PULANG

Standar

Apa yang kau temui pertama kali saat kau lahir?

lontaran pertanyaan yang tidak penting

jauh lebih penting memaknai hidup daripada hanya sekedar kenangan infantil yang tidak berarti

tapi tunggu dulu ada yang harus kuakui

sepertinya ada yang salah selama ini. dalam memaknai, aku malah terperangkap membebani diri dengan bermacam predikat dan syarat

memiliki kehilangan

ya judul lagu Letto itu kata yang tepat . hanya topeng bukan jati diri bukan eksistensi pribadi.

mungkin memang aku harus bertanya kembali “apa yang kutemui pertama kali saat aku lahir?”

degup jantung ibu seirama dengan degup jantungku

air susu ibu yang pertama kali mengajarkanku akan nikmatnya nafsu

doa yang didaraskan ayah sebagai tali hidup di telingaku

tiada manipulasi tiada tipu muslihat

kesejatian yang terungkap

ketelanjangan yang tersingkap

ya ampun.. telah lama sekali aku melupakannya

pancering urip

 

lajering Allah

Ayah… Ibu…

aku pulang

3 responses »

  1. Ping-balik: BAPAK SIMBOK « Mata Air

  2. Ping-balik: Badan Asli Pambudidaya Amal Kebutuhan « Mata Air

  3. Ping-balik: BAPAK SIMBOK « surogenen web: mbangun cipta rasa karsa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s