<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>RUJAKBELING KOLAKRAWE</title>
	<atom:link href="http://tomyarjunanto.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tomyarjunanto.wordpress.com</link>
	<description>PARA MUDHA KUDU ANJANGKAH MRIH JANGKA BISA DADI SUYASANING RAGA-LUMARAS. WUS SAYEKTINE, PARA MUDHA KUSUMA TUWUH RUNGKEB-RUMENGKUHE MARANG BUMI PERTIWI</description>
	<lastBuildDate>Fri, 26 Jun 2009 03:22:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/f9f9b4f0590223e971977ab8b0c40ec1?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>RUJAKBELING KOLAKRAWE</title>
		<link>http://tomyarjunanto.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>APAKAH CINTA ITU?</title>
		<link>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/06/23/apakah-cinta-itu/</link>
		<comments>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/06/23/apakah-cinta-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 00:56:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tomyarjunanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[bangsa & manusia]]></category>
		<category><![CDATA[esei bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tomyarjunanto.wordpress.com/?p=258</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Suprayitno
Mudah sekali seseorang mengatakan “aku mencintaimu” atau “daripada kita selalu bertengkar, lebih baik kita putuskan saja cinta kita”. Dan masih banyak ungkapan cinta meluncur dari bibir beragam lapisan masyarakat. Ada yang berkata, aku cinta produk dalam negeri atau ada pula yang bilang kesan pertama begitu menggoda hingga akhirnya aku benar-benar jatuh cinta pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomyarjunanto.wordpress.com&blog=2079665&post=258&subd=tomyarjunanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2>Oleh : Suprayitno</h2>
<p>Mudah sekali seseorang mengatakan “aku mencintaimu” atau “daripada kita selalu bertengkar, lebih baik kita putuskan saja cinta kita”. Dan masih banyak ungkapan cinta meluncur dari bibir beragam lapisan masyarakat. Ada yang berkata, aku cinta produk dalam negeri atau ada pula yang bilang kesan pertama begitu menggoda hingga akhirnya aku benar-benar jatuh cinta pada lukisan Mona Lisa  karya  masterpiece seorang seniman bernama Leonardo da Vinci. Senyum Monalisa adalah senyum sejuta pesona, begitu sulit diterka, apakah senyum cinta atau senyum duka. Karena saking jatuh cintanya, ada seseorang yang berani membayar berapa pun harga lukisan itu.</p>
<p>Cinta begitu aneh dan sulit dipahami. Kalau benar cinta, mengapa menyiksa? Kalau benar cinta, mengapa membunuh? Cinta juga begitu sulit diungkapkan dengan kata-kata. Lalu apa sebenarnya cinta itu? Kadang kita tak bisa  memberikan jawaban yang memuaskan ketika kita didesak oleh sang kekasih dengan pertanyaan ”Mengapa kamu mencintai aku?”  Melalui tulisan singkat ini akan saya coba uraikan pengertian dan makna  serta pengaruh “dahsyat” cinta pada berbagai aspek kehidupan.</p>
<h3>Pengertian Cinta</h3>
<p>Cinta adalah ekspresi jiwa yang didorong oleh suatu keinginan memiliki, menguasai dan atau menikmati (memanfaatkan) atas suatu materi atau objek. Cinta  yang baik biasanya bergandeng mesra dengan “kasih”. Tetapi kasih memiliki pengertian yang berbeda. Dalam kasih cenderung kita ingin memberi apa yang kita miliki dan ingin berbagi apa yang kita mampu lakukan kepada suatu objek/orang lain.</p>
<p>Kasih tanpa cinta sangat tidak mungkin. Tetapi cinta tanpa kasih sangat mungkin. Karena unsur cinta lebih banyak untuk pemuasan/kepentingan diri kita, sedangkan unsur kasih lebih banyak untuk pemuasan orang lain. Biasanya kita sering menggabungkan kasih dengan belas, sehingga terbentuklah ungkapan “belas kasih”. Oleh karena itu, kasih lebih banyak memberi atau mengorbankan kepentingan dirinya sendiri demi kebahagiaan orang lain yang dilakukan berdasarkan perasaan  belas.</p>
<p>Cinta yang baik juga sering ditemani oleh “sayang”. Kalau sayang pasti karena ada cinta, tetapi kalau cinta belum tentu ada sayang. Sayang merupakan sikap tak ingin menyia-nyiakan sesuatu. Makanya jika  kita menyayangi sesuatu benda atau apapun, biasanya kita akan merawat atau memeliharanya dengan penuh perhatian dan kita akan memperlakukannya  dengan baik. Mengapa kita mengasihi?  karena kita sayang. Kasih dan sayang adalah paduan yang sangat ideal dalam kehidupan, didalam kasih ada sayang, begitu juga dalam sayang ada kasih. Paduan yang erat antara kasih dan sayang akan melahirkan “kemesraan” yaitu meleburnya antara kata-kata dengan perbuatan dalam satu nafas cinta.</p>
<p>Kasih dan sayang hanya mungkin dilakukan oleh seseorang ketika orang tersebut  memiliki empati  (tenggang rasa, tepo seliro)  keikhlasan (ketulusan hati) dan kesabaran. Oleh karena itu jika ada pertanyaan “Mengapa kamu mencintai aku?” maka menurut pendapat saya jawabannya adalah “Karena aku ingin memilikimu, menikmatimu dan menguasaimu apapun adanya dirimu dengan landasan kasih dan sayang. Aku akan menjagamu dengan sepenuh hati karena aku membutuhkanmu dan tak akan kubiarkan dirimu terluka.”</p>
<p>Dorongan cinta diantaranya karena kita ingin  memiliki, menguasai dan menikmati. Oleh karena itu jika seseorang sedang jatuh cinta (pada  apapun materinya)  ekses yang paling menonjol adalah munculnya sikap egoisme, cemburu, merindukan, berkorban (demi pamrih yang dicita-citakan),  suka  cita, ambisi, berkhayal dan waspada karena takut kehilangan.</p>
<p>Di dalam cinta ada paduan gelora jiwa yang teramat kompleks, karena dia melibatkan seluruh perasaan yang ada dalam jiwa seseorang. Oleh karena itu cinta kadang membuat kita lupa. Lupa akan posisi kita sehingga  kita sering berbuat tidak adil gara-gara cinta. Cinta sering menjerumuskan kita dalam kegelapan. Padahal, spirit dari cinta seharusnya demi pencerahan bukan untuk merusak dan membakar, sebab lambang dari cinta adalah air jernih yang mengalir tenang. Namun, air yang jernih ini pun bisa segera berubah warna menjadi keruh dan menggelegak  yang siap menyeret kita dalam pusaran arus deras dan menenggelamkannya. Hal ini terutama untuk jenis cinta yang  hanya  dimotivasi oleh unsur penguasaan dan kenikmatan demi pemuasan nafsu saja.</p>
<p>Cinta yang digerakkan hanya oleh semangat penguasaan dan kenikmatan demi pemuasan nafsu, sangat berbahaya karena bisa membuat hati kita buta atau gelap mata (brutal). Hati yang buta atau mata yang gelap, akan mudah menyeret kita pada perbuatan kalap yaitu tidak bertanggung jawab. Berani berbuat tetapi ketika dituntut tanggungjawawabnya akan mengelak dengan berbagai cara dan alasan.  Oleh karena itu jangan mudah jatuh cinta oleh objek apa pun termasuk cinta kepada materi (harta, tahta dan  seks). Supaya tidak mudah jatuh cinta diperlukan keceerdasan, kritis, analitis, dan obyektif dengan  harus senantiasa dapat mengontrol prilaku diri kita.</p>
<h3>Antara Keinginan dan Kebutuhan</h3>
<p>Cinta membuat hidup kita senantiasa dikuasai oleh banyak keinginan, baik dorongan keinginan untuk pemuasan jiwa maupun raga. Namun, dari sejumlah keinginan itu sebenarnya banyak yang bukan merupakan kebutuhan. Misalnya, kita sebenarnya tidak butuh atau tidak perlu rumah mewah dengan interior design yang gemerlap, yang kita BUTUHkan hanyalah rumah tempat tinggal yang aman, nyaman dan sehat lingkungan. Tetapi karena kita terlalu dikuasai oleh dorongan kinginan untuk memiliki rumah mewah, maka akhirnya ditempuhlah berbagai cara demi mewujudkan keinginan.</p>
<p>Hidup kita akhirnya banyak dikendalikan oleh “keinginan demi keinginan”. Kita ingin memiliki seratus pasang giwang berlian dengan berbagai model, padahal yang kita butuhkan sebenarnya hanya tiga pasang bahkan tanpa satu pasang giwang pun sebenarnya tidak apa-apa. Jika kita tidak tahan dengan godaan keinginan, ditempuhlah berbagai cara demi mewujudkannya, misalnya pinjam (hutang) sana-sini, mencuri/korupsi, merampok, menipu dan sebagainya. Padahal, jika kita selalu menuruti keinginan, maka niscaya keinginan itu tidak ada batasnya.</p>
<p>Lain dengan kebutuhan. Kebutuhan hidup itu relatif terbatas. Contohnya, dalam satu hari kita hanya butuh makan tiga kali. Tetapi “<strong>keinginan</strong>” makan berbagai menu itulah yang sulit kita batasi. Kita sebenarnya hanya memerlukan (membutuhkan) lima stel pakaian, tetapi karena keinginan pada berbagai mode dan merek akhirnya pakaian kita menumpuk sampai tiga almari. Nafsu-nafsu inilah yang akhirnya menyeret dunia dalam berbagai krisis yaitu krisis pangan, krisis energi, kirisis ekonomi dan krisis politik. Angkara murka dan gengsi  sering karena dipicu oleh keinginan yang tak terkendali.</p>
<p>Kita merasa selalu tidak puas dengan apa yang telah diperoleh. Satu kinginan telah berhasil diraih, maka seribu keinginan akan menagih untuk dipenuhi. Kapitalisme dan liberalisme adalah “jago” dalam menjerumuskan manusia untuk berlomba-lomba memenuhi “keinginan hidup” bukan kebutuhan hidup. Manusia yang hanya sibuk menuruti keinginan, hidupnya senantiasa diliputi oleh kecemasan (Jawa:kemrungsung), kemunafikan, ambisius, dan egoistis.</p>
<p>Andai saja dalam kehidupan ini semua orang menggunakan prinsip “hidup sesuai dengan kebutuhan” maka tidak akan terjadi kelaparan, kemiskinan, pengangguran, penindasan, peperangan  dan kerusakan alam akibat eksploitasi tiada batas. Sesungguhnya, alam yang begitu luas dan subur ini, mampu menghidupi semua makhluk yang tumbuh atau hidup di atasnya.</p>
<p>Lihat saja, betapa maha pengasihnya alam ini, yaitu ketika kita menanam sebutir jagung maka  akan keluar beratus-ratus butir jagung, ketika kita menanam satu bulir padi  maka kita akan memanen beratus-ratus bulir padi. Ketika kita menanam satu butir biji melon, maka kita bisa memanennya menjadi berpuluh-puluh buah melon. Begitu juga dalam berternak atau budidaya ikan. Bagaimana mungkin kita kekurangan gizi, wong satu ekor ayam bisa bertelur sampai puluhan butir dan bahkan satu ekor ikan lele bisa bertelur sampai ratusan butir. Hampir tidak ada buah,  biji-bijian atau hewan peliharaan yang tidak berlipat ganda jumlahnya dibandingkan dengan jumlah yang kita tanam atau kita pelihara. Ini semua membuktikan bahwa alam tidak akan membiarkan penduduknya kelaparan dan miskin.</p>
<p>Alam begitu kasih dan sayang terhadap penduduknya, namun sayangnya manusia sering berlaku buruk terhadapnya. Alam yang sudah begitu baik ini, malah diperkosa dan disakiti dengan berbagai macam pencemaran dan pengrusakan lingkungan demi pemuasan nafsu yang tak pernah habis. Aliran sungai yang sebenarnya merupakan urat nadi kehidupan, malah dijadikan tempat pembuangan segala macam sampah dan limbah pabrik yang berbahaya. Hutan yang sebenarnya mampu berfungsi sebagai lahan ekosistem, digunduli sehingga banyak hewan dan spesies lainnya mati dan air hujan pun langsung mengguyur permukaan tanah yang gundul itu dengan sangat leluasa. Akhirnya terjadi tanah longsor, banjir dan pendangkalan sungai-sungai.</p>
<p><strong>Benci adalah</strong> <strong>Lawan dari Cinta</strong></p>
<p>Cinta memang telah melahirkan berbagai macam dorongan keinginan. Benci juga melahirkan berbagai macam keinginan yaitu keinginan untuk melenyapkan, keinginan untuk menjatuhkan, keinginan untuk membunuh dan berbagai keinginan yang sifatnya merusak. Lawan dari cinta adalah benci. Lalu apakah yang disebut dengan kebencian atau benci itu? Benci adalah kebalikan dari cinta yaitu ekspresi jiwa yang cenderung untuk meniadakan, memusuhi, menghancurkan atau memusnahkan atas suatu materi.</p>
<p>Karena unsur benci adalah semangat untuk meniadakan, memusuhi, menghancurkan dan memusnahkan pihak lain, maka gejala yang menonjol dari benci adalah amarah, tidak toleran, menyerang, merusak dan perasaan superioritas pada dirinya sendiri yaitu menganggap dirinya yang paling benar dan kuat.</p>
<p>Dalam kebencian selalu saja ada sikap amarah. Padahal seseorang yang sedang marah, selalu mengandaikan orang lain salah atau menentang kehendaknya. Orang yang tidak toleran biasanya egois karena selalu berpikir untuk kepentingan dirinya sendiri. Orang yang menyerang biasanya karena dia lebih suka jalan pintas, tidak suka musyawarah tidak suka dialog. Orang yang merusak biasanya karena jiwanya kaku dan keras tidak menyukai kebijaksanaan, keindahan dan ketertiban.</p>
<p>Antara benci dan cinta sungguh sangat tipis batasnya. Mengapa? Sebab gejala yang tampak  akibat dari cinta juststru sering berakhir dengan malapetaka. Cinta yang seharusnya memelihara justru malah merusak. Cinta yang seharusnya melindungi justru malah menyiksa. Misalnya, cinta orang tua terhadap anaknya yang seharusnya   melindungi malah sering berakibat pada penyiksaan. Semua ini karena orang tua mengukur cinta dari dalam dirinya sendiri tanpa disertai sikap kasih dan sayang.  <strong>Cinta yang tidak dibarengi dengan kasih dan sayang justru bisa berakibat fatal.</strong> <strong>Karena kita</strong> <strong>hanya pandai menuntut tanpa mau berkorban, menjadi takut kehilangan dan mudah gelap mata.</strong> <strong>Jika tidak hati-hati dengan cinta, maka tidak ada bedanya antara benci</strong> <strong>dan cinta. Sebab, keduanya bisa sama-sama menghancurkan pihak lain maupun dirinya sendiri.</strong></p>
<p>Lambang dari benci adalah kobaran api yang menyala-nyala yang siap untuk membakar dan menghanguskan apapun yang ada dihadapannya termasuk dirinya sendiri. <strong>Benci begitu mudah menyilapkan pandangan kita,</strong> seolah-olah apa yang ada di hadapan kita semua serba buruk, semua serba negatif. Mengapa hal ini terjadi? Karena kita telah kehilangan kesabaran untuk menentramkan diri. <strong>Dengan demikian, sabar adalah</strong> <strong>kata kunci untuk memerangi kebencian.</strong> Dengan kesabaran kita berkesempatan untuk menilai segala sesuatu berdasarkan nurani yang jernih bukan dengan emosional (nafsu amarah).</p>
<p>Semangat dari cinta adalah “menumbuhkan” semua harapan yang indah dan ideal. Sedangkan semangat dari benci adalah “mematikan“ semua yang indah dan ideal. Jadi betapapun kita membenci atau mencintai sesuatu tetaplah kita selipkan perasaan “eling lan waspodo”  agar kehidupan ini tidak mudah jatuh dalam pelukan mesra sang teroris.</p>
<p>Ingatlah bahwa teroris itu tidak selalu ngalor-ngidul menenteng bom untuk diledakkan, namun teroris bisa juga suatu gerakan yang sistematis untuk merusak akal budi kita melalui pencucian otak (brain washing) dan bisa juga dengan  intimidasi. Terorisme kadang menyelinap jauh kedalam relung hati kita, tanpa kita sadari. Seseorang yang kehadirannya selalu membuat orang lain ketakutan, sebenarnya dalam dirinya telah bersemi bibit-bibit terror.</p>
<p>Semoga kehadiran kita membuat orang lain yang tadinya  pesimis menjadi optimis, yang tadinya bodoh menjadi pintar, yang tadinya malas menjadi rajin bekerja, yang tadinya curang menjadi jujur, yang tadinya semau gue menjadi disiplin, yang tadinya sedih menjadi gembira, yang tadinya bekerja seadanya  menjadi lebih produktif dan bertanggungjawab, yang tadinya peragu menjadi percaya diri. Pemimpin harus bisa memberi motivasi kepada anak buahnya untuk “bekerjasama mencapai satu tujuan yang telah dirumuskan bersama”.</p>
<p>Semarang, 18 Maret 2007</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tomyarjunanto.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tomyarjunanto.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tomyarjunanto.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tomyarjunanto.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tomyarjunanto.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tomyarjunanto.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tomyarjunanto.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tomyarjunanto.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tomyarjunanto.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tomyarjunanto.wordpress.com/258/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomyarjunanto.wordpress.com&blog=2079665&post=258&subd=tomyarjunanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/06/23/apakah-cinta-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/45594e0f1764f89bcbb731af715ba223?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">tomy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KONJUK NGARSA DALEM PANGERAN SEJATI</title>
		<link>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/05/19/konjuk-ngarsa-dalem-pangeran-sejati/</link>
		<comments>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/05/19/konjuk-ngarsa-dalem-pangeran-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 02:00:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tomyarjunanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/05/19/konjuk-ngarsa-dalem-pangeran-sejati/</guid>
		<description><![CDATA[Kawula asung sembah pangabekti
konjuk dhumateng Pangeran Sejati
lepat punapa tinitah jalmi
datan kwasa milih saderma nglakoni
Karahayon wus ana kang paring pepeling,
kang nembe dipecaki buntu wusanane,
enggala bali myang kajaten,
mumpung sunaring purnama,
sumrambah paring pepadhang,
yen wus kalimputan mendung nggameng,
sira gampang nyasar lan disasarake,
jebul kang jembar katon gilar-gilar,
satuhu marga kang dudu
Rina wengi tansah dangu,
manungsa tanah jawi anglangut,
ngarep-arep jejere adil,
yaiku manungsa kang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomyarjunanto.wordpress.com&blog=2079665&post=247&subd=tomyarjunanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kawula asung sembah pangabekti<br />
konjuk dhumateng Pangeran Sejati<br />
lepat punapa tinitah jalmi<br />
datan kwasa milih saderma nglakoni</p>
<p>Karahayon wus ana kang paring pepeling,<br />
kang nembe dipecaki buntu wusanane,<br />
enggala bali myang kajaten,<br />
mumpung sunaring purnama,<br />
sumrambah paring pepadhang,<br />
yen wus kalimputan mendung nggameng,<br />
sira gampang nyasar lan disasarake,<br />
jebul kang jembar katon gilar-gilar,<br />
satuhu marga kang dudu</p>
<p>Rina wengi tansah dangu,<br />
manungsa tanah jawi anglangut,<br />
ngarep-arep jejere adil,<br />
yaiku manungsa kang nora bisa nampa kawruh nyata kasunyatan,<br />
nyatane yaiku wong kang wening wis tumeka,<br />
ngarepake kang ngarep-arep,<br />
yaiku manungsa kang angsal piwulang suci</p>
<p>Durung turu yen durung tangi,<br />
durung napak lemah yen durung weruh esuk, awan, sore kalawan bengi,<br />
tangeh tangi yen mung dibisiki,<br />
mokal obah diiming-imingi,<br />
turua kaya turune tetuwuhan,<br />
tangia kaya angga-angga nemu mangsa ing pabaratan</p>
<p>Konjuk Ngarsa Dalem Pangeran kita Ingkang Sejati<br />
kawula nyuwun sabda,<br />
lebur sedaya dosa ingkang sampun dilampahi<br />
luputa saking sedaya panggodha<br />
tuwin tinebihna saking sedaya piawon</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tomyarjunanto.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tomyarjunanto.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tomyarjunanto.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tomyarjunanto.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tomyarjunanto.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tomyarjunanto.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tomyarjunanto.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tomyarjunanto.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tomyarjunanto.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tomyarjunanto.wordpress.com/247/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomyarjunanto.wordpress.com&blog=2079665&post=247&subd=tomyarjunanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/05/19/konjuk-ngarsa-dalem-pangeran-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/45594e0f1764f89bcbb731af715ba223?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">tomy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SASTRA BINABAR</title>
		<link>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/05/15/sastra-binabar/</link>
		<comments>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/05/15/sastra-binabar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 00:20:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tomyarjunanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[SASTRA BINABAR]]></category>
		<category><![CDATA[berjuang & merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[syair temaram]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/05/15/sastra-binabar/</guid>
		<description><![CDATA[Hangidunga Piweling Kaki,
Sabdopalon Pamong Nusantara,
Ameca Kasengsarane,
Rakyat Nusa Sedarum, 
Nampi Panodhining Hyang Widhi,
Kalambangnya Wong Nyabrang,
Prapteng Tengah Katempuh,
Santering Kali Kang Bena,
Yeku Ing Gapura Sapta Ngesthi Aji,
Keh Jalma Samya Lena.




 
 



Sastra ini harus dibabar
Maka kukidungkan kesedihan, tangisan lampau kisahkan derita menjelang
Kala manusia menyusut hanya menjadi bagian dari suatu nilai kegunaan
dan waktu dirampat ketam bagai binatang buruan
Ilusi diproduksi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomyarjunanto.wordpress.com&blog=2079665&post=238&subd=tomyarjunanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;"><em><strong><span style="font-family:&quot;">Hangidunga Piweling Kaki,</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;"><em><strong><span style="font-family:&quot;">Sabdopalon Pamong Nusantara,</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;"><em><strong><span style="font-family:&quot;">Ameca Kasengsarane,</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;"><em><strong><span style="font-family:&quot;">Rakyat Nusa Sedarum, </span></strong></em></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;"><em><strong><span style="font-family:&quot;">Nampi Panodhining Hyang Widhi,</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;"><em><strong><span style="font-family:&quot;">Kalambangnya Wong Nyabrang,</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;"><em><strong><span style="font-family:&quot;">Prapteng Tengah Katempuh,</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;"><em><strong><span style="font-family:&quot;">Santering Kali Kang Bena,</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;"><em><strong><span style="font-family:&quot;">Yeku Ing Gapura Sapta Ngesthi Aji,</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;"><em><span style="font-family:&quot;"><strong>Keh Jalma Samya Lena.</strong></span></em></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;"><em><span style="font-family:&quot;"><strong></strong></span></em></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;"><em><span style="font-family:&quot;"><strong></strong></span></em></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;"><em><span style="font-family:&quot;"><strong></strong></span></em></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;"><em><span style="font-family:&quot;"><strong></strong></span></em><em></em></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><em><span style="font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><em><span style="font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">Sastra ini harus dibabar</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">Maka kukidungkan kesedihan, tangisan lampau kisahkan derita menjelang</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">Kala manusia menyusut hanya menjadi bagian dari suatu nilai kegunaan</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">dan waktu dirampat ketam bagai binatang buruan</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">Ilusi diproduksi dalam hingar bingar iklan, jadikan mimpi lebih meyakinkan dibanding kenyataan</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">Tercampak laiknya budak…</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">Jalanmu didiktekan sesuai peta…</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">Sebrangi sungai…</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">Apa lacur, sesampai di tengah diterjang banjir bandang</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">Apa yang bisa kau jadikan pegangan?</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">Pemimpinmu lebih suka berebut remahan roti yang disebut kekuasaan</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">Sedang…</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">Pemegang peta tak lebih dari calo tiket yang sibuk perkaya diri berslogan ayat suci hingga membusa mulut</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">Tuntunan menjadi tontonan..!!!</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">Pupus harapanmu tiada lagi pegangan</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">..</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">..</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">..</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;"><strong><em><span style="font-family:&quot;">Nandhang Mrata Sak Tanah Jawi,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;"><strong><em><span style="font-family:&quot;">Dadi Kersaning Kang Murbeng Alam,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;"><strong><em><span style="font-family:&quot;">Meruhna Pra Kawulane,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;"><strong><em><span style="font-family:&quot;">Lamun Jagad Puniku,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;"><strong><em><span style="font-family:&quot;">Mengku Pangeraning Ghoib,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;"><strong><em><span style="font-family:&quot;">Nraju Becik Myang Ala,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;"><strong><em><span style="font-family:&quot;">Kang Nandhur Angunduh,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;"><strong><em><span style="font-family:&quot;">Nandhang Wohira Priyangga,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;"><strong><em><span style="font-family:&quot;">Den Alamna Kinarya Amratandani,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;"><em><span style="font-family:&quot;"><strong>Jagad Ana Kang Ngasta.</strong></span></em></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><em><span style="font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><em><span style="font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">Sastra ini tetap harus dibabar</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">Maka yang terjadi biarlah terjadi sebagai tanda agung Ilahi</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">Keadilan adalah dendam, seruan akan sebuah harapan</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">Sebab dunia adalah ladang, tempat menabur benih dan menuai hasil</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">Maka siapa yang menabur dialah yang akan menuainya</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">Sungguh…</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">Yang dinanti telah datang, namun tak seperti yang kau kira</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">Dia datang membawa api</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">dan seperti yang dikehendakinya api itu telah berkobar menjalar kemana-mana</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">..</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">kobong.! </span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">kobong.!! </span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;"><strong>KOBONG..!!!</strong></span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">..</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">..</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><em><span style="font-family:&quot;">..liyep liyep layaping ngaluyut</span></em></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">..</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">..</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">Cukup sudah yang perlu kusampaikan</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;">Tunaikan wajib yang mesti diemban</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-family:&quot;"><em>Sastra ini harus dibabar</em></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tomyarjunanto.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tomyarjunanto.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tomyarjunanto.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tomyarjunanto.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tomyarjunanto.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tomyarjunanto.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tomyarjunanto.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tomyarjunanto.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tomyarjunanto.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tomyarjunanto.wordpress.com/238/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomyarjunanto.wordpress.com&blog=2079665&post=238&subd=tomyarjunanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/05/15/sastra-binabar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/45594e0f1764f89bcbb731af715ba223?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">tomy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IBU JENDRA,  DIALEKTIKA KEARIFAN LELUHUR NUSANTARA</title>
		<link>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/03/28/ibu-jendra-dialektika-kearifan-leluhur-nusantara/</link>
		<comments>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/03/28/ibu-jendra-dialektika-kearifan-leluhur-nusantara/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2009 01:54:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tomyarjunanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[IBU JENDRA]]></category>
		<category><![CDATA[PANEMBAHAN SENAPATI]]></category>
		<category><![CDATA[agama & manusia]]></category>
		<category><![CDATA[berjuang & merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/03/28/ibu-jendra-dialektika-kearifan-leluhur-nusantara/</guid>
		<description><![CDATA[
Go Kamane Allah,
Dzat kang Ilang Rusak Ragane Kabeh,
Labete Tan Kena Keri,
Dzat kang Tanpa Kumpulan Kahanane Ora Ana,
Ya Ingsun Sejatine Ora Ana Apa-Apa.
- Panembahan Senapati -
 
‘Aku’ dan ‘Ada’ tak hanya dikukuhkan oleh Descartes. Dibelahan lain dunia pada abad yang sama, pendiri dinasti Mataram Islam mengukuhkannya dalam bait-bait syair IBU JENDRA.
Substansi yang sejati adalah keseluruhan Dzat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomyarjunanto.wordpress.com&blog=2079665&post=230&subd=tomyarjunanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em><span style="font-size:8pt;">Go Kamane Allah,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em><span style="font-size:8pt;">Dzat kang Ilang Rusak Ragane Kabeh,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em><span style="font-size:8pt;">Labete Tan Kena Keri,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em><span style="font-size:8pt;">Dzat kang Tanpa Kumpulan<span> </span>Kahanane Ora Ana,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em><span style="font-size:8pt;">Ya Ingsun Sejatine Ora Ana Apa-Apa.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:right;" align="right"><strong><em><span style="font-size:8pt;">- Panembahan Senapati -</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><em><span style="font-size:8pt;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;">‘Aku’ dan ‘Ada’ tak hanya dikukuhkan oleh Descartes. Dibelahan lain dunia pada abad yang sama, pendiri dinasti Mataram Islam mengukuhkannya dalam bait-bait syair <strong><em>IBU JENDRA</em></strong>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;">Substansi yang sejati adalah keseluruhan Dzat yang membentuk semesta, demikian dituturkan. Semesta yang terus berevolusi menuju kesempurnaan. Dan wahana dari kesempurnaan semesta mewujud dalam diri manusia, <em>pan ingsun dzat Allah kang jumeneng pusering jagad angingkut sakehing arupa warna, karut dening aku kabeh.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;">Tanpa adanya Dzat yang berkumpul tidak akan pernah terbentuk suatu ‘kesadaran’, hanyalah awang-uwung, kosong belaka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;">Manusialah, subyek, pusat pemaknaan, yang mempunyai kemampuan <em>wruh ing anane dhewe</em>, yang mampu berkata : Aku…Ada.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;">Jadi ‘ada’ adalah subyektif, kesadaran yang melahirkan angan-angan dan pemikiran, yang memunculkan kata-kata dan bahasa sebagai penanda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;">Namun bahasa tak pernah mampu secara utuh menggambarkan konsep yang diekspresikannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:8pt;">Urip tan kena kinaya ngapa, </span><span id="more-230"></span></em><span style="font-size:8pt;">menjadi ungkapan kearifan leluhur nusantara, bahwa tiada finalitas definisi, karena dalam subyektifitas, makna menjadi plural.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;">Dan dengan kerendahhatian terhadap pluralitas makna, para leluhur menggunakan metaphor, sanepan-sanepan seperti : <em>galihing kangkung, tipaking kontul mabur, oyoting bayu bajra, gigiring punglu. </em>Demi menghadirkan <em>‘Yang Lain’ </em>yang dengan tulus disapa sebagai <em>’Liyan’. </em>Merayakan segala <em>‘kemungkinan’ </em>dimana hidup menjadi penuh harapan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;">Salah satu harapan, tertulis dalam bait-bait berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em><span style="font-size:8pt;">Sejatining manungsa saka wiji pinilih,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em><span style="font-size:8pt;">kang coplok saka nggantangan,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em><span style="font-size:8pt;">cumlorot marang jaman lega dadi,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em><span style="font-size:8pt;">kinurung dening biru,kinupeng dening budheng,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em><span style="font-size:8pt;">cleng cumleng cleleng amleng rasanira kalawan dhewe.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;">Bahwasanya secara fitrah manusia selalu sama satu dengan lainnya. Makhluk pinilih yang mempunyai rasa pangrasa yang sama. Insan yang merasakan sedih, kecewa, lapar, dahaga, gembira, bahagia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;">Fitrah yang coba dirampas menggunakan dogma dan senjata iman. Sehingga sedihmu bukanlah sedihku, murtadmu hidayahku dan boleh jadi Allahmu Iblisku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span style="font-size:8pt;">IBU JENDRA</span></em></strong><span style="font-size:8pt;"> menjadi bentuk perlawanan Jawa terhadap hegemoni pemikiran (agama) Timur Tengah yang dikampanyekan para Wali dan dilegitimasi menjadi Kerajaan Bintoro. Pemikiran yang sejatinya meringkus hidup dengan menciptakan menara gading pencapaian manusia sekaligus menafikan pencapaian manusia lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;">Pembelaan Jawa tergurat jelas dalam syair-syair selanjutnya :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em><span style="font-size:8pt;">Allah aku suci, aku bunyi suci,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em><span style="font-size:8pt;">Teka geg arane jisim, mani kang jumeneng neng dana rasa</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em><span style="font-size:8pt;">Sak mosike para nabi para wali dadi angen-angenku kabeh.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;">Wong Agung Ngeksiganda tak hendak tunduk, paneteg panatagama senyatanya sebuah revolusi kultur, kini agama tak lagi di atas segalanya, kembali kepada fitrahnya sebagai ageming aji, agama Rasul, agama Rasa, ialah <strong><em>ISLAM SEJATI</em></strong>.</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tomyarjunanto.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tomyarjunanto.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tomyarjunanto.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tomyarjunanto.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tomyarjunanto.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tomyarjunanto.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tomyarjunanto.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tomyarjunanto.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tomyarjunanto.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tomyarjunanto.wordpress.com/230/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomyarjunanto.wordpress.com&blog=2079665&post=230&subd=tomyarjunanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/03/28/ibu-jendra-dialektika-kearifan-leluhur-nusantara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/45594e0f1764f89bcbb731af715ba223?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">tomy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENGAPA KITA BERKATA “ADA”?</title>
		<link>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/03/16/mengapa-kita-berkata-%e2%80%9cada%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/03/16/mengapa-kita-berkata-%e2%80%9cada%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 07:07:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tomyarjunanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[DEKONSTRUKSI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tomyarjunanto.wordpress.com/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Suprayitno
 
Berita tentang hasil survei atau jajak pendapat yang diselenggarakan oleh Harris Poll mengenai tingkat keberagamaan atau keyakinan masyarakat Amerika Serikat terhadap Tuhan, menunjukkan separuh penduduk AS tak yakin Tuhan ada (SM, 2/11/06). Hasil jajak pendapat itu bagi bangsa kita yang religius ini, merupakan berita yang memprihatinkan. Sebab, andaikata jajak pendapat itu dilakukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomyarjunanto.wordpress.com&blog=2079665&post=226&subd=tomyarjunanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:8pt;" lang="IN">Oleh : Suprayitno</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="IN">Berita tentang hasil survei<span> </span>atau jajak pendapat<span> </span>yang diselenggarakan oleh Harris Poll mengenai tingkat keberagamaan atau keyakinan masyarakat Amerika Serikat terhadap Tuhan, menunjukkan separuh penduduk AS tak yakin Tuhan ada (SM, 2/11/06). Hasil jajak pendapat itu bagi bangsa kita yang religius ini, merupakan berita yang memprihatinkan. Sebab, andaikata jajak pendapat itu dilakukan di negara kita pasti hasilnya akan jauh berbeda. Mungkin masyarakat<span> </span>kita 99 persen atau bahkan 100 persen yakin adanya Tuhan. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="IN">Tulisan ini ingin membahasnya melalui pendekatan filsafat (ontologisme) yaitu mengapa kita berkata ada? Apa sebenarnya yang dimaksud ‘ada’? Kemudian apa bedanya antara ada berdasarkan ‘pengetahuan’ dan ada berdasarkan ‘keyakinan’? Bisakah yang tidak ada kita katakan ada? Bagaimana syarat-syarat “keberadaan” sesuatu? </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="IN"> </span></p>
<h1><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="IN">Substansi dan Ada</span></h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="IN"><span id="more-226"></span>Kita sering mendengar dari para pengkhotbah, bagaimana mereka berbicara tentang Tuhan, surga-neraka, jin, syaitan, malaikat dan roh. Mereka pada umumnya dapat menjabarkan dengan sangat fasih, apa kemauan-kemauan Tuhan terhadap kehidupan ini. Bagaimana keadaan surga-neraka, biografi syaitan, tugas-tugas para malaikat dan sebagainya. Tetapi ketika kita tanyakan, mengapa Tuhan ada? Bagaimana jika Tuhan tidak ada? Jawaban dan argumen yang disampaikan pada umunya lebih bersifat<span> </span>doktrinal berdasarkan teks atau bersifat scriptural dan ditambah dengan penafsiran atau pendapat dari dirinya sendiri. Artinya apa yang mereka sampaikan bukanlah atas dasar “pengetahuan” tetapi lebih pada opini atau keyakinan belaka. Padahal kita tahu bahwa ada perbedaan epistemologis antara pengetahuan dan keyakinan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="IN">Pada umunya, lebih banyak pendapat yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ‘ada’ adalah suatu obyek yang dapat kita raba, dapat dipegang, dilihat, dirasakan, atau didengarkan. Tetapi, jawaban simpel seperti itu bisa kita balik menjadi “Apakah sesuatu yang tidak bisa kita raba, kita pegang, kita lihat, kita rasakan dan kita dengarkan berarti tidak ada?” Kemudian bagaimana dengan banyak orang seperti orang Amerika yang ternyata tidak bisa merasakan adanya Tuhan, apakah dengan demikian bisa disimpulkan bahwa Tuhan itu tidak ada? Para pengkhotbah juga belum pernah piknik melihat-lihat kemewahan dan keindahan surga dimanakah<span> </span>lokasi yang disebut surga atau neraka, tetapi mengapa mereka bisa berkata bahwa surga neraka itu benar-benar ada? Layakkah kita bersepekulasi tentang ada, hanya berdasarkan opini/keyakinan? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="IN">Sebelum lebih jauh kita membahas makna kata “ada”, marilah kita amati penggunaan kata “ada” dalam keseharian kita. Sebab dengan contoh-contoh sederhana yang nyata maka persoalan yang rumit tentang ontologisme dan epistemologi (bagian dari ilmu filsafat Barat), akan lebih mudah kita pahami. Saya berikan ilustrasi nyata dalam suatu transaksi di sebuah warung makan. Seorang calon pembeli bertanya kepada pelayan “mBak ada sayur oblok-oblok?”<span> </span>sambil kemayu, si pelayan menjawab<span> </span>“Enggak ada Mas!”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="IN">Calon pembeli tidak percaya begitu saja, kemudian dia mencoba melihat satu persatu tempat sayur yang ditata rapi di atas meja. Ternyata sayur oblok-oblok yang dicari masih ‘ada’ dan cukup banyak tersedia. Dengan wajah girang, si pembeli berkata “Lho ada gini kok dibilang tidak ada, gimana to mbak?” Si pelayan sambil tersenyum genit berkata “ Woalah Mas&#8230; Mas, ini namanya bukan oblok-oblok, tapi pelas daun singkong!” Calon pembeli segera sadar, lain tempat lain namanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="IN">Masih terdapat seribu satu contoh perbedaan istilah yang bisa kita temukan pada masing-masing daerah tentang pemberian suatu nama. Namun, dari perbincangan itu apa hubungannya dengan pembahasan kita mengenai “ada”?<span> </span>Ternyata yang dikatakan ‘ada’ oleh seseorang, belum tentu orang lain berkata ‘ada’. Dengan demikian apa sebenarnya yang dimaksud ‘ada’? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="IN"> </span></p>
<h1><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="IN">Semiotika Komunikasi</span></h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="IN">“Ada”<span> </span>adalah suatu istilah untuk mengidentifikasi sesuatu keberadaan. Tanpa adanya istilah maka kita tidak akan pernah bisa dikatakan “ada”. Kita tidak pernah bisa mengatakan matahari itu ada, jika kita tidak pernah menamai atau menandai<span> </span>benda tersebut sebagai matahari. Jadi ‘ada’ sebenarnya hanyalah masalah semiotika komunikasi, yaitu bagaimana kita menandai sesuatu.<span> </span>Dengan ilmu tentang tanda (semiotika) itulah akhirnya segala sesuatu bisa<span> </span>dikatakan ADA. Meskipun Rene Descartes (1596-1650)<span> </span>berpendapat lain yaitu, cogito ergo sum. Aku berpikir maka aku ada. Jadi menurut Descartes, kita bisa berkata “ada” karena kita bisa berpikir untuk berkata “ada”. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="IN">Ilustrasi di atas ingin membuktikan bahwa substansi “sayur oblok-oblok” sebenarnya ada. Tetapi keberadaan sayur itu bisa diberi berbagai macam penanda. Akhirnya, <strong><span style="text-decoration:underline;">ada</span></strong> dan <strong><span style="text-decoration:underline;">tidak ada</span></strong> hanyalah soal penanda bukan substansi. Misalnya, kita menyebut sayur oblok-oblok, apakah sebenarnya substansi dari sayur tersebut?<span> </span>Makna, itulah yang paling penting dijelaskan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="EN-GB">Kembali pada persoalan di atas, Tuhan itu ada, demikian dikatakan oleh orang-orang yang beriman. Tanpa bantuan semiotika, niscaya kita tidak pernah bisa berkata ‘ada’.<span> </span>Ada atau dikatakan tidak ada, sebenarnya bukan hal penting, karena <strong><span style="text-decoration:underline;">substansilah yang paling</span></strong> <strong><span style="text-decoration:underline;">penting</span></strong>. Apa sebenarnya substansi atau makna<span> </span>dari Tuhan?<span> </span>Apa sebenarnya substansi dari sayur oblok-oblok?<span> </span><strong>Substansi benda abstrak lebih berada dalam ruang pemikiran.</strong> Tuhan adalah sesuatu yang abstrak, sehingga substansi Tuhan berada pada pemikiran. Sedangkan <strong>substansi benda kongkrit</strong> (sayur oblok-oblok dan sebagainya), <strong>berada atau</strong> <strong>menyatu dengan benda itu sendiri</strong>.<strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="IN">Kesimpulannya, bahwa yang dikatakan ada sebenarnya hanyalah “istilah” . Jadi ada tidak benar-benar selalau ada, <strong>sebab yang pasti ada adalah “substansi”</strong>. Yang dikatakan sayur oblok-oblok sebenarnya sama dengan sayur pelas daun singkong. Barangnya (substansinya) sebenarnya ada, tetapi bisa dikatakan tidak ada hanya karena perbedaan istilah (perbedaan semiosis).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="IN">Dengan demikian perdebatan mengenai apakah Tuhan ada atau tidak ada, juga berada dalam ranah semiotika. Tidak menghunjam pada substansi. Sebab, tak ada yang mampu mengurai substansi Tuhan secara benar. Substansi Tuhan berada atau tersimpan dalam “angan-angan” atau pemikiran. Menjadi diskursus yang sangat penting untuk kita bahas adalah <strong>apa sebenarnya yang dinamakan pemikiran?</strong> <strong>Dan apa yang bukan</strong> <strong>pemikiran?</strong> Mengapa ada pemikiran? Dari mana sumber pemikiran? Apa yang mempengaruhi pemikiran? <span style="text-decoration:underline;">Bagaimana pemikiran yang benar dan bagaimana pemikiran yang</span> <span style="text-decoration:underline;">sesat?</span> Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang akan muncul ketika kita akan membuka diskusi lebih jauh tentang pemikiran atau angan-angan. Menurut saya, mempelajari pemikiran sama saja dengan terbang di alam tanpa batas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="IN">Bagi yang percaya adanya Tuhan, karena mereka mampu mengonstruksikan angan-angannya untuk memproduksi suatu citra tentang Dia. Sebaliknya, bagi yang tidak percaya adanya Tuhan, karena mereka lebih dipengaruhi oleh filsafat materialisme, dimana daya angan-angannya hanya mampu merespon realitas (sesuatu yang bersifat nyata). Namun, dari dua perbedaan mendasar tersebut, substansi Tuhan tetap berada dalam pemikiran. Maka sungguh Tuhan tak terbatas. Artinya, substansi Tuhan tidak bisa dikejar dan dibatasi oleh manusia siapa pun. Tuhan adalah ruang kosong yang digambar. Oleh sebab itu ketika orang-orang Amerika<span> </span>tidak mampu “menggambar” wajah Tuhan, maka mereka berkesimpulan Tuhan tidak ada.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="IN"><span> </span>Ada dua pandangan atau konsep tentang Tuhan, yaitu ada yang “berkeyakinan” bahwa Tuhan adalah sosok “outside” dari diri kita. Pandangan ini akhirnya meyakini atau menempatkan posisi Tuhan<span> </span>sebagai<span> </span>yang diluar (outside) yaitu sebagai “Sang Raja”. Dia ada di kerajaan sana, sedangkan manusia ada di sini. Terdapat jarak atau pemisah antara Tuhan sebagai yang menguasai dan manusia sebagai yang dikuasai. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="IN">Sedangkan pandangan yang kedua menempatkan Tuhan sebagai “inside”. Artinya, Tuhan bukan ‘dia’ tetapi ‘aku’. Tuhan adalah aku, tetapi aku bukanlah Tuhan. Landasan filosofi yang digunakan adalah, Tuhan ada berdasarkan bagaimana kita memikirkaNya. Jika kita tidak mampu “membayangkan atau memikirkan” keberadaanNya maka Tuhan tak pernah ada. Dengan demikian Tuhan merupakan<span> </span>dzat<span> </span>yang senantiasa menyatu (inherent) dengan kehendak manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="IN"> </span></p>
<h1><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="IN">Penutup</span></h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="IN"><span> </span>Tuhan dan hantu, jelas tidak sama, tetapi keduanya adalah obyek “abstrak” yang bisa hadir sesuai dengan bagaimana kita mencitrakannya. Citra adalah sebuah produk yang tidak lepas dari faktor “kultur” sehingga persepsi hantunya Amerika tentu berbeda dengan hantunya orang Indonesia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="IN">Hantu orang Amerika sering digambarkan sebagai vampir yaitu sosok yang mempunyai gigi taring menyeramkan untuk menyedot darah korban. Sedangkan hantu versi orang Indonesia sering digambarkan berujud “pocongan”. Perbedan kedua citra ini karena latar belakang kultur yang berbeda antara Amerika dengan Indonesia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="IN">Demikian juga citra tentang Tuhan, ada yang berpendapat bahwa sosok Tuhan adalah berjenis kelamin laki-laki, ada juga yang berkeyakinan Tuhan tidak memiliki jenis kelamin, dan sebagian ada yang berpendapat Tuhan itu laki-laki tetapi sekaligus perempuan. Pertanyaannya mana yang benar? Jawabannya tentu semua benar, jika ukuran yang dipakai adalah “angan-angan”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="IN"><span> </span>Ada atau tidak ada Tuhan, serta bagaimana kita memberikan karakter untukNya sebenarnya bukan sesuatu hal yang perlu diperdebatkan apalagi sampai menimbulkan korban. Sebab yang paling penting adalah bagaimana kita akan memaknaiNya setelah kita percaya atau mereka yang tidak percaya terhadap keberadaan Tuhan. Jika kita percaya terhadap Tuhan, tetapi prilaku kita anti terhadap citra idealistik yang dibawakan untukNya maka kita menjadi orang yang berTuhan tetapi hanya asyik untuk kepentingan dirinya sendiri. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="IN">Kita menjadi pemuja Tuhan tetapi melupakan tugas-tugas kemanusiaan kita terhadap sesama. Bagi yang tidak percaya adanya Tuhan, juga tidak perlu disalahkan sepanjang keyakinannya itu tidak membuat prilaku mereka menjadi anti kemanusiaan. </span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tomyarjunanto.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tomyarjunanto.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tomyarjunanto.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tomyarjunanto.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tomyarjunanto.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tomyarjunanto.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tomyarjunanto.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tomyarjunanto.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tomyarjunanto.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tomyarjunanto.wordpress.com/226/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomyarjunanto.wordpress.com&blog=2079665&post=226&subd=tomyarjunanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/03/16/mengapa-kita-berkata-%e2%80%9cada%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/45594e0f1764f89bcbb731af715ba223?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">tomy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MISTIK ADALAH &#8230;</title>
		<link>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/03/11/mistik-adalah/</link>
		<comments>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/03/11/mistik-adalah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 04:32:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tomyarjunanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[PERHENTIAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/03/11/mistik-adalah/</guid>
		<description><![CDATA[

Mistik itu …..


 
bukan orang mati kemaren yang suka meneror
membuat kamu mengidap paranoid
bukan menggantang asap 
segala gumam para cenayang
membuat kamu hiperilusif


 
adalah terpana 
temaram lembayung jingga
torehkan syahdu di warna senja
adalah menderu
dingin angin menimang lembut luruh daun
menggigil kelu dalam dekap canggung
adalah berdebur
ombak membelai pantai
tegaskan hadirmu dan hadirku
adalah gemetar 
hasrat tersembunyi yang sempat kucuri
dari jengah hangat bibirmu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomyarjunanto.wordpress.com&blog=2079665&post=213&subd=tomyarjunanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-217 aligncenter" title="wall_ambiance" src="http://tomyarjunanto.files.wordpress.com/2009/03/wall_ambiance.jpeg?w=168&#038;h=124" alt="wall_ambiance" width="168" height="124" /></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><!--[if gte mso 9]&gt;     &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false         &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:8pt;line-height:150%;">Mistik itu …..</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:8pt;line-height:150%;"><br />
</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:8pt;line-height:150%;"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:8pt;line-height:150%;">bukan orang mati kemaren yang suka meneror</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:8pt;line-height:150%;">membuat kamu mengidap paranoid</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:8pt;line-height:150%;">bukan menggantang asap </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:8pt;line-height:150%;">segala gumam para cenayang</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:8pt;line-height:150%;">membuat kamu hiperilusif</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:8pt;line-height:150%;"><br />
</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:8pt;line-height:150%;"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:.5in;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:8pt;line-height:150%;">adalah terpana </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:.5in;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:8pt;line-height:150%;">temaram lembayung jingga</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:.5in;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:8pt;line-height:150%;">torehkan syahdu di warna senja</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:.5in;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:8pt;line-height:150%;">adalah menderu</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:.5in;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:8pt;line-height:150%;">dingin angin<span> </span>menimang lembut luruh daun</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:.5in;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:8pt;line-height:150%;">menggigil kelu dalam dekap canggung</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:.5in;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:8pt;line-height:150%;">adalah berdebur</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:.5in;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:8pt;line-height:150%;">ombak membelai pantai</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:.5in;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:8pt;line-height:150%;">tegaskan hadirmu dan hadirku</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:.5in;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:8pt;line-height:150%;">adalah gemetar </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:.5in;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:8pt;line-height:150%;">hasrat tersembunyi yang sempat kucuri</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:.5in;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:8pt;line-height:150%;">dari jengah hangat bibirmu </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:.5in;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:8pt;line-height:150%;"><br />
</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="SV"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="SV">sadari dan hadapi tak hendak mensiasati</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="SV">tarian gemulai gerai rambutmu</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="SV">juga hening nafasmu satu&#8230;satu&#8230;</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="FI">menuntun kedalaman rasa</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="SV">meretas berjuta makna </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="SV">tanpa kata</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="SV">dalam penyerahan&#8230; </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;" lang="SV"><strong><em>bukan pengendalian&#8230;</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><strong><em><span lang="SV"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><strong><em><span lang="SV"> </span></em></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tomyarjunanto.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tomyarjunanto.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tomyarjunanto.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tomyarjunanto.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tomyarjunanto.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tomyarjunanto.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tomyarjunanto.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tomyarjunanto.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tomyarjunanto.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tomyarjunanto.wordpress.com/213/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomyarjunanto.wordpress.com&blog=2079665&post=213&subd=tomyarjunanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/03/11/mistik-adalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/45594e0f1764f89bcbb731af715ba223?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">tomy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tomyarjunanto.files.wordpress.com/2009/03/wall_ambiance.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">wall_ambiance</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yang Tersembunyi.. (sebuah halaman narsis)</title>
		<link>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/02/24/204/</link>
		<comments>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/02/24/204/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 06:02:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tomyarjunanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[PERHENTIAN]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita & Aku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tomyarjunanto.wordpress.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[

Masih ingatkah dulu?
Kala kau berikan aku
Surat cintamu



Aku terlena
Dalam kebimbangan .. kebingungan..
Dan kau hanya tersenyum
Dan berkata&#8230;
Surat&#8230; untukmu..
Saat  itulah aku tertegun
Bingung
Kubuka, kubaca dan kubaca
Kupahami segera
Inilah ungkapan cintamu
Cintamu.. pertamaku
Indah memang
Kunikmati setiap hari
Penuh kebahagiaan
Hari berganti minggu
Minggu berganti bulan
Jika saja waktu tidak berlalu
Kau tak akan pernah tinggalkanku
Dan &#8230; saat ini
Aku begitu sangat merindukanmu
       [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomyarjunanto.wordpress.com&blog=2079665&post=204&subd=tomyarjunanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV">Masih ingatkah dulu?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV">Kala kau berikan aku</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV">Surat cintamu</span></strong></p>
<dl class="wp-caption alignnone">
<dt class="wp-caption-dt"><strong><img class="size-full wp-image-203" title="narsisku" src="http://tomyarjunanto.files.wordpress.com/2009/02/tomy021.jpg?w=119&#038;h=79" alt="narsisku" width="119" height="79" /></strong></dt>
</dl>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;"><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV">Aku terlena</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;"><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV">Dalam kebimbangan .. kebingungan..</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;"><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV">Dan kau hanya tersenyum</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;"><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV">Dan berkata&#8230;</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;"><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV">Surat&#8230; untukmu..</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV">Saat <span> </span>itulah aku tertegun</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV">Bingung</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV">Kubuka, kubaca dan kubaca</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV">Kupahami segera</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV">Inilah ungkapan cintamu</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV">Cintamu.. pertamaku</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;"><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV">Indah memang</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;"><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV">Kunikmati setiap hari</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;"><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV">Penuh kebahagiaan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;"><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV">Hari berganti minggu</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;"><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV">Minggu berganti bulan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV">Jika saja waktu tidak berlalu</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV">Kau tak akan pernah tinggalkanku</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV">Dan &#8230; saat ini</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;color:red;" lang="SV">Aku begitu sangat merindukanmu</span></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tomyarjunanto.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tomyarjunanto.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tomyarjunanto.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tomyarjunanto.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tomyarjunanto.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tomyarjunanto.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tomyarjunanto.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tomyarjunanto.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tomyarjunanto.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tomyarjunanto.wordpress.com/204/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomyarjunanto.wordpress.com&blog=2079665&post=204&subd=tomyarjunanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/02/24/204/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/45594e0f1764f89bcbb731af715ba223?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">tomy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tomyarjunanto.files.wordpress.com/2009/02/tomy021.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">narsisku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PADUPAN KENCANA, titip pesan buat para pemuda dan calon pemimpin bangsa</title>
		<link>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/02/19/padupan-kencana-titip-pesan-buat-para-pemuda-dan-calon-pemimpin-bangsa/</link>
		<comments>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/02/19/padupan-kencana-titip-pesan-buat-para-pemuda-dan-calon-pemimpin-bangsa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 01:37:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tomyarjunanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[PADUPAN KENCANA]]></category>
		<category><![CDATA[geguritan]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[syair gaib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tomyarjunanto.wordpress.com/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[pfupnKevCn
Apuranen kumawani atur kagawa tyas kayungyun,
Hening ati madyaning ratri,
Ameruhi…..
Kurungan peksi prada rukmi samya sunya tan ana kang nenggani
 
Perkutute anggegana sirna urubing cahya
Peteng ndedet lelimengan…..
Angrerintih kalimputan…..
Para bajang atut wuri Si Kaki
Adedamar nuntun barisan mecaki dalan
 

Wus rusak dhatulaya !!
Rasa datan bisa anyurasa !!
Oncat maligi jiwangga !!
Lebur tumpur tataning sujanma !!

 
Duh… kadhang-kadhang taruna jatmika,
Jantraning jagad [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomyarjunanto.wordpress.com&blog=2079665&post=188&subd=tomyarjunanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><strong><em><span style="font-size:8pt;font-family:Hanacaraka;">pfupnKevCn</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;">Apuranen kumawani atur kagawa tyas kayungyun,</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;">Hening ati madyaning ratri,</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;">Ameruhi…..</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;">Kurungan peksi prada rukmi samya sunya tan ana kang nenggani</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;"> </span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;">Perkutute anggegana sirna urubing cahya</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;">Peteng ndedet lelimengan…..</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;">Angrerintih kalimputan…..</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;">Para</span><span style="font-size:8pt;"> bajang atut wuri Si Kaki</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;">Adedamar nuntun barisan mecaki dalan</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;"> </span></strong></em></p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;color:red;">Wus rusak dhatulaya !!</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;color:red;">Rasa datan bisa anyurasa !!</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;color:red;">Oncat maligi jiwangga !!</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;color:red;">Lebur tumpur tataning sujanma !!</span></strong></em></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;"> </span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;">Duh… kadhang-kadhang taruna jatmika,</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;">Jantraning jagad wus aweh sasmita,</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;">Angajap tyas rahayu samya weweka,</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;">Golonging tekad meper hardaning priyangga</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;"> </span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;">Duh… reroncening puspa,</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;">Datan rebut unggul hamung lila legawa</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;">Anglepas tansaya pas</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;">Angaturi dipun genepi</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;"> </span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;">Dadya ratus ing Padupan Kencana,</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;">Tulus sumedya angambar arum,</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;">Kumelun sundul ngawiyat,</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;">Handayani geter sarining bawana,</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;">Sarining Allah sarining Rahsa</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;"> </span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;">Byar padang sasangka</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;">Kadya tanggal kaping limalas</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;">Padang</span><span style="font-size:8pt;"> njaba pandang njero</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-size:8pt;">Padang</span></strong></em><span style="font-size:8pt;"><em><strong> luwih padang</strong></em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:8pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:8pt;">♥♥♥☼♥♥♥</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:8pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:8pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:8pt;">Tuhan berkarya dalam diri manusia, manusialah tangan dan kakiNya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:8pt;">Setiap pribadi telah dianugrahi talenta bukan untuk digenggam erat namun untuk saling berbagi</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:8pt;">Tiada yang paling hebat namun kebersamaan membuat kuat</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:8pt;">Dengan tulus menerima dan merayakan talenta yang ada pada orang-orang disekitar kita &amp; dengan rendah hati mempersembahkan (melepas) talenta kita hidup semakin dipenuhi dan digenapi</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:8pt;">Karena kita seumpama untaian bunga, untaian batang-batang lilin yang menyala</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:8pt;">Malampun benderang berpendar cahaya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:8pt;">Atmosfer dipenuhi harum wangi bunga</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tomyarjunanto.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tomyarjunanto.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tomyarjunanto.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tomyarjunanto.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tomyarjunanto.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tomyarjunanto.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tomyarjunanto.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tomyarjunanto.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tomyarjunanto.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tomyarjunanto.wordpress.com/188/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomyarjunanto.wordpress.com&blog=2079665&post=188&subd=tomyarjunanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/02/19/padupan-kencana-titip-pesan-buat-para-pemuda-dan-calon-pemimpin-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/45594e0f1764f89bcbb731af715ba223?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">tomy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TUHAN DALAM DIRI SESAMAMU</title>
		<link>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/01/21/tuhan-dalam-diri-sesamamu/</link>
		<comments>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/01/21/tuhan-dalam-diri-sesamamu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 02:34:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tomyarjunanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[SOSIALISME KERAJAAN ALLAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tomyarjunanto.wordpress.com/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[Ya Allah, Tuhan orang-orang yang terampas!
Engkau hendak merahmati Orang-orang yang terampas di dunia ini,
Orang kebanyakan yang bernasib tak berdaya
Dan kehilangan hidup,
Orang yang diperbudak sejarah,
Korban-korban penindasan
Dan penjarahan waktu,
Orang-orang celaka di atas bumi ini,
Menjadi pemimpin-pemimpin umat manusia
Dan pewaris-pewaris bumi. Sekarang sudah tiba waktunya
Dan orang-orang terampas di atas bumi ini
Merupakan pengharapan akan janji-Mu
Ali Syariati


Penggalan Kisah
 
Bermula dari sini, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomyarjunanto.wordpress.com&blog=2079665&post=173&subd=tomyarjunanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p><em>Ya Allah, Tuhan orang-orang yang terampas!<br />
Engkau hendak merahmati Orang-orang yang terampas di dunia ini,</em><em><br />
Orang kebanyakan yang bernasib tak berdaya<br />
Dan kehilangan hidup,<br />
Orang yang diperbudak sejarah,<br />
Korban-korban penindasan<br />
Dan penjarahan waktu,<br />
Orang-orang celaka di atas bumi ini,<br />
Menjadi pemimpin-pemimpin umat manusia<br />
Dan pewaris-pewaris bumi. Sekarang sudah tiba waktunya<br />
Dan orang-orang terampas di atas bumi ini<br />
Merupakan pengharapan akan janji-Mu</em></p>
<p style="text-align:right;"><em>Ali Syariati</em></p>
</blockquote>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:9pt;">Penggalan Kisah</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:9pt;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;">Bermula dari sini, ketika memburu rejeki untuk pemenuhan kebutuhan, Tuhan menghardik aku lewat sosok pengemis gila di pertigaan.</span></p>
<p><span id="more-173"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;">Orang gila yang tak sedap dipandang disebuah pertigaan komplek perumahan elit &amp; perkantoran, dimana mobil-mobil mewah berlalu-lalang. Berharap kepedulian manusia untuk memberikan air pelepas dahaga, ia terus memukulkan botol kosongnya ke gapura seraya berteriak mengacungkannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;">Hingga tengah hari yang panas saat aku berikan sebotol air kepadanya, ia masih disana. Nglesot diatas aspal dengan botol air yang masih kosong.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;">Dalam pandang penuh syukur dimatanya, Tuhan menampar dan menghardikku sedemikian keras dan menyakitkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;">Betapa selama ini dibutakan oleh kepentingan dan kebutuhan pribadi hingga tak mampu lagi melihat sosok manusia terbuang ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;">Betapa selama ini kau terlalu sibuk dengan diriku. Segala tangis sesal yang palsu atas dosa, segala syukur puji, semua harap akan rahmat dan berkat, semua teriak lantang dalam nama Tuhan…….Semua tentang diriku..dan hanya tentang diriku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;">Selama ini aku mengamini kata2 bijak Karl Marx bahwa agama itu candu. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/face-crying.png' alt=':cry:' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;">Yup, semua tentang aku yang terjebak dalam nihilisme, perburuan tiada henti akan pemuasan hasrat, yang dalam padang perburuan aku perlu ekstasi, kenikmatan sesaat, candu dimana segala dalih kemuliaan dan keilahian akan menjaga dan menopangku. </span><span style="font-size:9pt;font-family:Wingdings;"><span>J</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;">Persis seperti yang disabdakan Nietsche, aku telah membunuh Tuhan. Tuhanku telah mati dalam doktrin, dibunuh oleh tafsir &amp; kotbah yang dipaksakan, dikubur dalam teks-teks kosong, dikenang dalam ritual pengaguman dan pengagungan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;">Namun lewat pengemis gila itu aku disapa oleh Tuhan yang hidup dan menghidupi, Tuhan yang bekerja melalui kebetulan-kebetulan yang kutemui dalam keseharian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;">Teringat ujara-ujar orang tua dahulu ,”Le hati2lah kalau ada pengemis minta2 siapa tahu itu adalah Nabi atau Wali yang sedang menyamar”. Setuju sekali kawan, Tuhan sendiri sedang menyamar dalam dirimu, temanku si pengemis gila. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/mrgreen.png' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:9pt;">Gusti Allah, Gusti ‘Bagusing Ati’ Allah ‘Myang Sepadha-padha’</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:9pt;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;" lang="SV">Konsisten dengan tulisan saya tentang keadilan sosial dalam menyongsong jaman adil, ada sepenggal perumpamaan pengadilan antara Sang Raja dan para umatnya :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:9pt;" lang="SV">“Hai kamu yang diberkati, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika aku lapar, kamu memberiku makan, ketika aku haus kamu memberiku minum, ketika aku seorang asing kamu memberiku tumpangan, ketika aku telanjang kamu memberiku pakaian, ketika aku sakit kamu melawatku, ketika aku dalam penjara kamu mengunjungiku.”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:9pt;" lang="SV">”Ya Tuanku bilamanakah aku melihat engkau lapar dan memberikanmu makan…..?”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:9pt;" lang="SV">”Sesungguhnya segala sesuatu yang telah engkau lakukan bagi salah seorang saudaraku yang paling hina ini engkau melakukannya untuk aku.”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:9pt;" lang="SV"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:9pt;" lang="SV">”Hai kamu yang terkutuk, enyahlah dari hadapanku….. Sebab ketika aku lapar, kamu tidak memberiku makan, ketika aku haus kamu tidak memberiku minum, ketika aku seorang asing kamu tidak memberiku tumpangan, ketika aku telanjang kamu tidak memberiku pakaian.”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:9pt;" lang="SV">”Ya Tuanku bilamanakah aku melihat engkau lapar dan tidak memberikanmu makan…..?”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:9pt;" lang="SV">”Sesungguhnya segala sesuatu yang tidak engkau lakukan bagi salah seorang saudaraku yang paling hina ini engkau tidak melakukannya untuk aku.”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;" lang="SV">Orang yang hidupnya dituntun oleh tanggung jawab terhadap nasib sesamanya, tidak sekedar dalam kata-kata melainkan dalam perbuatan keadilan sosial dan cinta yang nyata, ia yang telah menunjukkan perhatian praktis demi kesejahteraan sesamanya disebut sebagai orang benar yang diberkati.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;">Orang yang mengatakan hal-hal indah tentang cinta serta keadilan, entah dalam pidato kampanye caleg, dalam dokumen resmi seperti postingan blog ini, namun dalam kenyataannya menutup diri terhadap kebutuhan-kebutuhan nyata sesamanya, disapa sebagai orang yang terkutuk. *wah aku banget* <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/face-embarrassed.png' alt=':oops:' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;">Namun bagaimana mungkin hubunganku dengan Allah ditentukan, dan hanya ditentukan oleh hubunganku dengan seseorang yang samasekali berbeda, yang melihatnyapun kita ogah dan jijik? </span><span style="font-size:9pt;" lang="FI">Jawabannya terdapat dalam hubungan yang sangat erat, praktis identik, antara Tuhan dan pribadi sesamaku. <strong><em>Apa saja yang dilakukan bagi sesamaku yang paling hina dilakukan untuk Tuhan karena hanya disini dalam diri sesama kita yang paling hina Tuhan ditemukan juga dan akhirnya juga ditolak</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;" lang="FI"> </span></p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><strong><em><span style="font-size:9pt;" lang="FI">Jadi wahai kawanku manakah yang lebih menggetarkan imanmu? Tuhan yang membangkitkan orang mati, Tuhan pembuat keajaiban ataukah Tuhan yang menghendaki kita berbagi dengan sesama yang paling hina?</span></em></strong><strong><em></em></strong></p>
</blockquote>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tomyarjunanto.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tomyarjunanto.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tomyarjunanto.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tomyarjunanto.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tomyarjunanto.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tomyarjunanto.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tomyarjunanto.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tomyarjunanto.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tomyarjunanto.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tomyarjunanto.wordpress.com/173/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomyarjunanto.wordpress.com&blog=2079665&post=173&subd=tomyarjunanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/01/21/tuhan-dalam-diri-sesamamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/45594e0f1764f89bcbb731af715ba223?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">tomy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SOSIALISME KERAJAAN ALLAH</title>
		<link>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/01/12/sosialisme-kerajaan-allah/</link>
		<comments>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/01/12/sosialisme-kerajaan-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2009 02:17:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tomyarjunanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[SOSIALISME KERAJAAN ALLAH]]></category>
		<category><![CDATA[berjuang & merdeka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/01/12/sosialisme-kerajaan-allah/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam tulisan saya sebelumnya, diungkap bahwa kemiskinan dan penindasan yang makin parah serta tiadanya harapan untuk mencapai kesejahteraan membuat masyarakat mudah dihinggapi mimpi, ilusi sosial tentang kedatangan Ratu Adil.
Namun benarkah Keadilan *Ratu Adil* hanya sekedar dambaan ilusif ?
MITURUT PEMANGGIH KULA
Banyak orang berpandangan bahwa Ratu Adil adalah satu sosok pribadi, bahkan beberapa spiritualis mengklaim telah bertemu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomyarjunanto.wordpress.com&blog=2079665&post=166&subd=tomyarjunanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dalam tulisan saya sebelumnya, diungkap bahwa kemiskinan dan penindasan yang makin parah serta tiadanya harapan untuk mencapai kesejahteraan membuat masyarakat mudah dihinggapi mimpi, ilusi sosial tentang kedatangan Ratu Adil.<br />
Namun benarkah Keadilan *Ratu Adil* hanya sekedar dambaan ilusif ?</p>
<p><strong>MITURUT PEMANGGIH KULA</strong></p>
<p>Banyak orang berpandangan bahwa Ratu Adil adalah satu sosok pribadi, bahkan <a title="sosok sabdopalon" href="http://nurahmad.wordpress.com/38/" target="_blank">beberapa spiritualis </a>mengklaim telah bertemu wujud asli dari Ratu Adil beserta pamongnya Sabdo Palon dan Nayagenggong.<br />
Tentang hal ini saya tidak hendak menyanggah, meragukan atau menyetujuinya, namun saya mencoba untuk tidak terjebak *halah* dalam pengkultusan individu. Yang mengagung-agungkan sosok pribadi sebagai jalma linuwih, punjul-punjuling apapak, jalma limpat seprapat tamat. Kultus individu semacam ini tidak sesuai malah cenderung untuk mencederai Keadilan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/face-smile-big.png' alt=':D' class='wp-smiley' />  <span id="more-166"></span>Prinsip Keadilan adalah persamaan derajat diantara semua manusia, sama-sama tinitah di jagad raya sebagai Rasul, utusan Allah sebagai Rahmatin lil Alamin. *<em>kalau kamu tidak merasa sebagai Rasul utusan Allah, lalu kamu itu utusan siapa?</em>*<br />
Manusia yang  membawa unsur-unsur yang sama; bumi, api, angin, air, nur, rahsa, roh, akal, budi. Menghirup udara yang sama, sama-sama membawa serta segala kebaikan dan kejahatan dalam diri. Yang membedakan cuma <a title="SURGA ATAU NERAKA" href="http://" target="_blank">keputusan manusia dalam memilih</a>.<br />
Otentisitas dan kualitas manusia terletak pada ‘pembuatan keputusan’, hendak menjadi baik atau tidak baik, hendak menjadi adil atau tidak adil, hendak menjadi utusan Allah atau utusan iblis <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/mrgreen.png' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /><br />
Nah, kalau begitu mengapa tidak kita putuskan untuk menjadikan diri kita sebagai agen-agen keadilan, sebagai pamomong Sang Adil : menjadi Sabdopalon &amp; Nayagenggong.<br />
Sabdopalon dan Nayagenggong dalam bahasa Jawa termasuk ‘sengkalan memet’; kata yang mengandung makna konotasi.<br />
Sabdo = ucapan yang terimplementasi dalam tindakan,<br />
Palon = tiang pancang untuk mengikat kerbau, dalam hal ini diartikan sebagai patokan.<br />
Naya = kata ganti nama orang seperti Si Naya, Si Suta, Si Waru dan Si Dadap,<br />
Genggong = gede atau besar *jangkrik genggong = jangkrik yang besar*<br />
Jadi arti dari Sabdopalon Nayagenggong : <strong>Orang Besar adalah orang yang ucapan &amp; tindakannya bisa dijadikan patokan, bisa dijadikan teladan.</strong> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/face-smile-big.png' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Sesuatu yang jarang ditemui di era dimana <a title="PETUALANG POLITIK" href="http://sawali.us/2008/12/31/para-petualang-di-tahun-politik/" target="_blank">citra dianggap lebih meyakinkan daripada fakta </a> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/face-crying.png' alt=':cry:' class='wp-smiley' />  sehingga capres cawapres serta para caleg berlomba-lomba mencitrakan diri lewat media informasi tanpa pernah kita tahu bagaimana kontribusi yang sesungguhnya bagi negara &amp; bangsa.</p>
<p><strong>KONSEP KARAJAAN ALLAH</strong></p>
<p>Harus diakui memang, untuk sungguh-sungguh adil itu sulit dan kadang kita tidak tahu adil itu yang bagaimana. Untuk itu saya coba urai konsep Keadilan merujuk Sabda Bahagia *juga Sabda Celaka yang sejajar* <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/mrgreen.png' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  tentang Kerajaan Allah.</p>
<p style="text-align:center;">Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.<br />
…..<br />
Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalamkekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburan<br />
&#8211;. Lukas 6:20,24 .—</p>
<p>Ucapan Yesus tersebut tak hendak merestui kenyataan lahiriah orang yang tak beruang juga tak mengutuk kenyataan lahiriah si orang tajir.<br />
Secara satir, kemiskinan dipuji sebagai suatu berkat *biasanya oleh mereka yang enggan untuk ambil bagian dalam berkat itu* <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/face-cool.png' alt=':cool:' class='wp-smiley' />  kemiskinan dianggap sebagai situasi yang membahagiakan karena kemiskinan membuat orang lebih terbuka bagi Kerajaan Allah.<br />
Katanya sih, kemiskinan membuat orang patuh secara spiritual, membuat orang menyadari ketak-berdayaannya dan sepenuh hati menyerahkan diri kepada Allah.<br />
Ini mungkin benar berkenan dengan <em>‘kemiskinan rohani’</em>, sikap yang tak terikat kepada benda-benda material. Namun pada kenyataannya kemisikinan menjadi sumber dari kejahatan. Kemiskinan sebagai penindasan, yang akhirnya merendahkan martabat manusia, sama sekali bukanlah nilai religius. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/face-cool.png' alt=':cool:' class='wp-smiley' /><br />
Orang miskin <em>‘bahagia’</em>, bukan karena kemiskinan mereka itu sesuatu yang baik, bukan karena orang miskin memiliki sifat-sifat istimewa, melainkan tepatnya, karena kemiskinan adalah hal yang jahat yang harus diakhiri dengan kedatangan Kerajaan Allah.<br />
Orang miskin <em>‘bahagia’</em>, karena Kerajaan Allah berpihak kepada mereka *Tak berarti Kerajaan Allah datang untuk melawan yang tidak miskin.*<br />
Kerajaan Allah ditujukan pada semua orang. Namun pertama-tama dan terutama ditujukan pada titik dimana kemanusiaan paling terancam, yaitu : <strong>Kemiskinan!</strong><br />
Di sisi lain kekayaan dianggap celaka bila bila barang-barang material yang menjadi ukuran keberhasilan. Tirani, penindasan serta ketidakadilan sosial adalah buah-buahnya yang berakhir pada kehancuran masyarakat. Ini sungguh tak sesuai dengan cita-cita Kerajaan Allah. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/face-crying.png' alt=':cry:' class='wp-smiley' /><br />
Sejak awal, Alam *atau Allah biar lebih religius halah* <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/mrgreen.png' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  telah memberi hak yang sama atas semua barang yang manusia butuhkan guna melangsungkan hidupnya. Tak seorangpun boleh berbangga karena keberuntungan secara alamiah <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/face-smile-big.png' alt=':D' class='wp-smiley' />  namun hasart, keinginan yang tak pernah puas untuk menambah kepemilikan mengakibatkan penindasan dan kemiskinan. Keinginan itulah yang melahirkan kata-kata ’<em>kepunyaanku’</em> dan<em> ’kepunyaanmu’.</em><br />
Baik ’penindas’ maupun ’yang tertindas’ semua membutuhkan pembebasan. Kerajaan Allah memang berada di pihak kaum miskin, tapi tidak membatasi diri pada orang-orang miskin saja. Kerajaan Allah adalah pembebas kedua-duanya.<br />
Kerajaan Allah adalah suatu proses pengembalian kepada Wahyu Ilahi, seperti yang sudah saya tulis di postingan sebelumnya : wahyu yang diturunkan kepada Bapa-Bapa Bangsa; Wahyu yang membawa pengetahuan akan jati diri manusia, bahwa sesungguhnya semua manusia itu sederajat, baik diantara mereka sendiri maupun dihadapan Allah. Sebuah kenyataan  religius maupun sosio ekonomis dan politis; menyangkut segala aspek kehidupan manusia.<br />
Dengan pandangan seperti ini maka kemakmuran hidup adalah kemakmuran seluruh umat secara keseluruhan, untuk dinikmati bersama oleh semua umat. Kekayaan tidak merupakan milik pribadi dan milik pribadi tidak pernah menjadi suatu hak khusus yang diperoleh dengan membebani orang lain , tidak pernah dipakai untuk menindas orang lain.<br />
Kemiskinan tidak seharusnya dipandang sebagai suatu kenyataan hidup yang diterima begitu saja, sebagai sesuatu yang tak dapat dihindari. Sebaliknya, kemiskinan harus dianggap sebagai suatu skandal yang bertentangaan dengan cita-cita Allah tentang masyarakat manusia, dan karenanya harus diatasi dengan segala macam cara!!<br />
Keadilan menuntut suatu kemauan konkret untuk membagi apa yang dimiliki. Ukuran yang benar dalam pembagian bukanlah ‘kelebihan’ dari orang ‘ber-punya’ melainkan ‘kebutuhan’ dari orang ‘tak-punya’. Inilah kalau boleh saya katakan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/face-smile-big.png' alt=':D' class='wp-smiley' />  sebagai <em><strong>SOSIALISME KERAJAAN ALLAH.</strong></em></p>
<p><strong><strong>KESIMPULAN</strong></strong></p>
<p>Keadilan butuh tindakan nyata secara kolektif, tidak sekedar berhenti pada pengaharapan saja. Keadilan harus diperjuangkan bukan hanya menjadi <a title="ISA LAWAN DAJAL" href="http://danalingga.wordpress.com/2008/12/22/cracking-turunnya-isa-untuk-mengalahkan-dajjal/" target="_blank">dambaan ilusif tentang sosok hero </a>yang dikultuskan.<br />
Perjuangan bersama untuk menjadikan diri kita masing-masing sebagai agen keadilan; kita harus dihadapkan pada keberanian memilih, membuat keputusan dalam hidup &amp; mengambil tanggung jawab penuh atas hasil keputusan itu. Bila salah harus berani mengakui dan menerima resikonya sehingga hidup kita sungguh dapat dijadikan patokan, teladan karena satunya kata dan perbuatan.<br />
Bila keadilan telah menjadi gerakan bersama, niscaya ’Sang Adil’ akan sungguh-sungguh datang, manuksma dalam diri panjengengan sedaya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/face-smile-big.png' alt=':D' class='wp-smiley' /> <strong><br />
<strong>Dan andaikan Ratu Adil sungguh datang sebagai sosok pemimpin paripurna sebagai sosok manusia purnama, maharaja Kerajan Allah dengan segala kebesaran dan kemuliaannya, mengadili orang hidup dan mati. Kita sudah tidak takut lagi untuk DIADILI..!!!</strong><em></em></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tomyarjunanto.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tomyarjunanto.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tomyarjunanto.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tomyarjunanto.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tomyarjunanto.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tomyarjunanto.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tomyarjunanto.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tomyarjunanto.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tomyarjunanto.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tomyarjunanto.wordpress.com/166/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomyarjunanto.wordpress.com&blog=2079665&post=166&subd=tomyarjunanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/01/12/sosialisme-kerajaan-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/45594e0f1764f89bcbb731af715ba223?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">tomy</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>