GEDIBAL

Standar

Bahasa yang indah adalah bahasa Tuan

Bahasa kami gonggongan anjing liar

Pikiran yang mulia adalah pikiran Tuan

Pikiran kami pikiran otak udang

 

 

Kami bangsa taklukan

Diperbudak di tanah moyang

Para perempuannya pemuas zakar

Lelakinya penjilat pantat

Kaum muda layu tunas tidak berakar

Kaum tua lapuk kayu dimakan ngengat

 

 

Jangan minta kami berjuang

Kemerdekaan cuma bidaah besar

Upah kami surga di tangan

Kau bilang fatamorgana ?

 

Enyah kau setan !!!

Lolonganmu tak kami butuhkan

Kami dilahirkan dari kebohongan

Kami dihidupi oleh kebohongan

Jangan pernah kau ambil dari kami

Karena hanya itu …

Sisa-sisa hajat untuk kami makan

2 responses »

  1. maaf mas Tomy, saya mohon ijin untuk sedikit modifikasi pd GEDIBAL menjadi agak lebih keren&pas GHEDIBHAL…

    sair temaram saya lanjutkan…

    Sangat pedih kurasakan dihati…

    Banyak diantara bangsa kami…
    Membenci Pahlawan Negeri…
    Membenci kemerdekaan nkri…

    Merindukan kumpeni kembali…
    Merindukan mengabdi kumpeni…
    Demi memperoleh remah2 roti…

  2. Bagai hidup di kolam susu… manusia Jawa tak pernah risau akan pemenuhan kebutuhan hidupnya..
    Mereka telah menapaki tataran tertinggi hirarki maslow..
    Capaian cipta rasa & karsa yang adiluhung yang banyak membuat bangsa lain iri : kalangwan, falsafah panunggalan…
    Namun cakra manggilingan dunia terus berdialektika sesuai jaman..
    Kini saat Sumber Daya Alam tak lagi sanggup memenuhi hajat hidup tanpa pengelolaan yang baik.. dan SDM menjadi Sumber Daya Masalah yang bermental tukang ‘nggaduhake’ dan suka serba instan..
    Capaian tertinggi para leluhur malahan menjadikan diri inferior …
    Dicampakkan bagai barang usang yang sejatinya menjadi dambaan capaian bagi bangsa lain
    Kita yang tak sanggup berproduksi hanya menjadi budak konsumerisme dari produk2 yang ditawarkan…
    Gedibal di dasar hirarki kebutuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s