Dalam suatu momen intens yang dahsyat di Gua Hira, Muhammad mengalami kehadiran ‘sesuatu’ Yang Maha Lain. Tremendum et Fascinatum melingkupi seluruh keberADAan diri.
“Bacalah wahai Muhammad!!”
Gemetar dalam takjub & ngeri Sang Pencari insaf akan keterbatasan diri.
“Aku tidak bisa membaca…” Bagaimanakah keterbatasan manusia sanggup menjelaskan Yang Tak Terbatas? (lagi…)


