DIALEKTIKA KOLAK RAWE

Standar

Melihat dengan kedua mata memiliki arti melihat dari berbagai segi

Melihat secara multidimensi

Dalam memandang, baik buruk terangkum

Baik ada karena ada buruk

Buruk ada karena ada baik

Dalam memandang terdapat kebijaksanaan

Antara terang dan gelap ada bayang-bayang

Bertolak dari itu kutempuh jalan ini :

Andai ada orang berjualan salak

Aku akan berjualan sepet (serabut kelapa)

Tiap kali ia tawarkan dagangannya

Aku pun tawarkan daganganku

”Salak..Salak” teriaknya

”Sepet..Sepet” teriakku

”Salak!!” tambah keras

”Sepet!!” aku tak mau kalah

Orang jadi mikir-mikir kalao mau beli ’salak sepet’

Ada pemikiran ada pandangan

Sebuah konflik berkecamuk

Kualitas baru terbentuk

22 responses »

  1. Salam Mas Tomy,
    Kata orang sih, pemahaman itu harus ada tolok ukur pembandingnya. Kita bisa tahu makna dari sebuah pencerahan setelah kita bagaimana rasanya kegelapan. Kita bisa tahu arti sebuah kebenaran setelah kita tahu bagaimana rasanya melakukan kesalahan.

    Ada persepsi, ada tolok ukur, ada pembuktian.

    Yang jadi masalah adalah bagaimana kita mempersepsikan sesuatu yang tidak ada tolok ukurnya. Yang tidak ada bukti empirisnya kecuali dogma. Mempersepsikan suatu imaginasi.

    Salam.

  2. ya…ya…wah kolak-rawe uenaak tenan…

    Salak-sepet yen lagi ana wabah diare,…mbok menawa malah laris…

    Albert Einstein nduwe teori hukum Relatifitas,…

    Adedasar hukum Relatifitas iki, awake dewe bisa ngetrapake hukum Tepat-Guna sing kaitane karo Tepat-Porsi, Tepat-Tempat lan Tepat-Waktu…
    Apik utawa ala relatif marang Porsi, Tempat lan Waktu, yen pas dadi apik…, yen ora pas ya dadine ora-apik…
    Nanging ngelingi pituture simbah mengkene: ”le kowe bisa ngrasakake seneng amarga nate ngrasakake susah, sejatine kabeh mau mung olahane awake dewe”…?!(bingung)

    Salam bingungku kanggo sedulur kabeh…

  3. konon, Tuhan menciptakan segala susuatu serba berpasangan secara kontradiktif, tapi keduanya kalau bisa disatukan malah bisa membentuk sebuah harmoni. tapi kalau salah me-manage, konon juga bisa menimbulkan konflik yang tek berujung. salam hangat, pak tomy.

  4. justru itulah yg membuat hidup jadi lebih hidup hehehehe

    ——————————————
    Butuh tempat buat menaruh link artikel/blog anda?

    gunakan Klipping untuk menyebarluaskan artikel blog anda.

  5. @ Mas Lambang
    salam Mas Lambang
    sesuatu disebut dogma saat akal budi tak mampu mencapainya, namun bisa saja dengan berkembangnya pemahaman dogma menjadi realita😀
    namun untuk menuju kesana dibutuhkan dialektika, pembacaan ulang atas segala kebenaran/dogma yang didoktrinasi & diinternalisasi sehingga kebenaran itu tak lagi menjadi sekedar ‘kebenaran katanya’

    @ Pak Narno
    Sebab dari mata turun kehati Pak😀

    @ Mas Sikap Samin
    Jujur marang apa kang nembe dialami Mas, bungah susah mung cara pandang utawa perspektipe awake dewe😀
    Yen Bingung ya golek gujengan Mas, nanging gujengan mung kanggo pambiyantu dudu wewaton

    @ Pak Sawali
    Mari kita kelola segala perbedaan menjadi suatu harmoni alam raya Pak😀

    @ Klipping
    Makasih atas infonya😀
    Hidup kini semakin lebih hidup

    @ Mas Sulaiman
    Jangan sampai bermusuhan dong, ini hanya alternative menyikapi hidup kita dipasar malam😀

  6. sugeng siang mas Tomy

    DALAM DRAMA KEHIDUPAN ALLAH ADALAH SUTRADARA DI BELAKANG LAYAR.

    pada saat memikirkan ungkapan “bekerja dibelakang layar”saya mulai menyadari betapa bergantungnya saya pada apa dapat saya lihat secara kasat mata dalam hubungan pribadi dengan Allah.

    mungkinkah keadaan disekitar kita sepertinya sangat sulit diubah???Mungkin satu sama lain menolak keras untuk membuka hati bagi Allah.

    kita diberi akal budi untuk berpikir dan berproses untuk menuju yang terbaik,jangan selalu takut berubah.RASA TAKUT YANG BENAR MENDORONG KITA MELAKUKAN YANG BENAR.

    salam kasugengan.

  7. Kang Tomy,
    Jarene wong-wong PEBEDAAN adalah RAHMAT…Hiks..bukan Rahmat Kartolo loh.

    Asli ini kejadian beneran Kang.
    Sewaktu di Kampung dhisik ada tetanggaku ( orang Madura ) jualan SALAK keliling. Trus dalam waktu bersamaan ada pedagang SEPET ( buat tali ). Mereka sama-sama menawarkan dagangan dengan berteriak SALAK…SALAK MANIS…sementara dari arah yg berjauhan berteriak SEPET…SEPET GARING. Entah mengapa mereka pada adu mulut yg berakhir dengan JOTOSAN…

    Ahhhgk gara-gara SALAK dan SEPET…kepala pada jadi BENGEP kabeh…

    Kemasan sampeyan apik tenan Kang.

    Salam…Salim…Rahayu..

  8. hmm.. banyak yang terjebak antara bentuk dan makna.. laku dan esensi.. lahir dan bathin.. sehingga kacau balaulah segala sesuatunya jika sudah tidak pada tempatnya..
    Salam Sayang
    Salam Rindu.. untukmu..😆

  9. Yaa….namanya juga KolakRawe = kulakan rawe, ya jadi gatel.
    Siapa yg nggak gatel setelah mbaca postingannya mas Tomy hayooo…..
    Sip mas….kontradiksi yg perlu kebijakan untuk menyelesaikannya.

  10. kali perlu latihan merem – tapi bukan tidur – biar sekali-kali belajar ‘melihat’ tanpa indra mata.

    ini postingan lama, terlupakan, lalu ingat lagi maka diposting sekarang? *tanggalnya dari 2007*

  11. @Yang-Kung
    Tuhan mengubah semuanya indah pada waktunya😀

    @ WAC
    Perbedaan adalah rahmat agar hidup tidak membosankan😀

    @ Santri Gundul
    Weladalah sungguh terjadi ya Pak, menarik sekali pengalamannya😀

    @ KangBoed
    bener banget kang Boed saudaraku

    @ Ratanakumaro
    Salam Mas Ratana, pintu saya terbuka lebar untuk semuanya
    Saya cuma seorang civil servant Mas😀

    @ Wandi Thok
    Nah itulah Mas enggak beli kok disuruh bayar😀
    Hehe nyambung nggak

    @ Mas8nur
    Dari kontradiksi yang disikapi dengan kebijaksanaan membawa kepada pencapaian kualitas hidup yang lebih baik😀

    @ illuminationis
    Mungkin memang kita perlu melihat dengan hati dengan rahsa. Tidak sekedar dipirsani namun juga dipun penggalih
    Hehehe bener Mbak, saya pengin lebih jadi pembaca saja dari blog teman2😀
    Sambil mereview pandangan2 saya

  12. pamuji rahayu,,,

    nuwun gunging pangaksami kangmas Tomy dan para kadhang kang kinasihan.., saya baru njedul.. dari gunung jualan gaplek apek.. sampai seminggu ndak payu payu.., karena manusia sekarang beralih keberas.. jadi pada ndak mau lagi tiwul…, hehehe.. pripun kabarnya..? sampun dugi mana angsalipun medar sastra binabar kangmas.. lha diantu antu kanthi nglangut.. dan ditinggal dulu jualan gaplek apek.. dereng rampung..? nggih.. menawi taksih repot dan jejibahan rumiyin kanthi gangsar gampang anggenipun ngolah sedayanipun.. mugi sedaya tansah pinaringan karaharjan…, tapi saya untungnya ndak jualan jeruk manis dan asam jawa lho kangmas, naging gaplek apek..hehehe.., lha nanti malah jadi padudon saja…
    ** jeruuuukkk maniisssss…,jeruk maniiisss,
    ## aseeem aseeemmm…, asem aseeeemmm..
    wah bisa2 nanti seperti tetangganya kangmas Gun…,
    matur sembah nuwun..,
    salam sihkatresnan rahayu..

  13. Ping-balik: KOLAK RAWE « surogenen web: mbangun cipta rasa karsa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s