TANGISKU.. DUKAKU

Standar

..aku mencintaimu ayah..

..namun kaki ini sudah tak mampu lagi melangkah..

Untukmu Ayah Bapa Segala Bangsa

Bapa Semua Orang Beriman

Bila tembok Berlin yang memisahkan

Jerman Barat dan Jerman Timur

telah dapat diruntuhkan

Lalu .. bilamanakah

tembok Jordan

yang angkuh

terbuat dari baja kebengisan nafsu manusia

yang telah memisahkan anak-anak Ibrahim

dapat diruntuhkan?

sungguh aku berduka untukmu

wahai Ayahku

di hari tuamu

waktu istirahatmu dalam keabadian

yang seharusnya terengkuh dalam kedamaian..

anak-anakmu saling berbunuhan

seharusnyalah bagi seorang putra

mempersembahkan doa dan air pelepas dahaga

bukan mempersembahkan api, darah dan air mata

di haribaan ayahanda tercinta

hanya demi pengakuan palsu

pewaris berkah cinta ayahanda

sungguh aku berduka untukmu

wahai Ayahku

tangis dan airmata

mengeringkan kedua mata

rintih kelu menyayat kalbu

hanya itu..

aku sudah tak mampu

hanya itu..

persembahan tanda cintaku

maafkan aku Ayah..

maafkan aku..

13 responses »

  1. Ping-balik: Badan Asli Pambudidaya Amal Kebutuhan « Mata Air

  2. Whaduh…aku paling bingung menghadapi orang sedih. Sebaiknya aku juga memikirkan sebuah puisi untuk menghibur. Tueng tueng kupikir pikir dulu.

  3. Pada suatu masa, ada seorang penyair berkata : Sang pencinta tak kan memberimu batu dan ular. Benarkah ? tetapi bagaimana bila yang kupunya hanya ular untuk anakku ???

    Tukarkanlah ularmu ke pasar dan belilah roti, sebab anak kota bermanja dengan roti dan takut dengan ular .

    Lalu Apa bedanya roti dan ular yang diberikan atas nama cinta ? Roti tidak bisa menggigit sayangku. Itulah bedanya.

    Ketika ibu kucing menggigit leher puteranya dengan mesra, gigi yang sama bakal mencabik-cabikmu yang ingin mengintip anak kucing yang imut .

    Ada kalanya seonggok cinta tidak bisa dilihat sebatas gigi, tetapi bagaimana caramu menggigit.

    Aowwww, Adowhhhh….
    astaga sayang jangan kamu gigit dong kuping abang.
    Hmmmm…sori bang … Ihhhh habis kuping abang menggemaskan sih.

    Ada penyair terluka. Ada layang-layang putus
    Ada duka sebuah hati, ada burung hantu terbang.

    Roda kehidupan berjalan, air sungai tetap mengalir ke laut. Membendung alirannya mungkin akan membuat keracunan ikan gabus.

    Alam punya hukumnya sendiri. Apa perananmu wahai anak manusia ? Perananku adalah saat aku diam dan tidak berperan apa-apa.

    Rembulan di jendela tetap manis bukan, ada atau diriku tidak ada.

    Kubiarkan pohon tumbuh, kubiarkan ikan paus mati. Sebab aku tidak ada, sebab laut punya bahasanya sendiri.

  4. Bila memang Aku tidak ada, lalu siapa yang terus merengek menuntut dengan terus menumpahkan darah saudaranya ?😥

    Ya yang jelas berarti bukan Aku, bisa dia mungkin, bisa Kita, bisa Doku, bisa Eki, bisa Uki, bisa apa saja selain Aku.

    Biasanya sih kita. Kalo aku kan nggak ada soalnya. Yang ada itu kita. Tanpa kita tidak ada peristiwa. Kalo cuma aku itu sama saja dengan aku tiada. Jadi kitalah kambing hitamnya bukan aku. Sebab aku tiada.

  5. pamuji rahayu..,

    njih sampun jangkep sedayanipun.. ingkang gumelaring jagad.. mangga dimas .. kita tansah dados pepadang kangge samubarang kang katon wonten ing jagad ginelar…, mugya tansah saged hangrungkebi lan tansah dados cikal ingkang bakal nggulung sedaya rubedha dan kala sambi…, kawit saking badan kita piyambak sedaya menika dados tombak kangge nebas kala…>>> bathara..
    salam sihkatresnan
    rahayu..,

  6. Tangisku….dukaku….,hanyalah salah satu ujian yang diberikan Bapa kepada kita terhadap rencana Allah.Hadapilah semuanya dengan doa dan usaha.
    DOA BERSAMA MEMBAWA BERKAH & MENYATUKAN KELUARGA.

    salam rahayu.

  7. Saudaraku…,
    Sebangsa dan Setanah Air, Satu Tumpah Darah Indonesia, Berbahasa Satu Bahasa Indonesa. Perkenankan saya setitik air di Samudra Masyarakat dengan nama “Impoen Samudra” datang dari Laut Selatan JOGJAKARTA, yang memiliki hak yang sama seperti saudara-saudara yang lain dalam hidup berbangsa dan bernegara karena sejatinya kita adalah sama (Ciptaan dan Umat Tuhan) dan semoga apa yang Ada di dalam tulisan ini dapat menjadikan Solusi bagi Bangsa Indonesia Tercinta dimana banyak yang telah lepas kontrol dan telah lupa akan PESAN SUCI NENEK MOYANG KITA. “Kutitipkan Bangsa dan Negara Ini Kepadamu”. Ingat Saudara kita tinggal menjaga dan meneruskan bukan merintis, lalu bagaimana jika menjaga saja tidak bisa….???.

    Saudara-saudaraku sekalian, Setelah Melihat, Mengamati, Menimbang kejadian dalam berpolitik serta kehidupan dalam berbangsa dan bernegara yang semakin hari semakin membahayakan serta sangat mengancam kelangsungan hidup Tumpah Darah dan Kedaulatan NKRI, di tambah lagi dengan adanya Aksi TERROR, Maka, mohon dengan hormat buat Saudaraku “JAGO WIRING KUNING”. yang tak lain adalah TNI Mohon dengan hormat Jangan Hanya Diam Saja.

    Apakah saudara lupa bahwa tugas Saudara adalah sebagai “BENTENG-BENTENG NEGARA”. dimana paruhmu tajam bak sembilu, Tubuhmu kekar, Otot kawat balung wesi, Bulu dan Sayapmu Berkembang di seantero Bumi Nusantara mengayomi seluruh Anak Bangsa yang rindu akan Arti sebuah KEMERDEKAAN SEJATI dalam bingkai NKRI. Kakimu berdiri kokoh di atas Bumi Nusantara, Jalu/Tajimu Tajam siap menusuk Pengkhianat NKRI, Cakarmu begitu kuat mencengkram BUMI NUSANTARA dengan semangat “Bihneka Tunggal Ika”.

    INGAT… Saudara…!!!
    Tugas utama Saudara adalah “MENGAMANKAN BANGSA DAN NEGARA” Jadi sekali lagi mohon dengan hormat tolong segera ambil tindakan tegas :

    1. SELAMATKAN BANGSA DAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI)”.
    2. BERSIHKAN GARUDA PANCASILA DARI KUTU DAN JAMUR.
    3. PERKOKOH PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA DENGAN SEMANGAT “BIHNEKA TUNGGAL IKA”.
    4. AMBIL SIKAP DAN TINDAKAN TEGAS MANA YANG WAJIB DI SELAMATKAN, MANA YANG MASIH BISA DI DIDIK, DAN MANA YANG HARUS DI LEBUR.
    5. JANGAN TAKUT DENGAN HAM DAN PERATURAN YANG SENGAJA DIBUAT DENGAN TUJUAN UNTUK MEMPERLEMAH KEKUATAN SAUDARA, INGAT SAUDARA…!!! JIKA SAUDARA LEMAH, MAKA NKRI YANG KITA CINTAI JUGA IKUT LEMAH.

    Maka dari itu BERTINDAKLAH…!!!
    ————————————————-
    Buat Saudara-saudaraku sesama setitik air disamudra masyarakat… ada pertanyaan yang mendasar yang harus Saudara renungkan dan jawab di dalam HATI NURANI, JANTUNG, dan OTAK Kita. Mengenai Rasa Cinta dan bhakti ke pada Ibu Pertiwi yang di sebut juga INDONESIA:

    1. SAUDARA KAMU LAHIR DIMANA ?
    2. KAMU HIDUP DIMANA ?
    3. KAMU MAKAN DARI HASIL BUMI MANA ?
    4. LALU KOTORANMU KAMU BUANG DIMANA ?
    5. NANTI JIKA KAMU MATI KAMU AKAN DI KUBUR DIMANA ?
    6. PILIH SALAH SATU APA DI: ARAB, AMERIKA, CHINA, INDIA ATAU…. DI INDONESIA/NKRI…???!!!.
    Silahkan Saudara Renungkan dan jawablah didalam HATI NURANI, JANTUNG, dan OTAK Saudara.

    Marilah Saudara-saudaraku, yang masih memiliki rasa Cinta dan bhakti kepada Ibu Pertiwi. Mari bersama kita tanamkan tekat yang kuat didalam “HATI NURANI, JANTUNG serta OTAK kita”, dan kita berdayakan kemampuan diri kita masing-masing, Bersatu bersama Benteng-benteng Negara, Bentangkan Rantai Baja Persatuan, dan Tanamkan Sikap Kemandirian Bangsa, kita teruskan dan kita wujudkan secara bersama-sama Negara yang “Gemah Ripah Loh Jinawi, Toto Tentrem Kerto Raharjo”, tanpa mamandang “SARA” dan “INGAT” jangan sekali-kali menunggu datangnya “Sang Tunjung Seto” karena jika Saudara sekalian yakin telah menemukan DIRI SEJATI di dalaman kejernihan HATI NURANI adalah bagian dari “TUNJUNG SETO” itu sendiri.
    Akhir kata:
    “Ayoo… bersama kita tunjukan kepada dunia bahwa kita mampu “BANGKIT..!!!”, dan Jangan buat leluhur Nusantara malu”.

    Mohon maaf jika ada yang salah mohon di tunjukan letak kesalahanya dan tolong di luruskan.

    Salam.
    NKRI HARGA MATI….!!!!
    JAYALAH INDONESIAKU…!!!

  8. Pancen miris lan ngeres meruhi solah-tingkah e para sedulur trah kanjeng Nabi Ibrahim. Wus maewu tahun congkrah ora rampung2, malah ndadra.
    Hananging aku sing asli trah Sangiran, kudu kepiye?!
    Aku mung njaluk oleh e congkrah aja ngambra-ambra ing tlatah lan ajak2 trah liyan.
    Aku nyenyuwun marang Gusti muga Paring Pepadhang marang Sedulur2 sing tansah cecongkrahan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s