ATUR PANGABEKTI

Standar

Tak lelo lelo ledhung,
mardumarduwa linindhung gambang cemplung,
swaramu manis arum,
angudhang karem ing pangalem.

Katresnanmu minangka pancasona,
angemban saliring sukma,
pepujan kang madhangi dalan,
pangestu kang handayani laku,
Duh Ibu…..
kepriye anggonku nyaur banyu susu..?

10 responses »

  1. wah, datan ana kang bisa mbales kaya ngapa pengurbananing sang ibu. wiwit bocah ana guwa garbaning sang ibu nganti mentasake dadi pawongan kang pinunjul awit saka jasaning sang ibu. mula sapa wae kang wani duraka marang biyung, pungkasane bakal kaya malin kundang, hehehe …. sugeng dinten ibu, mugin tansah ginanjar rahayu basuki, nuwun.

    **********
    Ibu sesebutan ingkang paling luhur, mugi kita sami ginanjar kawilujengan saged mbales sedaya kabecikan Ibu Bapa kanthi nyiapaken generasi muda dados tiyang ingkang migunani tumraping nusa bangsa lan sesami

  2. Untuk membayar hutang air susu ibu dengan cara merawat dan mendidik, menyayangi (dst) cucunya sang ibu…
    Trisnaning biyung maring anak temurun trisnaning anak maring puthu………………….. dan seterusnya.
    PERNAH SAYA INGIN MEMBAYAR HUTANG SAYA KEPADA ORANG TUA SAYA…
    komentar orang tua saya… Tidak akan pernah lunas “ngger” hutangmu, akan lunas setelah kamu bayar semua dengan hidupmu. di ibaratkan oleh orang tua saya yaitu AIR MANCUR,,,,, …. setinggi-tingginya air mancur akhirnya kebawah juga.

    Gegantilaning ati eyang kakung lan eyang putri mboten wonten engkang nandingi kejobo trisnaning kang tulus ati dumateng engkang wayah.

    Hampir semua permohonan dan permintaan sang cucu kepada eyang kakung dan eyang putri akan dikabulkan ……..PASTI………..

    **********
    wah maturnuwun Dhik, membalas kasih orangtua memang dengan membuat diri kita pewaris keutamaan orang tua😀

  3. jujur,saya hanya bisa ngerti sedikit2,mas.
    belum begitu fasih bahasa jawa saya,hehe…

    **********
    terimakasih apresiasinya Mas Paundra, tulisan bahasa jawa saya kadang memakai kosa kata lama yang jarang dipakai, teman2 saya yang sudah sepuh pun kadang juga tidak tahu😀 yah cuma kontribusi kecil saya terhadap budaya bangsa

  4. aku ingat tembang ini dulu sering kudengar saat aku kanak-kanak…lembut mengalun menyapa telinga…

    **********
    dalam buaian Ibu ya Mbak Icha?
    nama kita selalu disebut dalam tiap doanya😀

  5. Kula nuwun..Mas Tomy..semoga anda menjadi salah satu aktor sebagai benteng cagar budaya dan kearifan lokal, pusaka waisan leluhur moyang kita sendiri, yg kini semakin dilupakan dan dianggap ajaran berhala dan sesat. tergusur oleh budaya asing; eropa, amerika, arab, cina, india, jepang dst.

    **********
    saya cuma memberi kontribusi kecil dalam menjaga budaya warisan bangsa😀

    tidak menghargai leluhur sama halnya kita tidak menghargai seorang ibu yg telah melahirkan diri kita. bangsa ini akan tentram, damai, adil, subur, makmur, mendapatkan rahmat Tuhan YME manakala kelak bangsa ini kembali menjunjung tinggi kearifan lokal, menghargai jasa para leluhur bansa, kembali pada tradisi masing2 budaya lokal. dan..semua anak manusia menghargai ibu pertiwi, dan ibu kandungnya masing2.

    **********
    setuju banget Mas, dari ibu kita bisa melihat akar keberadaan kita😀 menghormati orang tua berarti menerima tidak menolak adanya kita, pengenalan akan Tuhanpun berawal dari Ibu Bapa sbg Pancering Urip Lajering Allah, karena bukan Nabi yang pertama kali kita temui saat lahir namun wajah Ibu

    mungkin pendapat ini terlalu inosen, culun, dan utopis. tetapi semua sudah ada dalam wirayat gaib, prediksi para leluhur bangsa di masa silam. prediksi demi prediksi telah terbukti…dan masih banyak yg sedang kita tunggu2 peristiwa yg akan menimpa bumi nusantara sebagai bebendu/hukuman Tuhan atas kelalaian dan penghianatan anak bangsa, dan anak seorang ibu bangsa. anak-anak bangsa yg lebih asyik berkiblat pada leluhur asig.
    salam, rahayu

    **********
    kegelisahan saya akan bangsa ini saya tulis dlm bentuk puisi di kategori Syair Gaib dan halaman Sang Prajaka😀
    salam, rahayu

    sabdalangit’s web
    “jalan setapak menggapai spiritualitas sejati”

  6. Susah nin membalasnya kalau ake bahasa Jawa, padahal saya orang asli Jawa…Hiks:(

    Membalasnya hanya dengan mendoakan ibu, agar segala amal baik ibu mendapat ridho dari Allah swt.

    **********
    doa kita untuk Ibu😀

  7. kulo nuwun mas, saestu niki…. mboten guyonan, lha wong kulo niki mboten mudeng blas he…. lha terus maose pangertenipun kepriben…..🙂

    **********
    nggih katresnan Ibu mboten winates dumatheng kita putra2nipun😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s