riil maka Prancis menjadi Negara Bonapartis.
    Maka saya masih tetap percaya akan kerja di bidang ideology, lewat penyadaran dan pemberdayaan dimana kepedulian social harus ditumbuhkan

    Lewat jejaring internet juga dalam pekerjaan, saya terhubung dengan berbagai pribadi & komunitas yang peduli & berjuang, yang bahkan secara militant. Ini semua membangkitkan harapan akan masa depan Indonesia yang lebih baik.
    Ada suatu proses dalam kebetulan yang saya temui dengan mereka ini, seperti juga Wedha Piningit dan ‘bahasa’ yang nyaris hilang seperti yang dikatakan Ki Wong Alus

    Hidup memang banyak hal yang unpredictable apalagi bila hanya mengandalkan logika.
    Menyerahkan segala sesuatu pada Tuhan sama fatalistiknya dengan hanya mengandalkan logika
    Keduanya mengandung kekerasan, yang satu bisa dengan seenaknya melempar kesalahan & tanggung jawab dengan berkata sudah kehendak Tuhan yang satu tak mau menerima hal2 diluar akal yang sungguh terjadi karena nalar & logikanya tak mampu memahami.

  7. Tulisan yang memiliki daya penciuman tajam !
    Ratu adil, SP, Herucakra, semune pudhak sinumpet. Bukan hanya figur atau tokoh, tetapi yang perbawanya hanglimput ing jagad nusantara. Menciptakan pribadi-pribadi yang adil bijaksana, yang disambut oleh sistem sosial ekonomi, dan politik yg menjunjung tinggi keadilan, menciptakan negeri yang subur makmur, gemah ripah loh jinawi, tata titi tentrem kerta raharja.

    salam karaharjan

  8. Mungkin agak sedikit nglantur ya Ki Tomy,Ngomong2 soal dana revolusi, konon ada sebuah goa di sebuah tebing/ lereng yang sangat curam, untuk turun kesitu musti memakai tali temali, dan bila jatuh ke bawah dijamin jadi sewalang-walang, di sudut goa terdapat batu bundar yang berwarna agak keputih2an, konon sri Paduka sering maneges di situ, semakin memasuki lorong seolah tidak terdapat apa2, padahal sejatinya berserakan lantakan emas murni di situ,konon siapa yang hatinya telah tak tergiur harta benda bisa menyaksikan hal itu, nah suatu saat si Satrio piningit akan datang kesitu. Tempat itu dijaga semacam seperti Mbah Marijan, tapi yang sekarang itu sudah kuncen generasi ke dua. Seorang yang nyeleneh tapi sebetulnya berilmu tinggi, dan melakoni hidup cara sufi. Jadi ndak usah kuatir, pada waktunya nanti Pak/Mbak/Ibu Satrio piningit akan mengambil harta amanah itu , untuk mendukung pembangunan bangsa ini.

  9. harta revolusi seperti itu ada banyak cerita Ki tergantung paranormalnya,
    orang Grobogan sampai ludes hartanya nyari di tebing itu
    namun semuanya juga sebagai racun yang meracuni kesadaran kita
    melupakan tentang warisan Bung Karno yaitu revolusi Indonesia

  10. ehm, mungkin bener kata mas tommy, tapi orang yang pada nyari itu kan mau dipek, kalau yang ndak nyari tapi tiba2 nemui gimana Ki, malah ditawani, “yen kowe butuh kanggo uripmu nggowoa sakcukupmu ngger:.Mboten mbah, kula adoh tekan kene ora nggolek ngono kui.

  11. wah akhirnya nimbrung juga nih:mrgreen:

    sori mas tomy agak OOT….kalo yg dana revolusi itu beneran ada yah….perasaan ada beberapa bahkan banyak paranormal yg ngaku aku pewaris dana revolusi dan ada juga yg dandan ala pak karno….bukannya mengkultuskan atau kurang suka, tapi maksud saya mbok ya pake identitas sendiri aja lebih oke ketimbang cuman ikut2an………..kalo bicara tentang harta “gaib” memang agak susah di materialisasi karena biasanya begitu harta tsb dikubur didalam tanah maka jin2 itu juga berebut utk menungguinya, sehingga sulit utk diketemukan…mungkin begitu juga nasib harta2 warisan kerajaan2 nusantara……..

    tapi bagi kita yg terpenting harta itu ya diri kita sendiri ndak usah njagakke pihak lain, toh kalo sudah saatnya ya ntar harta2 yg tersembunyi itu akan njedul sendiri asalkan kita punya watak demuwe yg tidak mengaku aku sepihak….nah sekarang tinggal nyari exemplar contoh orangnya yg benar2 berwatak demuwe itulah yg sulit….sebagai contoh mahasiswa sekarang sedang giat2nya menerapkan watak idealis tinggi ketika demo, itu bagus tapi begitu mereka lulus dan menjadi pejabat maka watak idealismenya semasa mahasiswa luntur semua menjadi watak materialisme…..siapa sih yg tahan melihat godaan duit akehe sak karung:mrgreen:

  12. Menanggapi tentang dana siluman revolusi, saya akan berbagi informasi.
    Salah satu isi Supersemar yang asli adalah amanah mengamankan keluarga dan ajaran Bung Karno.

    Nah untuk menghilangkan amanah Bung Karno yang asli tersebut oleh RATU KUNING dibentuklah YAYASAN TRI WIJAYAKUSUMA yang dalam aksinya menyebarkan kabar tentang adanya dana revolusi.
    Wujudnya kolektra, harta karun dinasti, uang brazil, obligasi yang konon tersimpan di Bank Swiss dan juga tersebar diseantero Nusantara menunggu orang YANG BERAMANAH untuk mengambilnya kembali untuk ANJANGKAH JANGKA menjadikan Indonesia mercusuar dunia.
    Yayasan ini anggotanya adalah orang-orang linuwih yang mumpuni di bidangnya, pengetahuan agama tinggi, nasionalis, karismatik dan berkemampuan paranormal.

    Maka dengan kemampuannya mereka dengan mudahnya menebarkan racun kepada kaum spiritualis, kaum agamis juga nasionalis, sehingga bangsa ini teralihkan dari mencari ajaran Bung Karno yang asli menjadi mencari dana revolusi.

    Kemaren saya sempat chating dengan teman baru yang juga pejalan spiritual yang bertanya mengapa para putra wayah Majapahit selalu dijaga oleh MACAN PUTIH.
    Nah, dulu di daerah Kediri ada PERGURUAN MACAN PUTIH yang bertugas menjaga kekayaan Negara sejak jaman GENDRAYANA sampai Indonesia merdeka sebagai modal untuk Indonesia jadi Mercusuar Dunia itu
    Mungkin PERGURUAN MACAN PUTIH ini seperti PARA KSATRIA TEMPLAR yang menjaga relikwi Yesus:mrgreen:

    Nah oleh PARA DURJANA, DURMALA, DURMADI Perguruan Macan Putih dijadikan ikon penarik hati para spiritualis.
    Jadi saya tetap menekankan pentingnya kerja dibidang ideology karena dari uraian diatas kita telah diracuni dari segala penjuru.
    Benar yang dikatakan Mas Prayit bahwa Negara ini sangat kaya namun tidak ada yang mampu mengelolanya.😉

    Ketika MENTERI AGAMA dibujuki oleh YAYASAN TRI WIJAYAKUSUMA atau AMALIYAH untuk mengobrak-abrik Istana Batu Tulis, kumara Bung Karno sebelumnya datang mengatakan bahwa Beliau punya harta yang berlimpah dan bertanya sebaiknya hendak diapakan dan oleh siapa.
    Kami menjawab kalau jamannya masih jaman maling seperti ini lebih baik harta itu kembali jadi tanah saja.

    Seperti yang diungkapkan Mas Prayit dan Mas Tono, STATUS SOSIAL MENENTUKAN WATAK SOSIAL, pas kere wae sok idealis pakai istilah NJANGKAH JANGKA, bareng entuk kedudukan, sapa sira sapa ingsun ayo padha maling berjamaah…….. 😥

  13. wah mantep mas……

    jadi dana revolusi itu bo’ongan yah…padahal berharap dapat kecipratan sak ipit2 juga tak tampani…hihihihihihi………..

    wah sayang ketika pak karno berkuasa saya blom lair…heheh…tapi ndak apa mungkin ajaran2 beliau bisa kita resapi dan hayati bersama walaupun jamannya berbeda……….

    sebenarnya saya kurang setuju kalau krisis multi dimensi itu akibat ulah pak harto itself…ya mohon maaf ya….bagi saya semua pemimpin itu dari pak karno sampai SBY sekarang ini punya dua sisi yaitu baik dan buruk….salah satu kebaikan pak harto adalah bisa mempersatukan indonesia menjadi aman dan tentram setidaknya jarang ada demo:mrgreen: dan pembangunan infrastruktur yg memadai dan berjangka repelita I sampai VII itulah kelebihan pak harto yg bisa menjangka hingga kedepan…walaupun pembangunannya menggunakan utangan dari IMF, IGGI dkk :mrgreen:

    ya karena ini sudah terjadi dan beliau2 yg berbuat salah sudah meninggal ya sutralah, mari kita gunakan energi kita yg masih muda utk menjangkah kedepan, melahirkan satrio2 piningit yg akan membawa indo ke jaman keemasan dan menjadikan indo sebagai tamansarinya dunia dari pada energinya kita kuras habis utk menyalah nyalahkan orang lain…sukur2 kitalah satrio piningit itu……….

    nah saya kira caranya utk melahirkan satrio piningit/ratu adil dengan menggali potensi bangsa melalui kearifan lokal dari jaman kabuyutan hingga jaman sekarang ini…apa ya ada jaman kabuyutan jauh sebelum masehi…jangan salah nusantara ini dulu merupakan salah satu pemilik peradaban tinggi dunia tapi karena kurang terekspos dan sedikit meninggalkan bangunan2 monumental maka ya kalah pamor dari mesir, yunani, cina dsb……..

    setelah kita kumpulkan dan himpun semua/sebagian besar dari kearifan2 lokal dari sabang sampai merauke maka kita susun atau kita cari makna terdalamnya…maka kita akan menemukan apa maunya simbah2 buyut terhadap anak cucunya ya kita sendiri….tapi ya itulah kearifan2 itu wujudnya kebanyakan berupa simbol2 dan mitos2 yg sulit utk diuraikan hikmah serta pelajaran yg terkandung didalamnya………….maka dari itu pak karno menekankan JAS MERAH

    setelah ketemu makna dan hikmah dari kearifan2 lokal yg tercerai berai tsb maka segeralah kita olah dengan rosojati atau rasa sejati yg terdalam didiri kita…maka kita akan menemukan bahwa kejayaan NUSANTARA kelak tidak hanya ikut2an majapahit, sriwijaya, mataram dsb tapi merupakan kejayaan yg ngrangkani…haalaaah b indone opo yo…dari jaman kabuyutan sampai jaman indonesia sekarang ini dan insya Allah tidak ikut2an atau meniru2 negara lain…karena kita sudah punya jati diri bangsa yg kokoh yg menjadi tamansari dan mercusuarnya dunia………….inilah nusantara/indonesia…………….tapi minimal dimulai dari diri sendiri….merubah dari sadar naar (api/sombong/butuh bakan bakar) ke sadar nuur(mencerahkan/welas asih/tidak butuh bahan bakar)……………..:mrgreen:

  14. jadi dana revolusi itu bo’ongan yah…padahal berharap dapat kecipratan sak ipit2 juga tak tampani…hihihihihihi………..

    @KiTono ingkang waskita
    Sakmangkeh menawi Gusti paring panjang yuswa dumateng kula lan penjenengan, temtu badhe ngawuningani babagan punika.Kula tak nyuwun pirsa, nopo penjenengan nggih mpun tau nyataake, rak yo mung jarene to?Pancen angel kang nek mpun mbahas ranah gaib, lha nek sampeyan ngaku tresno karo negoro terus diparingi banda sing niku hake negoro kok isih ditampa, lha terus pripun niku.Dadi niki ampun dienggo guyonan, sakmangkeh menawi tabir dana revolusi sampun kewiyak, rak nggih anak putune awake dhewe yo dho melu ngrasaake.
    suwun

  15. Nuwun sewu,niki kula mboten nesu lho, nanging mung caos pemut.Menapa kemawon sing awake dhewe durung bisa mangerteni bongkot tekan pucuke, aja pisan2 malah didadeake ece-ecenan, mangke yen bab menika dadi kasunyatan, terus awake dewe melu mukti wibowo, lha rak malah kisinan. Dadi mangga yen arep dadi wong spiritual kudu sing waspada. Ono unen2″ngono yo ngono, ning ojo ngono.lamun ono wolak waliking jaman ora ngisin-isini”.Nyuwun pangapunten yen rodo galak, asline mboten.Mung ben dho makin alon2 mawon.suwun.

  16. Nuwun sewu para sutrisna,

    Saya setuju sekali dengan Mas Tono untuk tidak hanya berhenti menyalahkan para pendahulu kita, lagian juga tidak bisa dimintai pertanggungjawabannya lha wong sudah di alam kelanggengan😀
    JAS MERAH sebagai ajaran Bung Karno mengingatkan kita untuk tidak melupakan sejarah, karena dari sejarah kita bisa merefleksikan diri kita, bagaimana sebenarnya diri kita ini.
    Ternyata meski kelihatannya Negara kita maju namun itu hanya semu, kita tergantung dari utang dan menjadi bangsa komoditas.
    Perjuangan harus berwatak, maka dari itu uraian tentang ideology sebagai pernyataan kepentingan, watak dan sikap adalah hal yang sangat krusial dalam sebuah perjuangan.
    Perjuangan harus berwatak untuk menghindari vested interest, plin-plan tak tahu kemana harus menuju.

    Saya sangat menghargai pencapaian kaum muda sebagai materi yang akan membentuk kejayaan bangsa, sekaligus mengingatkan akan adanya begalan-begalan sepanjang jalan maka saya posting tulisan terbaru tentang cakil dan perang kembang.

    Wigati-wigati yang banyak diterima oleh kaum muda yang bangkit pinilih mempersembahkan yang terbaik bagi bangsanya selayaknya kita hargai
    Wigati tidak akan berkembang bila hanya digenggam sendiri saja, diperlukan kemauan untuk berbagi
    Karena dalam berbagi kita makin diperkaya oleh materi-materi , wawasan-wawasan yang lain.

    Maka mari dalam semangat saling asah, saling asuh, saling asuh kita persembahkan apa yang kita punya, berbagi bagaikan potongan-potongan kayu yang akan menjadi api unggun mercusuar dunia

    Kagem Kangmas kula Mas Herjuno sing ngganteng dewe sakpitung kecamatan, dana revolusi menika estu wonten, tlatah Sragen menika upami permana awujud kencana. Wonten Gandrungmangu ingkang nate kula aturake inggih kathah banda karun ingkang dipunjaga jin gentho *istilah kula mawon*
    Malah sami kados panjenengan kula ngertos piyambak emas tlatakan ingkang diungsekaken saking Batu Tulis kalih Si Celeng Mas *celeng… celengan?*
    Nanging inggih ngentosi ingkang kiyat nampi amanah menika
    nuwun

    Salam asah, asih, asuh

  17. Nanging inggih ngentosi ingkang kiyat nampi amanah menika
    nuwun

    Salam asah, asih, asuh
    =========================================
    Njih leres Ki Mas Tomy, lan menapa ingkang penjenengan ngendikaaken sangking awal lan akhir menika wonten benang merahipun kaliyan bandha menika, Suwun.

  18. @kangmas ngabehi

    kulo mboten ngece dumatheng sinten kemawon…nanging menika namung sanepan kangge kawulo piyambak…..nek aku entuk bondho sak hohah mangka uripku pas2an..rak yo bandhane ki iso dadi bondo marang awakku…harta bisa menjerat siapapun…bondho dadi bondo…ini merupakan instrospeksi bagi kita semua untuk iso ngrumongso, ojo rumongso iso…ya inilah saya yg pas2an ki…merasa pintar juga🙂 padahal saya ini wong bodo ndak tahu apa2………….

    maka dari itu karena kita semua ndak tahu pasti dimanakah dana revolusi itu….karena itu semua gaib dan metafisis maka mari kita menjadi diri sendiri…gunakan tangan dan kaki sendiri…gunakan rahsa sendiri sebisanya…..oleh karena rasa kita satu maka bisa golong gilig menjadi sebuah kekuatan spiritual yg luar biasa….inilah awal revolusi spiritual tanpa darah dan korban insya Allah…………bagi saya pribadi sendiri ndak usahlah mengharapkan atau njagakke apa yg namanya “rejeki nomplok” berupa duwit yg nilainya bisa unlimited…duwit itu penting tapi bukan segalanya….dan kalau kita bisa ikhlas sepi ing pamrih rame ing gawe maka bandha itu akan datang sendiri tanpa kita arep2 dan insya Allah tidak akan menjadi bondo………..btw untuk semua mohon maaf apabila ada salah2 kata dari tulisan saya….memang sering disetiap komentar saya selipin canda tawa biar kita bisa mengakrabkan satu sama lain….tapi kalau kurang berkenan ya mohon maaf sebesar besarnya🙂

  19. Kank Tono, maksud saya bukan dibruki “rejeki nomplok”. Tapi kalu semua apa saja nanti yang baik2 dan masih terpendam ini tergali dan bisa bersinergi, lha rak negara adil makmur. Terus sing ngrasaake yo wong kabeh, termasuk anak turun, ngono lh.
    Yo sepurane mawon basa kula pating pecotot, lha ra tau kambon kampus, he he…

  20. @mas tomy

    bagi saya pribadi sendiri ndak usahlah mengharapkan atau njagakke apa yg namanya “rejeki nomplok” berupa duwit yg nilainya bisa unlimited.

    betul. apalagi kalo disimpan di bank sebuah negara asing. kalo dananya diboyong semua ke sini apa ndak bangkrut.:mrgreen:

    lagipula duit itu sebenarnya kan cuma gagasan. duit itu asalnya memang dari utang dan karenanya tidak mungkin negara terbebas dari utang tanpa revolusi sistem keuangan global.

    coba simak video dari kawan saya ini (berseri ada 5):

  21. DANA REVOLUSI

    halusinasi – illusi – mimpi
    lebih ampuh dibanding ekstasi

    Ungkapan dari makhluk…
    berkepala-dua, lidahnya bercabang

    Soekarno…terkena getah,
    Nuswantara…terpecah-belah,
    BLBI, utang luar negeri…sah,

    Semuanya…ULAH PARA BEDEBAH,
    Belum juga… sadarkah,
    Atau kitapun ikut jadi BEDEBAH

    Terserahlah…

    Salam…DARAH REVOLUSI

  22. saya setuju ama mbah jenang…perlu di lakukan revolusi sistem keuangan global………….

    sekarang ini sistem kapitalis yg mengandalkan utang ibarat sistem ekonomi al ankaabut atau sistem laba2…dimana kelihatannya jaring laba2 itu ngayomi tapi menjerat dan akan dihisap darahnya pelan2 oleh yg punya jaring….

    diatasnya ada sistem an naml atau sistem gotong royong ala semut…..semut itu terkenal akan kegotong royongannya…tap semut belum menghasilkan sesuatu yg bermanfaat….

    diatasnya lagi sistem an nahl atau sistem lebah…..inilah sistem yg terbaik menurut perumpamaan hewan yg berkoloni…lebah tidak hanya gotong royong tapi juga menghasilkan madu, royal jelly, bee polen..bahkan sarangnya pun bisa dimakan….yg kesemuanya sangat bermanfaat

    sebenarnya saya sangat berharap pada sistem ekonomi syariat….tapi menjadi sebuah blunder ketika sistem yg diketemukan leh orang islam tapi diaku aku sebagai milik islam dengan memakai nama/label “syariat” ini kan menjadi orang2 yg non muslim agak sedikit alergi….lagi pula sistem tsb juga bukan sistem yg sempurna, maka perlu disempurnakan dan dikaji lagi supaya bisa menjadi lebih baik………..

    tapi yg paling berpotensi utk merevolusi sistem keuangan kita adalah potensi zakat….coba kalau ini bisa berjalan dan sedikitnya setor 1000 per bulan bagi setiap muslim dikali 200 juta maka menjadi 200 milyar perbulan…ini sungguhsangat berharga utk dipinjamkan ke UKM tanpa bunga dan bagi hasil…maka kita akan menjadi jumeneng dibidang ekonomi….begitu juga dengan umat2 agama lain…lalu kalo bisa dikelola didalam satu manajemen…tentu ini tergantung dari fatwa ulama2 kita:mrgreen: apa bisa zakat dijadikan satu dgn amal dari umat agama lain…………..ya ini hanya hitung2an kasar..kenyataannya bisa kurang dan bisa lebih……………..saya kira perubahan fundamental dibidang sistem perekonomian kita itu lebih baik ketimbang kita berharap pada dana revolusi…lagipula dana revolusi itu juga perlu menejemen yg baik dan amanat supaya bsia bermanfaat bagi orang banyak……………..

  23. Hmmmm….
    Zakat, perpuluhan, sedekah dalam agama masih hanya sebatas moralitas belaka
    Karl Marx dan Engels dalam bukunya DAS KAPITAL sudah memerinci tentang pembagian keuntungan produksi dan nilai lebih. Mungkin kita bisa banyak belajar dari situ.
    Sayang kita terlalu fobi dengan yang namanya sosialis atau komunis… sekali lagi ini karena kita tak pernah diajari tentang faham ideologi

    Sungguh berterima kasih sekali dengan adanya Pilpres kemarin yang telah membuka mata bangsa ini tentang apa itu neo kolonialisme dan kapitalisme
    Bagi saya itu sebuah kemenangan tersendiri bagi Prabowo dalam konteks penyadaran & pemberdayaan bangsa:mrgreen:

    Pendapatan negara dari sektor pajak sebenarnya sudah sangat membantu bagi pembangunan negara… asal sekali lagi dikelola dengan benar.

    Kita lihat saja nanti dalam 100 hari kinerja Pemerintah yang baru, apa bisa membuat terobosan baru pemberdayaan ekonomi dengan program dan target yang ambisius, seperti bank pedesaan, energi alternatif & industri pengolahan bagi petani yang bisa menaikkan nilai lebih daripada sekedar menjual hasil panen langsung.
    Ini semua adalah dana revolusi yang riil, asal tidak dikelola oleh Buta Cakil
    :mrgreen:

  24. sebenarnya zakat itu sekarang ya memang cuman moralitas…apalgi zakat fitrah yg kesannya cuman utk syarat sahnya ibadah puasa di bulan ramadhan…tapi yg zakat mal atau zakat penghasilan itu merupakan potensi yg tidak main2…kalau ini bisa berjalan maka yg namanya pajak itu bisa dikurangi nilai persentasinya, dan zakat itu bukan uang negara apalagi uang pemerintah…tapi uang rakyat sepenuhnya……….

    saya merasa kasihan dgn presiden SBY, beliau itu termasuk orang yg baik diatas rata2 diukur dari rata2 orang sekarang…tapi karena sering dikadalin ama anak buahnya ya jadinya berkesan kurang baik…tapi ya serba susah sih jadi presiden sekarang ini….maka beruntunglah mas prabowo ndak jadi presiden:mrgreen: maka dari itu segala program pemerintah yg baik2 kita dukung sedangkan yg kurang baik kita kritisi…….

    ya inilah mas kendalanya sekarang ini mencari orang yg benar2 amanat…kalo di pewayangan itu berwatak semar…jangankan duwit…wong jagat aja masuk ke tubuh semar…kalo mo nyuap semar sama aja mo nguyahi segoro :mrgreen:

  25. Hmmm… berbicara tentang Semar yang nguntal jagad, ada lakon SEMAR JAMUR DIPA, alam semesta ada dalam ampuannya.
    Bung Karno pernah mengajarkan agar kita bisa menjadi sosok PATRIOT KOMPLIT
    Yah mungkin saja ada korelasinya antara JAMUR DIPA & PATRIOT KOMPLIT
    Sosok yang berintegritas tinggi *halah apa maksude* yang telah mengenal jati dirinya dan meluas kepada pemahaman proses kehidupan yang terjadi, ora kekurangan ing pangerti datan kesamaran ing sawiji-wiji
    Mengetahui bahwa hidup penuh dengan selubung, yang bila disingkap banyak kepentingan dibaliknya.

    Maka menurut saya, nilai-nilai murni Pancasilayang luhur perlu digali kembali
    Karena dengan Pancasila kita mengenal jati diri manusia bukan hanya bangsa Indonesia tetapi seluruh jagad.
    Mengenal jati diri manusia dengan segenap aktivitas hidupnya yang berselubung kepentingan

  26. PONDOK PANCASILA

    Krisis keuangan global, ternyata diawali oleh negara yang pakar dibidang ekonomi kapitalism-liberalism, yakni Amerika. Prinsip ekonomi kapitlis-liberalis menampik adanya campur tangan “pemerintah/negara” terhadap mekanisme pasar. Intinya, pasar harus dibiarkan bebas dengan hukum supply and demand (permintaan dan penawaran), sehingga akan melahirkan “persaingan sempurna”. Tetapi, ketika “uang” bukan saja digunakan untuk sarana investasi produksi (sector riil), melainkan banyak digunakan untuk “berjudi” di arena saham maupun pasar uang lainnya, dan di sana terjadi “kecurangan” maka akan hancurlah sektor keuangan tersebut. Korbanya tidak peduli apakah perusahaan yang selama ini sudah jagoan dan malang melintang dalam mengelola uang seperti Lehman Brothers (158 tahun) atau pemain pemula. Anehnya, ketika mereka bangkrut justru merengkek agar Negara/pemerintah mau menalangi/membail out semua utang-utangnya. Inilah anomaly/penyimpangan yang terjadi pada system ekonomi kapiltilsm/liberalism.

    Sekarang bagaimana dengan sistem ekonomi Pancasila? Ternyata pembukaan UUD 1945 terutama pada alinea ke 4 yang intinya Negara harus melindungi segenap bangsanya, tumpah darahnya, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan seterusnya sampai kepada “mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat” benar-benar sedang dijalankan oleh Negara-negara Amerika Latin. Mereka sudah mulai sadar bahwa sistem sosialis sebenarnya jauh lebih menguntungkan bagi semua orang dari pada sistem kapitalis/leberalis yang lebih cenderung menguntungkan kaum borjuis. Di Amerika Latin saat ini ada Evo Morales, Hugo Chavez dan teman-teman dari Paraguay, Uruguay, Brasil maupun Argentina sedang gencar membangun system ekonomi sosialis.

    Persoalannya, ada semacam postulat sosial bahwa “sangat sulit bagi kaum kapitalis/liberalis untuk membela kepentingan kaum sosialis, kaum borjuis enggan membela kaum proletar, kaum pengusaha enggan membela kepentingan kaum buruh dan kaum beriman enggan membela kepentingan kaum kafir”. Padahal, Pancasila sangat jelas merupakan ideologi sosialis-religius yang hampir mustahil diperjuangkan oleh golongan kaum borjuis (kapitalis/liberalis) atau oleh kelompok fundamentalisme agama. Inilah persoalan yang paling mendasar jika kita berbicara masalah implementasi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika kita tidak bisa menuntaskan persoalan ini, barangkali Pancasila hanya akan menjadi hiasan dinding di kantor-kantor saja.

    Menurut pendapat saya (mungkin sekali pendapat ini keliru), “pengamal dan pengawal” ideologi Pancasila haruslah sesorang yang berjiwa sosialis, nasionalis dan juga sangat paham tentang religiusitas bagi kemanusiaan. Tokoh tersebut tak lain adalah Bung Karno, sehingga praktis setelah beliau wafat tak ada lagi pengawal dan pengamal Pancasila. Sebab, Bung Karno bukan saja sosok yang nasionalis melainkan transnasionalism. Dan setelah beliau meninggal semua penggantinya beraliran pragmatisme (kapitalis/liberalis). Ingin bukti? Silakan kita lihat dan pelajari semua Undang-Undang tentang perekonomian, apakah perekonomian kita benar-benar sangat berpihak kepada kaum miskin? Atau justru lebih peduli terhadap golongan kaum menengah keatas? Apakah Undang-undang perburuhan kita lebih peduli dengan nasib kaum buruh atau justru lebih menguntungkan investor?

    Bagi yang benar-benar “pejuang sosialis sejati”, saya mengundang Anda untuk bergabung mengamankan Pancasila melalui rumah bersama yang kami namai “Pondok Pancasila”. Kalau Negara-negara Amerika Latin bisa mengamalkan Pancasila, mengapa Indonesia tidak?

  27. PANCASILA bukan sekedar susunan 5-kalimat hapalan/hiasan dinding disetiap bangunan.

    PANCASILA seharusnya dihayati dan diresapi sebagai Satu-Kesatuan dengan ”PEMBUKAAN UNDANG-UNDANG DASAR NKRI TAHUN 1945”

    Diluar itu, PANCASILA hanyalah teks-hapalan atau slogan yang maknanya sangat kabur.
    Semenjak pasca 1965, PANCASILA pelan2 mulai tidak bergema, walau rezim yang berkuasa mendengungkan ”Kembali/Mempertahankan UUD-1945 DAN PANCASILA secara murni dan konsekwen”.
    Namun fakta/realita apa yang kita alami selama ini? Munculnya konglomerasi dan hilangnya koperasi(ekonomi kerakyatan). Bahkan peringatan Hari Lahirnya Pancasila dan Hari Koperasi, berapa persen Generasi Muda yang mengingat/mengerti?

    ”DOSA2 BESAR” BUNG KARNO dimata kolonialis/imperialis dan kroni2nya (dipengamatan saya),
    adalah :
    – BUNG KARNO ingin mengembalikan Kejayaan-NKRI sebagaimana konsep NAGARA KERTAGAMA yang dicanangkan oleh SANG PAHLAWAN BESAR;
    – BUNG KARNO melakukan nasionalisasi asset2 yang ditinggalkan kolonialis/penjajah;(Dlm hal ini, kroni2 penjajah ikut marah besar)
    – BUNG KARNO melakukan pebenahan sistim kewarganegaraan/kependudukan serta batas2 hak kepemilikan para Imigran;
    (Tiga Negara Eropa yang pernah saya kunjungi Inggris, Jerman & Norwegia, usaha para imigran maks. Rumah-Makan. Semua negara Eropa umumnya tidak menganut Liberalisme.
    LIBERALISME adalah konsep/trik Imigran. AS adalah Sukses-Besar para Imigran/Preman eks Eropa);

    Bandingkan ”DOSA BESAR” BUNG KARNO dengan kenyataan/perkembangan yang terjadi selama SATRIO KUNING berkuasa…
    Ada apa/siapa dibalik itu…?!

    BUNG KARNO HARUS MENEBUS ”DOSA2 BESAR” nya!!!

    Sekedar bahan renungan…
    Sumangga dipun lanjut….Nuwun
    Salam…KERTANAGARA – SOEKARNO – . . . . . . .

  28. Nuwun Yang dBo, jikalau Bung Karno yang sudah begitu matang persiapanny untuk BERDIKARI dengan pengikut yang militant dan pendukung dari Negara Ganefo, berani bilang ‘Go to hell with you aid’ pada PBB, ternyata bisadihancurkan oleh permufakatan jahat
    Lalu bagaimana dengan Indonesia saat ini yang kehilangan kompas perjuangan yang sudah kadung terjajah disegala segi kehidupan ini? Mohon petunjuk dan pencerahannya

    Mas Prayit, saya mendukung sekali, mari teruskan perjuangan

  29. @mas tomy

    kalo boleh saya jawab….semoga bisa berkenan….

    dimanapun mana ada seorang pemimpin yg sempurna…pasti ada kelemahannya/sisi buruknya…..menurut saya dari bung karno sampe SBY sekarang ini adalah korban dari permufakatan jahat….mereka mengandalkan kelemahan dari para pemimpin tsb…sedangkan orang yg berpotensi menjadi pemimpin yg adil itu biasanya ndak muncul/terekspose ke permukaan, kalah sama bintang2 sinetron…inilah krisis kepemimpinan sekarang ini….maka dari itu sikap kita yg terbaik ya netral2 aja…jgn terlalu fanatik pada seseorang maupun sangat benci pada seseorang….supaya pemikiran kita bisa lebih obyektip………..

  30. Mas tono yth,
    Panjenengan ngendiko : maka dari itu sikap kita yg terbaik ya netral2 aja…jgn terlalu fanatik pada seseorang maupun sangat benci pada seseorang….supaya pemikiran kita bisa lebih obyektip………..

    Menurut hemat saya, perubahan itu tidak bisa terjadi dengan sikap “NETRAL”. Untuk perubahan, mutlak kita harus berani secara tegas “MEMILIH” atau menentukan kita berdiri di arus mana? di arus POSITIF atau NEGATIF?

    Pro status quo atau pro perubahan? Kalau saya, jelas pro perubahan. Tetapi tentu saja perubahan yang terkonsep dengan sangat baik termasuk melahirkan pemimpin yang baik.

    Apa ciri-ciri pemimpin yang baik? mudah kan dikenali? yakni, pemimpin yang pro rakyat (sosialis sejati) yang mampu mewujudkan cita-cita para proklamator RI yakni Indonesia yang sejahtera, adil makmur sesuai dengan ideologi negara yakni Pancasila.

    Jadi apa pun tampilan casingnya (pencitraan) jika pemimpin negeri ini tidak bisa mewujudkan rakyat yang adil makmur, sejahtera sentosa aman dan damai, ya bagi saya BUKANLAH SOSOK PEMIMPIN YANG BAIK.

    Perlu waktu berapa lama untuk menyejahterakan rakyat Indonesia? bukankah kita sudah merdeka selama 64 tahun?

    Apakah saat ini atau lima tahun terakhir sudah ada tanda-tanda yang JELAS adanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia?

    Alih-alih keadilan, yang terjadi saat ini malah menindas keadilan dengan ibarat yang sangat bagus yakni “cicak vs buaya”. Apakah secara tidak langsung mereka (baca: para penguasa) mengibaratkan dirinya seekor BUAYA?

  31. @mas suprayitno ingkang bagus dewe sak jawa tengah….

    maksud saya netral itu bukannya tidak memihak, memihak itu baik tapi kalo fanatik jadi ndak baik

    berubah itu baik tapi sebaiknya secara terarah dan terukur tidak grusa grusu

    ketegasan didalam hukum itu baik tapi mbokya jangan pilih2,

    kalau kita ndak fanatik maka akan bisa melihat segala sesuatunya lebih obyektip…contohnya di pilpres kemaren….mau mengakui atau tidak semua capres punya kelebihan dan kekurangan, tapi bagi pendukung fanatik capres A akan menilai si B dan C jelek semua dan menyanjung nyanjung si A setinggi langit

  32. Tak bisa dipungkiri bahwa setiap manusia mempunyai kelemahan & kelebihan & fanatisme juga bukan sikap bijak yang hanya membuat kita berkacamata kuda
    Netralitas diperlukan untuk memetakan kekuatan & kelebihan itu agar objektif
    Namun Keberpihakan diperlukan mengacu pada WATAK PERJUANGAN agar tidak vested interest

    Mangga simak DISINI
    Menjelaskan pendapat saya tentang WATAK karena musang & ayam tak bisa hidup dalam satu kandang
    :mrgeen:

  33. Assalamu alaikum,

    Sejatinya smua yang dimaksud tentang harta itu memang ada,saya sudah melihatnya dengan mata kepala sndiri dan ada beberapa saksi yang bersama saya, tetapi apakah kita sudah mampu menjalankan Nafsu Illahiah,jika belum bisa…. ada baiknya kita kmbalikan smua kepada diri masing masing……

  34. Salam 3A… A(sah-sih-suh).
    Mohon ijin “merdayoh” dan memperkenalkan diri kepada tuan rumah… Bung Tomy.
    Salam kenal pula buat pororawuh semua disini.

    Baru saja saya menemukan web ini…. salut….
    Slogannya…. hmmm…. nggegirisi.. rujakbeling kolak rawe… kok inget senterewe… maap.
    Tetapi bagi saya yg terpenting adalah keinginan komunitas disini untuk saling 3A dalam konteks membantu mewujudkan tujuan Pembentukan Negara kita yaitu seperti yg termaktub dalam Preambul UUD45…. tak peduli apapun bentuknya… entah tenaga, pikiran ataupun do’a.
    Saya hampir kehilangan semangat untuk mencoba membangunkan Para Macan Nusantara agar menjadi Kesatria Bangsa yang Berbudi Luhur Bowo Leksono dg cara membangun karakter yg baik karena seperti pesan Bung Karno dan tercantum dalam Lagu Kebangsaan kita…. Bangunlah Jiwanya… Bangunlah Badannya… untuk Indonesia Raya.
    Tanpa Jiwa yang Bersih-Semangat/Kegigihan-Kepedulian pada sesama takkan mungkin terbentuk karakter yg baik dan kuat sebagai modal dasar berdirinya sebuah negara yg kuat.

    Tentang “Sosok Piningit” sebagai Pemimpin Bangsa….. hmmm… ini telah banyak pelajaran dalam sejarah…. tak akan ada yg sama kemampuan-cara pandang-polecy antar individu pemimpin maupun pemimpin penerusnya … sehingga ada istilah yg sangat pas…”Rise and Fall of The King/Emperor/President/Nation…. oleh karena itu maka sebaiknyalah urusan Pemerintahan Dalam Negeri harus diatur dalam suatu Peraturan Perundangan yang Sangat Detil dan Lengkap… hmm perlu dibentuk Undang-Undang Lanjutan….. masak telah lebih 1/2 abad masih berkutat di Undang-Undang Dasar terus….. kapan majunya?
    Kepala Negara hanya mengurus/mewakili rakyat untuk berurusan dg dunia luar dan tak boleh ikut campur urusan dalam negri yg diurus melalui sistem….
    Contohnya lihat badan kita sendiri…
    Kepala /otak adalah kepala negara…. menurut ilmu biologi manusia, badan kita adalah kumpulan dari trilyunan mahluk hidup yg beraneka ragam bentuk-sifat-fungsinya yg semua terkelompok menurut kekhususannya membentuk kelompok organ misal jantung-hati-ginjal-otot/daging-syaraf-tulang… yang saling bekerja-sama sehingga terbentuklah mahluk baru yg disebut MANUSIA bila dilengkapi otak yg hidup dan punya tata-susila-peradapan luhur.
    Otak/kepala kita tidak ngurusi bagaimana jantung harus berdegup ataupun dada/paru-paru untuk tarik-keluarkan nafas untuk mengambil oksigen/Bahan Bakar yg harus diedarkan keseluruh tubuh tanpa kecuali semua mendapat jatah… serta tak perlu tahu urusan bagaimana usus harus menghisap sari makanan serta bagaimana hati mengolahnya untuk disetorkan kejantung dan dipompakan/edarkan keseluruh tubuh untuk keperluan hidup SELURUH anggota tubuh TANPA KECUALI.
    Kepala hanya tahu kapan anakbuah/rakyat/trilyunan sel tadi kekurangan bahan kebutuhan hidup yg berupa sinyal yg dikirim ke kepala berupa rasa lapar yaitu petanda adanya kekurangan makanan karbohidrat/nasi cikal bakal gula untuk keperluan pembentukan tenaga pada sel pada tubuh kita … atau kekurangan air sehingga mengirim sinyal berupa rasa haus. Kepala/otak kita otomatis akan mencari bahan makanan-minuman untuk keperluan tubuhnya.
    Sebagaimana telah kita ketahui bahwa sel tubuh kita tidak punya sumber kebutuhan hidup dari dalam tubuh sendiri….. bandingkan dg sebuah negara yg memiliki alam subur dan bisa memenuhi kebutuhan hidup sendiri…. maka tak perlu Dana Revolusi yg tak jelas juntrungnya…. kita bisa swasembada sendiri memenuhi kebutuhan hidup bangsa kita.
    Suwun.

  35. JAS MERAH ?
    1908-1945 dan sampai ada sebutan kota pahlawan. Bahkan ada jong java, jong sumatra, dll. Semua itu ada gerakan bersama. Bukan saja dari diri sendiri.

    Ayo kumpul dan bergerak !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s