cumbriawoodland02870_small.jpgMata Air adalah air yang keluar dari dalam tanah, disebut juga sumber’

Setelah melarutkan segala kotoran di dalam kedalaman samudera, air dimurnikan oleh proses pemuaian menjadi awan, lalu jatuh ketanah dalam bentuk hujan memberikan kesejukan dan kehidupan bagi bumi dan segenap isinya.

Air ini kemudian keluar dari dalam bumi untuk menghidupi manusia, menjadi sumber hidup atau mata air kehidupan manusia.

Mata Air disini saya merujuknya sebagai ‘pewahyuan hidup’, ‘terbukanya hijab’ atau tergelarnya kesejatian.

Seperti yang telah ditemukan oleh para Arahat, para Budha dan para Nabi serta mereka yang telah dengan tulus, jujur dan ikhlas menerima apa yang telah Sang Hidup wahyukan pada mereka.

Blog ini adalah ungkapan kegelisahan saya saat menyadari bahwa kita hidup, minum dan bernafas bukan lagi dari mata air kehidupan itu namun berkubang di lautan bercampur dengan segala kotoran, polusi dan sampah. Jadi inilah salah satu proses hidup saya yang mencoba mencari dan menggali kembali mata air yang pernah ditemukan oleh para mulia. Paling tidak mencoba memaknai kembali hidup saya  di dunia ini.

temui aku di friendster

27 Tanggapan to “TENTANG MATA AIR”

  1. STR Says:

    Mantabb!! Tetap ngeblog pak. Dan luaskan jaringan lewat blog. Sukses buat pak Tomi dan Deprin Jateng! :D


  2. Mata Air disini saya merujuknya sebagai ‘pewahyuan hidup’, ‘terbukanya hijab’ atau tergelarnya kesejatian.

    Salam kenal pak tomi. saya sempat mengunjungi blognya di friendster. Selama ini pak tomy emang tinggal di semarang, yak! wah, tetanggaan dengan saya dong kalo getu. Blognya mantap habis, pak. mudah2an saya bisa istikomah untuk bisa selal berkunjung ke sini. untuk ikut ngangsu kawruh.

  3. estupitarto Says:

    Bagus banget tulisanmu Tom. Salut to you. Terusin perjuangan kita menyuarakan apa yang bisa kita suarakan.
    Haywa Samar Dursukering kamurkan. Mrihdu Kamardikan. Baya sira harsa mardika.

  4. cordiaz Says:

    Mas, aku mo kirim foto ke alamat email yang mana ya?


  5. Salam kenal Pak Tomi.
    Aku setuju itu, jangan bicara revolusi….
    Aku hanya bicara MERDEKA Pak Tomi.

    RM
    http://ayomerdeka.wordpress.com/

  6. ekapratiwi Says:

    emang bener……… tapi ga cuma sumber air masih ada yang lain yang merupakan kesatuan sehingga kita harus menelan campuran yang terlalu pekat… itu EKOSISTIM…. SAMA JUAG System komputer juga sama……berawal dan berakhir dari negatif dan positif. DIJAMIN PASTI ADA KESEIMBANGAN……………………………….
    BLOGER PEMULA GA PUNYA TULISAN ….thanks

  7. edratna Says:

    Thanks kunjungannya.
    Salam kenal juga

  8. oRiDo Says:

    semoga dapat menemui mataair yang dicari sehingga kegelisahan nya dapat terobati..

  9. nobita Says:

    taglinenya menarik: “Jangan Bicara Revolusi; Revolusi dulu Kulturmu.”
    maksudnya kultur individu?
    kultur saya, anda, dia, orang itu?
    kultur itu bukannya milik bersama ya?
    salam.

  10. langitjiwa Says:

    permisi,numpang neduh di rumahmu,boleh?

  11. taufik79 Says:

    salam kenal dari urang Banjar

  12. sukolaras Says:

    salam kenal dari pecinta budaya jawa

  13. mojosari.net Says:

    Semoga mata air bangsa kita tidak berubah menjadi air mata

    Salam kenal pak, keep update, saya pengin mencicipi mata air yang bisa menyegarkan semangat.. :)

  14. 1nd1r4 Says:

    salam kenal….mampir sambil baca2….


  15. blog yang mengena,
    tuk mencari sesuatu yang beda,…
    salam kenal yach pak…

    klo lihat blangkon, jadi inget ilmu kejawen…
    :)


  16. mampir ya…
    terima kasih petuah bijaknya…

    salam,
    http://ilalangbasah.wordpress.com

  17. sigid Says:

    Sek mas, sepertinya sering mbaca tulisannya anthony de mello juga yak … :mrgreen:

    Mau pdf nya ndak ??

  18. mamas86 Says:

    Salam kenal….

  19. Islam Indie Says:

    makasih mampirnya mas tomy… salam kenal, salam hangat… :D

  20. tuyi Says:

    SAlam persahabatan… :D

  21. alris Says:

    Salam kenal. Kunjungan perdana.

    **********
    salam kenal juga, ditunggu kunjungan berikutnya :D

  22. si rudi Says:

    Ada batu karang di dalam jiwa manusia. Penderitaan datang untuk memukul karang itu dan terus datang sampai pecah. Ia harus dipukul pecah agar keluar air hidup yang berbual-bual, yang tidak habis-habis.
    .
    Pukul terus mas.

  23. Nurta San Says:

    Hi…nice blog!
    anyway… are you care for exchange link??
    just add me & leave a comment on my post if you interested…

    ok..see you a round…have a nice day! ^_^

  24. sukolaras Says:

    Matur sembah nuwun Mas kersa pinarak, ngomentari iseng-iseng coretan
    Siapa tahu nanti dapat pemimpin seperti yang kita inginkan bersama. Kalau membaca tulisan Mas Tomy, Mas Sabdalangit rasane adeeem lan cocok kalih raos kula Mas


  25. tapi ada yang bilang, samudra itu jadi yang paling besar, karena bisa lapang dada menerima semuanya. salam mampir, saya lihat-lihat dulu isi blognya :-)

  26. ikrar Says:

    blog yg unik..
    saya kurang mengerti istilah jawanya :D

    terima kasih

  27. Jallu Rasara Says:

    Mas sabdalangit nopo njengan ingkang nggada nami mbah dipo ? Nopo njenengan sumerap kaliyan mbah dipo. Matur suwun..

Tinggalkan Balasan