HIDUP DALAM REALITA SEMU

Standar

Sebagai wahana kesempurnaan seluruh Dzat, manusia juga memiliki kesempurnaan sifat dari Dzat.

Ada 2 kontradiksi pokok dari sifat2 hidup : susah-senang, baik-jahat.

Sejak terlahir kita telah dibentuk sedemikian rupa oleh lingkungan kita agar sesuai dengan apa yang berlaku di lingkungan itu.

Kita dikotak-kotakkan, dimasukkan kedalam rumah kaca,

meski seluruh alam jelas terhampar dihadapan kita namun rumah kaca kita mengungkung dan mengurung kita.

Manusia kehilangan kesejatiannya.
Alih-alih meneruskan evolusi menuju pemenuhan hidup, manusia malah terperangkap dalam sebuah ‘realita maya’.

Kita dihadapkan pada sebuah pasar malam,
semua menjadi komoditi untuk dijajakan.
Rasa haus akan pemenuhan hidup menjadikan manusia konsumtif, dan memang dibentuk untuk konsumtif.

Dalam pasar malam semua dijajakan sebagai ‘kebenaran’.
Para penjual mengklaim bahwa dagangan mereka adalah kebenaran yang sejati.

Di stand Kristen mereka menjajakan cinta kasih dan bahwa Allah telah mengutus PutraNya untuk menebus dosa manusia.

Di stand Islam mereka jajakan fitrah manusia sebagai Rahmatan lil Alamin dan bahwa Muhammad telah membawa kebenaran bagi seluruh umat.

Namun produk itu dikemas dalam merek-merek berbeda; ada kebenaran Kristen ala Katolik Roma, ada Islam Sunni, Syiah, Ahmadiyah, Budha Hinayana, Mahayana.

Semua mengklaim sebagai penjual kebenaran yang sejati.

Kita hidup dalam realitas maya ‘virtual reality’ .

Kehausan akan pemenuhan hidup membuat manusia seperti orang yang kehilangan koin didalam rumah tapi ia mencari-cari diluar rumah dibawah tiang lampu jalan dengan pikiran didalam gelap tapi diluar dibawah lampu terang.
Sungguh sebuah ironi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s