RSS

APAKAH CINTA ITU?

23 Jun

Oleh : Suprayitno

Mudah sekali seseorang mengatakan “aku mencintaimu” atau “daripada kita selalu bertengkar, lebih baik kita putuskan saja cinta kita”. Dan masih banyak ungkapan cinta meluncur dari bibir beragam lapisan masyarakat. Ada yang berkata, aku cinta produk dalam negeri atau ada pula yang bilang kesan pertama begitu menggoda hingga akhirnya aku benar-benar jatuh cinta pada lukisan Mona Lisa  karya  masterpiece seorang seniman bernama Leonardo da Vinci. Senyum Monalisa adalah senyum sejuta pesona, begitu sulit diterka, apakah senyum cinta atau senyum duka. Karena saking jatuh cintanya, ada seseorang yang berani membayar berapa pun harga lukisan itu.

Cinta begitu aneh dan sulit dipahami. Kalau benar cinta, mengapa menyiksa? Kalau benar cinta, mengapa membunuh? Cinta juga begitu sulit diungkapkan dengan kata-kata. Lalu apa sebenarnya cinta itu? Kadang kita tak bisa  memberikan jawaban yang memuaskan ketika kita didesak oleh sang kekasih dengan pertanyaan ”Mengapa kamu mencintai aku?”  Melalui tulisan singkat ini akan saya coba uraikan pengertian dan makna  serta pengaruh “dahsyat” cinta pada berbagai aspek kehidupan.

Pengertian Cinta

Cinta adalah ekspresi jiwa yang didorong oleh suatu keinginan memiliki, menguasai dan atau menikmati (memanfaatkan) atas suatu materi atau objek. Cinta  yang baik biasanya bergandeng mesra dengan “kasih”. Tetapi kasih memiliki pengertian yang berbeda. Dalam kasih cenderung kita ingin memberi apa yang kita miliki dan ingin berbagi apa yang kita mampu lakukan kepada suatu objek/orang lain.

Kasih tanpa cinta sangat tidak mungkin. Tetapi cinta tanpa kasih sangat mungkin. Karena unsur cinta lebih banyak untuk pemuasan/kepentingan diri kita, sedangkan unsur kasih lebih banyak untuk pemuasan orang lain. Biasanya kita sering menggabungkan kasih dengan belas, sehingga terbentuklah ungkapan “belas kasih”. Oleh karena itu, kasih lebih banyak memberi atau mengorbankan kepentingan dirinya sendiri demi kebahagiaan orang lain yang dilakukan berdasarkan perasaan  belas.

Cinta yang baik juga sering ditemani oleh “sayang”. Kalau sayang pasti karena ada cinta, tetapi kalau cinta belum tentu ada sayang. Sayang merupakan sikap tak ingin menyia-nyiakan sesuatu. Makanya jika  kita menyayangi sesuatu benda atau apapun, biasanya kita akan merawat atau memeliharanya dengan penuh perhatian dan kita akan memperlakukannya  dengan baik. Mengapa kita mengasihi?  karena kita sayang. Kasih dan sayang adalah paduan yang sangat ideal dalam kehidupan, didalam kasih ada sayang, begitu juga dalam sayang ada kasih. Paduan yang erat antara kasih dan sayang akan melahirkan “kemesraan” yaitu meleburnya antara kata-kata dengan perbuatan dalam satu nafas cinta.

Kasih dan sayang hanya mungkin dilakukan oleh seseorang ketika orang tersebut  memiliki empati  (tenggang rasa, tepo seliro)  keikhlasan (ketulusan hati) dan kesabaran. Oleh karena itu jika ada pertanyaan “Mengapa kamu mencintai aku?” maka menurut pendapat saya jawabannya adalah “Karena aku ingin memilikimu, menikmatimu dan menguasaimu apapun adanya dirimu dengan landasan kasih dan sayang. Aku akan menjagamu dengan sepenuh hati karena aku membutuhkanmu dan tak akan kubiarkan dirimu terluka.”

Dorongan cinta diantaranya karena kita ingin  memiliki, menguasai dan menikmati. Oleh karena itu jika seseorang sedang jatuh cinta (pada  apapun materinya)  ekses yang paling menonjol adalah munculnya sikap egoisme, cemburu, merindukan, berkorban (demi pamrih yang dicita-citakan),  suka  cita, ambisi, berkhayal dan waspada karena takut kehilangan.

Di dalam cinta ada paduan gelora jiwa yang teramat kompleks, karena dia melibatkan seluruh perasaan yang ada dalam jiwa seseorang. Oleh karena itu cinta kadang membuat kita lupa. Lupa akan posisi kita sehingga  kita sering berbuat tidak adil gara-gara cinta. Cinta sering menjerumuskan kita dalam kegelapan. Padahal, spirit dari cinta seharusnya demi pencerahan bukan untuk merusak dan membakar, sebab lambang dari cinta adalah air jernih yang mengalir tenang. Namun, air yang jernih ini pun bisa segera berubah warna menjadi keruh dan menggelegak  yang siap menyeret kita dalam pusaran arus deras dan menenggelamkannya. Hal ini terutama untuk jenis cinta yang  hanya  dimotivasi oleh unsur penguasaan dan kenikmatan demi pemuasan nafsu saja.

Cinta yang digerakkan hanya oleh semangat penguasaan dan kenikmatan demi pemuasan nafsu, sangat berbahaya karena bisa membuat hati kita buta atau gelap mata (brutal). Hati yang buta atau mata yang gelap, akan mudah menyeret kita pada perbuatan kalap yaitu tidak bertanggung jawab. Berani berbuat tetapi ketika dituntut tanggungjawawabnya akan mengelak dengan berbagai cara dan alasan.  Oleh karena itu jangan mudah jatuh cinta oleh objek apa pun termasuk cinta kepada materi (harta, tahta dan  seks). Supaya tidak mudah jatuh cinta diperlukan keceerdasan, kritis, analitis, dan obyektif dengan  harus senantiasa dapat mengontrol prilaku diri kita.

Antara Keinginan dan Kebutuhan

Cinta membuat hidup kita senantiasa dikuasai oleh banyak keinginan, baik dorongan keinginan untuk pemuasan jiwa maupun raga. Namun, dari sejumlah keinginan itu sebenarnya banyak yang bukan merupakan kebutuhan. Misalnya, kita sebenarnya tidak butuh atau tidak perlu rumah mewah dengan interior design yang gemerlap, yang kita BUTUHkan hanyalah rumah tempat tinggal yang aman, nyaman dan sehat lingkungan. Tetapi karena kita terlalu dikuasai oleh dorongan kinginan untuk memiliki rumah mewah, maka akhirnya ditempuhlah berbagai cara demi mewujudkan keinginan.

Hidup kita akhirnya banyak dikendalikan oleh “keinginan demi keinginan”. Kita ingin memiliki seratus pasang giwang berlian dengan berbagai model, padahal yang kita butuhkan sebenarnya hanya tiga pasang bahkan tanpa satu pasang giwang pun sebenarnya tidak apa-apa. Jika kita tidak tahan dengan godaan keinginan, ditempuhlah berbagai cara demi mewujudkannya, misalnya pinjam (hutang) sana-sini, mencuri/korupsi, merampok, menipu dan sebagainya. Padahal, jika kita selalu menuruti keinginan, maka niscaya keinginan itu tidak ada batasnya.

Lain dengan kebutuhan. Kebutuhan hidup itu relatif terbatas. Contohnya, dalam satu hari kita hanya butuh makan tiga kali. Tetapi “keinginan” makan berbagai menu itulah yang sulit kita batasi. Kita sebenarnya hanya memerlukan (membutuhkan) lima stel pakaian, tetapi karena keinginan pada berbagai mode dan merek akhirnya pakaian kita menumpuk sampai tiga almari. Nafsu-nafsu inilah yang akhirnya menyeret dunia dalam berbagai krisis yaitu krisis pangan, krisis energi, kirisis ekonomi dan krisis politik. Angkara murka dan gengsi  sering karena dipicu oleh keinginan yang tak terkendali.

Kita merasa selalu tidak puas dengan apa yang telah diperoleh. Satu kinginan telah berhasil diraih, maka seribu keinginan akan menagih untuk dipenuhi. Kapitalisme dan liberalisme adalah “jago” dalam menjerumuskan manusia untuk berlomba-lomba memenuhi “keinginan hidup” bukan kebutuhan hidup. Manusia yang hanya sibuk menuruti keinginan, hidupnya senantiasa diliputi oleh kecemasan (Jawa:kemrungsung), kemunafikan, ambisius, dan egoistis.

Andai saja dalam kehidupan ini semua orang menggunakan prinsip “hidup sesuai dengan kebutuhan” maka tidak akan terjadi kelaparan, kemiskinan, pengangguran, penindasan, peperangan  dan kerusakan alam akibat eksploitasi tiada batas. Sesungguhnya, alam yang begitu luas dan subur ini, mampu menghidupi semua makhluk yang tumbuh atau hidup di atasnya.

Lihat saja, betapa maha pengasihnya alam ini, yaitu ketika kita menanam sebutir jagung maka  akan keluar beratus-ratus butir jagung, ketika kita menanam satu bulir padi  maka kita akan memanen beratus-ratus bulir padi. Ketika kita menanam satu butir biji melon, maka kita bisa memanennya menjadi berpuluh-puluh buah melon. Begitu juga dalam berternak atau budidaya ikan. Bagaimana mungkin kita kekurangan gizi, wong satu ekor ayam bisa bertelur sampai puluhan butir dan bahkan satu ekor ikan lele bisa bertelur sampai ratusan butir. Hampir tidak ada buah,  biji-bijian atau hewan peliharaan yang tidak berlipat ganda jumlahnya dibandingkan dengan jumlah yang kita tanam atau kita pelihara. Ini semua membuktikan bahwa alam tidak akan membiarkan penduduknya kelaparan dan miskin.

Alam begitu kasih dan sayang terhadap penduduknya, namun sayangnya manusia sering berlaku buruk terhadapnya. Alam yang sudah begitu baik ini, malah diperkosa dan disakiti dengan berbagai macam pencemaran dan pengrusakan lingkungan demi pemuasan nafsu yang tak pernah habis. Aliran sungai yang sebenarnya merupakan urat nadi kehidupan, malah dijadikan tempat pembuangan segala macam sampah dan limbah pabrik yang berbahaya. Hutan yang sebenarnya mampu berfungsi sebagai lahan ekosistem, digunduli sehingga banyak hewan dan spesies lainnya mati dan air hujan pun langsung mengguyur permukaan tanah yang gundul itu dengan sangat leluasa. Akhirnya terjadi tanah longsor, banjir dan pendangkalan sungai-sungai.

Benci adalah Lawan dari Cinta

Cinta memang telah melahirkan berbagai macam dorongan keinginan. Benci juga melahirkan berbagai macam keinginan yaitu keinginan untuk melenyapkan, keinginan untuk menjatuhkan, keinginan untuk membunuh dan berbagai keinginan yang sifatnya merusak. Lawan dari cinta adalah benci. Lalu apakah yang disebut dengan kebencian atau benci itu? Benci adalah kebalikan dari cinta yaitu ekspresi jiwa yang cenderung untuk meniadakan, memusuhi, menghancurkan atau memusnahkan atas suatu materi.

Karena unsur benci adalah semangat untuk meniadakan, memusuhi, menghancurkan dan memusnahkan pihak lain, maka gejala yang menonjol dari benci adalah amarah, tidak toleran, menyerang, merusak dan perasaan superioritas pada dirinya sendiri yaitu menganggap dirinya yang paling benar dan kuat.

Dalam kebencian selalu saja ada sikap amarah. Padahal seseorang yang sedang marah, selalu mengandaikan orang lain salah atau menentang kehendaknya. Orang yang tidak toleran biasanya egois karena selalu berpikir untuk kepentingan dirinya sendiri. Orang yang menyerang biasanya karena dia lebih suka jalan pintas, tidak suka musyawarah tidak suka dialog. Orang yang merusak biasanya karena jiwanya kaku dan keras tidak menyukai kebijaksanaan, keindahan dan ketertiban.

Antara benci dan cinta sungguh sangat tipis batasnya. Mengapa? Sebab gejala yang tampak  akibat dari cinta juststru sering berakhir dengan malapetaka. Cinta yang seharusnya memelihara justru malah merusak. Cinta yang seharusnya melindungi justru malah menyiksa. Misalnya, cinta orang tua terhadap anaknya yang seharusnya   melindungi malah sering berakibat pada penyiksaan. Semua ini karena orang tua mengukur cinta dari dalam dirinya sendiri tanpa disertai sikap kasih dan sayang.  Cinta yang tidak dibarengi dengan kasih dan sayang justru bisa berakibat fatal. Karena kita hanya pandai menuntut tanpa mau berkorban, menjadi takut kehilangan dan mudah gelap mata. Jika tidak hati-hati dengan cinta, maka tidak ada bedanya antara benci dan cinta. Sebab, keduanya bisa sama-sama menghancurkan pihak lain maupun dirinya sendiri.

Lambang dari benci adalah kobaran api yang menyala-nyala yang siap untuk membakar dan menghanguskan apapun yang ada dihadapannya termasuk dirinya sendiri. Benci begitu mudah menyilapkan pandangan kita, seolah-olah apa yang ada di hadapan kita semua serba buruk, semua serba negatif. Mengapa hal ini terjadi? Karena kita telah kehilangan kesabaran untuk menentramkan diri. Dengan demikian, sabar adalah kata kunci untuk memerangi kebencian. Dengan kesabaran kita berkesempatan untuk menilai segala sesuatu berdasarkan nurani yang jernih bukan dengan emosional (nafsu amarah).

Semangat dari cinta adalah “menumbuhkan” semua harapan yang indah dan ideal. Sedangkan semangat dari benci adalah “mematikan“ semua yang indah dan ideal. Jadi betapapun kita membenci atau mencintai sesuatu tetaplah kita selipkan perasaan “eling lan waspodo”  agar kehidupan ini tidak mudah jatuh dalam pelukan mesra sang teroris.

Ingatlah bahwa teroris itu tidak selalu ngalor-ngidul menenteng bom untuk diledakkan, namun teroris bisa juga suatu gerakan yang sistematis untuk merusak akal budi kita melalui pencucian otak (brain washing) dan bisa juga dengan  intimidasi. Terorisme kadang menyelinap jauh kedalam relung hati kita, tanpa kita sadari. Seseorang yang kehadirannya selalu membuat orang lain ketakutan, sebenarnya dalam dirinya telah bersemi bibit-bibit terror.

Semoga kehadiran kita membuat orang lain yang tadinya  pesimis menjadi optimis, yang tadinya bodoh menjadi pintar, yang tadinya malas menjadi rajin bekerja, yang tadinya curang menjadi jujur, yang tadinya semau gue menjadi disiplin, yang tadinya sedih menjadi gembira, yang tadinya bekerja seadanya  menjadi lebih produktif dan bertanggungjawab, yang tadinya peragu menjadi percaya diri. Pemimpin harus bisa memberi motivasi kepada anak buahnya untuk “bekerjasama mencapai satu tujuan yang telah dirumuskan bersama”.

Semarang, 18 Maret 2007

About these ads
 
49 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 23, 2009 in bangsa & manusia, esei bebas

 

49 responses to “APAKAH CINTA ITU?

  1. yang-kung

    Juni 24, 2009 at 1:39 am

    cinta…/kasih…/sayang…atau benci tapi rindu ?…..ya itulah manusia yang diberi kehendak bebas oleh Allah.

    ya..ya..ya..dalam kasih kita harus total,tanpa di pengaruhi oleh nafsu-nafsu duniawi.

    salam rahayu.

     
  2. sunarnosahlan

    Juni 25, 2009 at 3:32 am

    cinta itu anugerah

     
  3. KangBoed

    Juni 25, 2009 at 7:45 pm

    Sadar dan tidak sadar manusia itu ditakdirkan sebagai pencinta sejati.. semua sesembahan yang sejati itu berasal dari hati dan jiwa manusia.. bukan sekedar mulut saja.. para pencinta akan menjadi serupa dengan yang dicintainya.. para penyambah akan menjadi sesuai dengan sesembahannya.. sadar atau tidak kitalah pencinta dan penyembah tuhan tuhan.. dan menjadi serupa dengan tuhan tuhan kita.. semoga kita menjadi penyembah ARRAHMAN dan ARRAHIM sehingga terbitlah manusia yang penuh CINTA dan KASIH SAYANG.. wallahuallam..
    Salam Sayang
    Salam Taklim
    Salam Rindu untukmu

     
  4. hadi wirojati

    Juni 26, 2009 at 4:27 pm

    cinta… kata yang tidak bermakna…
    rasa cinta .. penuh makna..,

    salam sihkatresnan…

     
  5. dBo

    Juni 27, 2009 at 2:02 am

    ___Cahaya Illahiah Nan Terpancar Abadi___

     
  6. Maren Kitatau

    Juli 3, 2009 at 2:50 pm

    Salam kenal!

    Cinta selalu menarik dibicarakan!
    Aku juga sedang mengamatinya serius.
    Perbedaan, persamaan, dan ke-esaan-nya.

    Cinta itu kubilang tiga,
    (Cara pikirku pola tertiga)
    Ada suka, sayang dan cinta.

    Ada cinta karena,
    Ada cinta jikalau,
    ada cinta walau pun

    Dari tiga itu pecah berbagai ungkapan.
    Dari tiga itu salah penggunaan.
    Dari tiga itu langkah kesempurnaan.

    Cek!
    Cinta anak ke Ortu,
    Cinta Bapak ke anak,
    Cinta Ibu ke anak.

    Mencinta kepada benda domindn karena,
    Mencinta dengan jiwa dominan jikalau,
    Mencinta melalui roh dominan walaupun.

    Segitu dulu kenalan,
    Silahkan mampi,
    Bangunlah cinta.
    -

    Salam Pikir Tiga!

     
  7. m4stono

    Juli 6, 2009 at 1:10 pm

    adakalanya antara benci dan cinta menjadi satu…dan uniknya keduanya tak bisa menyatu utk saling menetralkan diri

     
  8. KangBoed

    Juli 12, 2009 at 7:29 am

    CINTA.. SERING KALI MANUSIA GAGAL MEMAHAMI ARTI KESUCIAN CINTA..
    SALAM SAYANG

     
  9. isnuansa

    Juli 15, 2009 at 7:51 am

    Wah, tumben as postingannya essai, ga puisi.
    Setelah tak cermati, karya orang lain to?

    Hmm, kalo saya cinta ga pake alesan. hanya cinta saja :P

     
  10. Maren Kitatau

    Juli 15, 2009 at 10:02 am

    @isnuansa

    Cintamu asli,
    Buatan sendiri?
    Cintaku resonansi …!
    -

    Salam Damai!

     
  11. Maren Kitatau

    Juli 15, 2009 at 10:07 am

    Aku suka yg ini:
    Dengan demikian, sabar adalah kata kunci untuk memerangi kebencian. Dengan kesabaran kita berkesempatan untuk menilai segala sesuatu berdasarkan nurani yang jernih bukan dengan emosional (nafsu amarah)

     
  12. Lambang

    Juli 18, 2009 at 5:47 pm

    Ijin ikutan komen ya Mas Tomy,

    Kalau saya suka dengan yang ini :

    Kasih tanpa cinta sangat tidak mungkin. Tetapi cinta tanpa kasih sangat mungkin.

    dan yang ini :

    Kalau sayang pasti karena ada cinta, tetapi kalau cinta belum tentu ada sayang.

    Salam Persahabatan.

     
  13. Maren Kitatau

    Juli 19, 2009 at 12:06 am

    Hi!
    Bung Lambang!
    Kau pemerhati cinta juga rupanya.
    Bersamalah kita menggemakannya lagi.

    Kutipanmu”
    “… tetapi cinta belumtentu ada sayang.”

    Beda kah dgn kutipan ini?
    “Paduan yang erat antara kasih dan sayang akan melahirkan “kemesraan” yaitu meleburnya antara kata-kata dengan perbuatan dalam satu nafas cinta.”
    -

    Salam Persahabatan!

     
  14. lovepassword

    Juli 19, 2009 at 12:13 am

    Benci itu cinta yang keterlaluan, karena itu jangan mencintai secara keterlaluan

     
  15. Maren Kitatau

    Juli 19, 2009 at 12:28 am

    @lovepasword

    Tul, tuh!

    Cikar yg over dosis menyebabkan kolokan.
    Cikal yg over dosis menyemabkan meledak.
    Cipun yg over dosis menyebabkan disalib?
    -

    Salam Damai!
    NB:
    Lupakan dulu kedatanganmu itu.

     
  16. SABDå

    Juli 19, 2009 at 1:40 am

    SELAMATKAN GENERASI BANGSA

    Salam karaharjan, salam tresno asih, teruntuk para pembaca, diskuser, para sanak kadhang ingkang dahat kinurmatan dan semua yang mampir di pondok ini.
    Dua hari ini saya benar2 berkabung dan sedih melihat nasib bangsa ini yg kian terpuruk oleh ulah sebagian orang berduit, aktor politik yg gelap nuraninya.
    Celakanya, org-org yg banyak belajar agama secara TEKSBOOK, ekonomi yang sangat menghimpit, namun kurang berbekal ilmu pengetahuan, SEHINGGA terlalu mudah dijebak oleh situasi yang menjebak diri, dan MUDAH dimanfaatkan oleh siapapun SI RAJA TEGA, atau aktor politik yang oportunis dan egois.

    Agama tanpa ilmu pengetahuan yg luas, akan mudah diombang-ambing, lalu terpuruk dan mudah dipermainkan oleh situasi politik kacau. Sebaliknya ilmu pengetahuan tanpa agama akan menjadi mesin penghancur peradaban dan alam semesta. Ilmu dan agama idealnya bersanding saling melengkapi dan mendukung. Dan selalu mencari sisi positifnya hubungan keduanya. Agama harus lebih terbuka, karena norma agama mengatur tata moral dalam diri (inner world) untuk masing2 individu, alias pengendalian dari dalam diri. Karena agama sebagai WADAH NORMA (norma agama) agar tidak kacau (A=tidak, Gama=kacau) dalam kehidupan dunia yg serba DINAMIS.
    Agama ada untuk menata moral dan batin (dalam jagad kecil) agar selaras dengan hukum alam semesta. Serta TIDAK untuk menyerang dan mencelakai orang lain. Sanksi norma agama berupa “dosa/neraka”. Berbeda dengan NORMA SOSIAL dan HUKUM. Walau norma sosial dan hukum banyak mendapat inspirasi dari norma religi, namun kedua norma tsb orientasinya diterapkan utk implementasi ke lingkup tata moral masyarakat dengan konsekuensi sanksi sosial dan sanksi hukum.

    MAKA DARI ITU SAYA PRIBADI MENGAJAK PARA PEMBACA YG BUDIMAN, PARA SANAK KADHANG, PARA RAWUH DAHAT KINURMATAN di gubuk sederhana ini UNTUK TIDAK TERPANCING DAN TERPENGARUH OLEH TRAGEDI MARIOT II & RITZ. Biarlah di tingkat elit berkecamuk dan terjadi perpecahan, namun jangan sampai terjadi FRAGMENTASI di tingkat ARUS BAWAH.
    Kita semua harus tetap harus SOLID menjalin kerukunan, ketentraman, dan kedamaian GENERASI bangsa. Semua itu tergantung pada diri kita masing-masing. Kita pertahankan tradisi BERSAMA dalam PERBEDAAN.

    Oleh sebab itu perlu dan sangat perlu kita semua meningkatkan kesadaran setinggi-tingginya, agar supaya KESADARAN KITA LEBIH TINGGI dari segala macam SITUASI BURUK yang barusaja melanda negeri. Sehingga kita tidak mudah terpancing emosi. Sebaliknya MENJADI MUDAH menganalisa dan MEMAHAMI apa SESUNGGUHNYA yg terjadi. Kita tidak meraba-raba lagi, kita tidak berspekulasi, dan kita tidak berprasangka buruk yg salah kaprah. Jika kita SALAH BERSIKAP, hanya akan menambah keadaan semakin runyam.

    PALING UTAMA adalah, kita tingkatkan sikap eling dan waspadha, memasuki bulan AGUSTUS dan SEPTEMBER ’09. Bila alam pun akhirnya menjadi murka lagi, semoga kita semua, bangsa ini, selalu diberikan keselamatan jiwa raga, dan mampu melewati masa-masa sulit saat ini dan di saat yang akan datang. Semoga kesadaran kita semakin tinggi, seiring waktu berjalan detik demi detik.

    salam hormat,
    salam karaharjan,
    salam asah asih asuh,
    salam sih katresnan
    selamatkan generasi bangsa
    Jayalah NKRI

     
  17. lovepassword

    Juli 19, 2009 at 6:14 am

    @Maren Kitatau : Kamu itu ngomong apa yah, hi hi hi.

    Cikar, cikal, cipun itu jenis roti model apaan ?

     
  18. lovepassword

    Juli 19, 2009 at 6:16 am

    @sabda langit : Terimakasih atas ajakannya

     
  19. Maren Kitatau

    Juli 19, 2009 at 8:40 am

    @lovepassword

    Cikar, cikal, cipun itu
    Adalah jenis roti modal hidup.
    Model hidupmu roti apaan love?

    Omong2 kau tak jadi bertamu?
    Koq salam kenal doang lalu pergi!
    -

    Salam Damai!
    NB:
    @Sabda Langit:
    Aku cinta Indonesia!

     
  20. lovepassword

    Juli 19, 2009 at 9:32 am

    @Maren : Aku ini omnivora, tapi lagi bosen makan roti, hi hi hi.
    Aku tuh niatnya mau ngomentari blogmu, tapi lagi bingung enaknya ngomong apaan dulu. He he he. Ya sudah untuk pertama-tama salam kenal saja dulu.

    Kuketuk pintumu dan kau bukakan
    Kuminum tehmu dan kulanjutkan pengembaraan
    namamu kuukir di tenggorokanku
    selama aku masih haus
    biar tetap kuingat dirimu
    Ha ha ha

    Nice to meet you, Maren

     
  21. Maren Kitatau

    Juli 19, 2009 at 9:43 am

    @love

    Heheh!

    Namaku di tenggorokan,
    Ntar lagi menuju kerongkongan,
    Lama-lama masuk jamban kering, hah!
    -
    Semoga tidak gitu lah, bah!
    -

    Salam Damai!

     
  22. lovepassword

    Juli 19, 2009 at 10:38 pm

    @Maren..Maren : Kamu itu menurut hasil penelusuran eyang brintik kelihatannya kamu itu laki-laki yah? Baru kelihatannya lho iki ;)

    Sebagai laki-laki kamu itu agak terlalu sentimentil. Pasti kamu ngarepin dirayu begini kan : Wahai Maren tercinta namamu akan abadi terukir di dalam hatiku. Bah Maren…Maren… – Hik hik hik

    Biarpun cuma ditenggorokan kan sudah kuukir dalam-dalam
    Kalo tetap melayang juga sampai ke jamban
    Yah mungkin itu sudah nasipmu ;)

    SALAM

     
  23. Maren Kitatau

    Juli 20, 2009 at 10:17 am

    Hahah! Nasib!

    Ada orang yg nasibnya digorok,
    Ada juga yg nasibnya dirongkong.
    Nasib mana yg lebih nggak enak, love?
    -

    Salam Canda!

     
  24. lovepassword

    Juli 20, 2009 at 4:28 pm

    @Maren :Bingung juga aku dengan bahasamu. hi hi hi. Dirongkong itu artinya apaan ???

     
  25. Maren Kitatau

    Juli 20, 2009 at 5:40 pm

    @tomyarjunanto
    Sori oot bentar!
    Tq!

    @lovepassword
    Lihat Kamus masa depan!

    Digorok itu
    Tenggorokannya yang dilukai
    Dari luar ke dalam secara melintang.

    Dirongkong itu,
    Keronggkongannya yang dilukai
    Dari dalam ke luar secara membujur.

    Heheh!

    Mati mah, gimana pun tak ada yg enak, yah?
    Kalau ada mati keren aku pingin mati keren,
    Tapi seperti apa, yah, mati keren itu?

    Sampai sekarang aku belum memutuskan
    Maunya matiku seperti apa, umur berapa.
    Tapi umur 80-an lah, kalau bisa!

    Ada yg tahu ngak rahasia panjang umur,
    Awet muda tapi hrs tetep masuk sorga?
    -

    Salam Canda!

     
  26. lovepassword

    Juli 21, 2009 at 12:40 am

    @Maren :Sok tahu kamu ih, darimana juga kamu tahu kalo mati itu nggak enak?

    Ada yg tahu ngak rahasia panjang umur,
    Awet muda tapi hrs tetep masuk sorga? Ya sudah, kamu tertawa saja teruslah, katanya sih itu obat awet muda. Kalo masuk surga ya kamu tanya saja sama yang sudah pernah ke surga…;).

     
  27. ratanakumaro

    Juli 21, 2009 at 8:00 am

    Kulanuwun , Mas Tomy :)

    Apa kabarnya mas.. ,

    Lama tak jumpa. Apa masih liburan Mas.. :)

    Nggih sampun, semoga selalu baik2 saja, sehat, sejahtera, sentausa.. :)

    Nuwun Mas Tomy :)

     
  28. lovepassword

    Juli 21, 2009 at 11:17 pm

    Halo Mas Ratna Kumara. Pa Kabar ?

     
  29. KangBoed

    Juli 22, 2009 at 6:52 am

    Hallooo belum apdeeeettt mas Tommy chayank
    Salam Sayang dan Rindu untukmu

     
  30. Maren Kitatau

    Juli 22, 2009 at 9:32 am

    @love

    Semoga kau tidak bingung lagi, kawan.
    Mari kita balik ke topik yg bagus ini,
    “Apakah cinta itu?”
    Kemon love!
    -

    Salam Damai!

     
  31. lovepassword

    Juli 22, 2009 at 11:43 pm

    @Maren Kitatau : Whaduh matik aku, dikasih PR sama Pak Dosen.

    “Apakah cinta itu?” Apa yah? Cinta itu sejenis perasaan, campur aduk seperti gado-gado campur soto camput bakpao : Rasa ingin memberi, rasa ingin berbagi, rasa ingin memiliki, rasa takut kehilangan, dan sebagainya.

    Cinta adalah password dalam banyak suasana. Dengan cinta orang bisa menjadi kuat, karena cinta orang juga bisa menjadi lemah. Karena itulah love is a password, disingkat lovepassword. hi hi hi. Gimana Mas MK ? Mau nambahin?

    SALAM

     
  32. Budi Hermanto

    Juli 23, 2009 at 2:01 am

    Hmm..
    Cinta memang penuh dgn perjuangan..
    Mari sebarkan cinta..
    Begitu ya mas.. :D

     
  33. tomy

    Juli 24, 2009 at 1:39 am

    Terima kasih atas segala atensi dari para saudara & sahabatku semua
    Maaf bila baru kali ini bisa membalas sapaannya
    Cinta memang bahasan yang tak akan pernah habis diulas
    satu yang ingin aku tekankan semoga dapat menjadi motivasi

    Jadi bila aku dipilih, aku diakui sebagai seseorang yang memiliki sesuatu untuk dibagi ? :cool: :mrgreen: Kasih memberi diri bagi orang yang dikasihi. Ujian terberat adalah ketika ia harus memberi bahkan disaat tiada harapan untuk mendapatkan balasan sekalipun :cool: Aku tidak bercahaya dan warnakupun tidaklah indah :mrgreen: Kasih merasa senang dan menikmati orang yang dikasihi. Kasih memunculkan keindahan yang ada dalam dirimu yang sekarang mungkin hanya aku yang dapat melihatnya, hingga suatu saat nanti keindahanmu akan dapat dilihat oleh semua orang. Hal ini sungguh menyenangkan hatiku. :cool: Ah, kau dibutakan oleh cinta :mrgreen: Ha..ha..ha.. bila memang cinta itu buta, biarkan kutemukan jalan bersamamu

    Semoga kehadiran kita membuat orang lain yang tadinya pesimis menjadi optimis, yang tadinya bodoh menjadi pintar, yang tadinya malas menjadi rajin bekerja, yang tadinya curang menjadi jujur, yang tadinya semau gue menjadi disiplin, yang tadinya sedih menjadi gembira, yang tadinya bekerja seadanya menjadi lebih produktif dan bertanggungjawab, yang tadinya peragu menjadi percaya diri. Pemimpin harus bisa memberi motivasi kepada anak buahnya untuk “bekerjasama mencapai satu tujuan yang telah dirumuskan bersama”.

     
  34. lovepassword

    Juli 24, 2009 at 2:28 pm

    YUp Yup …Terima Kasih

     
  35. Maren Kitatau

    Juli 24, 2009 at 10:45 pm

    @lovepasword

    Ini tambahan cinta itu!
    Semua orang punya definisi sendiri.
    Definisinya itu cocok pada dirinya.
    Mungkin cinta itu tak terdefinisikan.
    Cinta itu bisa aja sbg bukti percaya.

    Misalnya gini:
    Bagai mana aku bisa percaya, bahwa perempuan itu Ibuku. Bagai mana aku harus percaya, bahwa lelaki itu adalah Bapakku. Ada orang berbelanja kesahihan dan ketrengginasan utk kepastian orang-tuanya. Bagiku, hanya karena cinta mereka yg berlebih lah maka padaku tak pernah ada keraguan sikit pun.
    -

    Salam Damai!

     
  36. lovepassword

    Juli 25, 2009 at 9:24 am

    Bagai mana aku bisa percaya, bahwa perempuan itu Ibuku ===> Lha kalo itu selain percaya juga masih pake logika.Kalo kamu ngomongnya sedkit lain :

    Bagaimana kamu bisa percaya kalo perempuan itu ayahmu.

    Lha itulah yang perlu diragukan.Bukan ragu akan perempuan itu tetapi ragu akan keajaiban cintamu. ;) Itulah bukti percaya :)

    SALAM Pis Markupis

     
  37. Maren Kitatau

    Juli 25, 2009 at 11:30 am

    Tanks Sobat,
    Gimana dgn cintaku yg ini:

    http://jelasnggak.wordpress.com/2009/07/02/apakah-tuhn-bisa-membuat-dirinya-sendiri-menjadi-bukan-tuhn/#comment-487

    Apa yg seharusnya kukatakan?
    -

    Salam Damai!

     
  38. m4stono

    Agustus 5, 2009 at 3:43 pm

    wah blognya lama gak diapdet mas….

    nuwun

     
  39. marenkitatau

    September 25, 2009 at 5:40 pm

    Wah!

    Pada kemana semua cinta.
    Apakah cinta bisa basi?
    Love is the password of life.

    Salam Fitri!

     
  40. lovepassword

    September 25, 2009 at 11:36 pm

    Love is the password of life.

    Oh kalo yang itu mah nama panjangku. Hi Hi Hi .

     
  41. kangenno

    Oktober 24, 2009 at 3:36 pm

    cinta….cinta itu artinya tahan lapar, ya kan…ketika lagi mikirin cinta…tidak ada rasa lapar.

     
  42. deen cliff

    Desember 7, 2009 at 12:03 pm

    SORRY ABOUT THIS! when you are reading this dont stop or something bad will happen! My name is summer i am 15 years old i have blonde hair,many scars no nose or ears..i am dead.if you dont copy this just like from the ring, on 5 more sites.. or..i will appear one dark quiet night when your not expecting it by your bed with a knife and kill you. this is no joke something good will happen to you if you post this on 5 more pages
    Reply
    Reply

    **********
    idih…. atut

     
  43. mizan

    Juni 11, 2010 at 11:11 am

    jika subjektif… dan sangat fleksibel!
    bisa jadi setan….(dlm ungkapan cinta)
    bisa jadi malaikat…..(dalam tindak)

     
  44. lizza

    Maret 26, 2011 at 6:05 am

    cinta ibrat BUURUNG….jk tllu kuat digenggam dia kan mati…..tp jk renggang dya kan terbang!!!!!!

     
  45. Nurul Anam

    Februari 5, 2012 at 10:53 am

    cinta”………menyenangkan’,menjengkelkan,menggelisahkan,memetikan.

     
  46. Cinta Sejati

    April 18, 2013 at 8:53 pm

    Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi.

     
  47. wiznhul

    Februari 16, 2014 at 2:34 pm

    banyak yg tertipu dngan segala sesuatu di dunia ini .
    cinta pada pasangan
    cinta pada kluarga
    cinta pada negara
    cinta pada kehidupan
    DLL…..
    diantara cinta itu yang manakah
    cinta yang sebenarnya…..
    karna stau saya cinta itu tunggal (satu)
    jika semua itu menurut anda adalah cinta maka, andalah playboy / playgerl’s
    yang takpunya perasaan antara sesama mahluk

     

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 29 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: