Go Kamane Allah,
Dzat kang Ilang Rusak Ragane Kabeh,
Labete Tan Kena Keri,
Dzat kang Tanpa Kumpulan Kahanane Ora Ana,
Ya Ingsun Sejatine Ora Ana Apa-Apa.
- Panembahan Senapati -
‘Aku’ dan ‘Ada’ tak hanya dikukuhkan oleh Descartes. Dibelahan lain dunia pada abad yang sama, pendiri dinasti Mataram Islam mengukuhkannya dalam bait-bait syair IBU JENDRA.
Substansi yang sejati adalah keseluruhan Dzat yang membentuk semesta, demikian dituturkan. Semesta yang terus berevolusi menuju kesempurnaan. Dan wahana dari kesempurnaan semesta mewujud dalam diri manusia, pan ingsun dzat Allah kang jumeneng pusering jagad angingkut sakehing arupa warna, karut dening aku kabeh.
Tanpa adanya Dzat yang berkumpul tidak akan pernah terbentuk suatu ‘kesadaran’, hanyalah awang-uwung, kosong belaka.
Manusialah, subyek, pusat pemaknaan, yang mempunyai kemampuan wruh ing anane dhewe, yang mampu berkata : Aku…Ada.
Jadi ‘ada’ adalah subyektif, kesadaran yang melahirkan angan-angan dan pemikiran, yang memunculkan kata-kata dan bahasa sebagai penanda.
Namun bahasa tak pernah mampu secara utuh menggambarkan konsep yang diekspresikannya.
Urip tan kena kinaya ngapa, menjadi ungkapan kearifan leluhur nusantara, bahwa tiada finalitas definisi, karena dalam subyektifitas, makna menjadi plural.
Dan dengan kerendahhatian terhadap pluralitas makna, para leluhur menggunakan metaphor, sanepan-sanepan seperti : galihing kangkung, tipaking kontul mabur, oyoting bayu bajra, gigiring punglu. Demi menghadirkan ‘Yang Lain’ yang dengan tulus disapa sebagai ’Liyan’. Merayakan segala ‘kemungkinan’ dimana hidup menjadi penuh harapan.
Salah satu harapan, tertulis dalam bait-bait berikut :
Sejatining manungsa saka wiji pinilih,
kang coplok saka nggantangan,
cumlorot marang jaman lega dadi,
kinurung dening biru,kinupeng dening budheng,
cleng cumleng cleleng amleng rasanira kalawan dhewe.
Bahwasanya secara fitrah manusia selalu sama satu dengan lainnya. Makhluk pinilih yang mempunyai rasa pangrasa yang sama. Insan yang merasakan sedih, kecewa, lapar, dahaga, gembira, bahagia.
Fitrah yang coba dirampas menggunakan dogma dan senjata iman. Sehingga sedihmu bukanlah sedihku, murtadmu hidayahku dan boleh jadi Allahmu Iblisku.
IBU JENDRA menjadi bentuk perlawanan Jawa terhadap hegemoni pemikiran (agama) Timur Tengah yang dikampanyekan para Wali dan dilegitimasi menjadi Kerajaan Bintoro. Pemikiran yang sejatinya meringkus hidup dengan menciptakan menara gading pencapaian manusia sekaligus menafikan pencapaian manusia lain.
Pembelaan Jawa tergurat jelas dalam syair-syair selanjutnya :
Allah aku suci, aku bunyi suci,
Teka geg arane jisim, mani kang jumeneng neng dana rasa
Sak mosike para nabi para wali dadi angen-angenku kabeh.
Wong Agung Ngeksiganda tak hendak tunduk, paneteg panatagama senyatanya sebuah revolusi kultur, kini agama tak lagi di atas segalanya, kembali kepada fitrahnya sebagai ageming aji, agama Rasul, agama Rasa, ialah ISLAM SEJATI.
Maret 28, 2009 at 4:24 am
begitu luhur warisan leluhur kita
**********
Bangga dengan budaya sendiri, menggali jati diri
Maret 28, 2009 at 5:55 am
Mas Tommy, di header itu gambarnya siapa ya, kok ada gambar putri sama raja? apa itu gambarnya KRK sama PS…
**********
ada ceritanya kapan2 saya bagi
Leres Mas
Maret 28, 2009 at 5:56 pm
wah, membaca ungkapan luhur semacam ini, saya jadi makin kagum dan bangga dg orang2 yang memiliki kearifan religius semacam itu, pak tomy. betapa dalam nilai filsafat dan spiritual yang terkandung di dalamnya, meski saya harus berkali2 berusaha menemukan tafsir di balik idiom itu.
**********
Orang2 tersebut para leluhur kita Pak Sawali
Ada banyak tafsir Pak, salah satunya tentang ‘jiriman’ manusia
Maret 30, 2009 at 3:42 pm
Pesan Romo YB.Mangunwijaya….
“Sing teken,kudu tekun,gondhelan teken,bakal tekan”
[Barangsiapa telah sanggup,ia harus tekun,dan dengan bermodalkan keyakinan iman yang kuat,maka akan sampai pada tujuan]
Salam rahayu kagem Mas Tommy
**********
Namanya teken alip mbabar dumadi Yangkung
Salam karaharjan ugi kagem Yangkung sakulawarga
April 1, 2009 at 3:10 pm
URIP KUWI KUWOSONE MOBAH LAN POLAH,
LENGGAHE NENG ROSO JATI.
Aku banyu Suci,
Banyuku saking Dzatullah,
Badanku kencono mulyo,
Banyu sarining Cahyo,
Nur Cahyo yop kang aran Nur Muhammad,
Mancur Cahyaning ngedat,
Ngelepi padhange jagad,
Suci badanku sinampurno,
Niat ingsun adus banyu Suci,
Adus banyu Sirollah,
Semuning Jagad, semuning Bumi
Uruping cahyo, semuning Allah,
Yo Ingsung Teteken Muhammad,
Nur cahyo kang madhangi Jagad sak isen-isene.
**********
nah sekarang tinta emas sudah tertulis dalam kulit, otot & daging kita
isining jagad raya kabeh
ginambar ing angganira
April 1, 2009 at 3:14 pm
Kang Tommy,
Sampun tepang kaliyan pak Sudrajad njih???
Group pecel Semarang.
**********
ngapunten Mas Gun, kula kok dereng tepang
sinten nggih panjenengane pak Sudrajad menika?
April 2, 2009 at 2:56 am
weleh weleeeh… makna yang dalam sekali… muslim banyak sekali li.. li.. li.. wuaah pokone buanyaaak tetapi mu’min hiiiiiii menyedihkan yaaa sedikiiit sangat sedikiiit…
**********
kita hidup di meriahnya pasar malam yang masing2 stand mengklaim menjual kebenaran
April 6, 2009 at 9:12 am
Ibu Jendra itu seorang tokoh sejarah? Seperti Penembahan senopati atau fiksi?
April 7, 2009 at 1:11 am
@ tengkuputeh
tentang filsafat Jawa dalam bentuk geguritan atau puisi
Ibu Jendra itu Kitab karangan Panembahan Senapati
April 8, 2009 at 10:36 am
Terang benderang
Terang tapi tidak menyilaukan
Karena akupun setitik cahaya
Dalam lautan cahaya
Aku adalah kehidupan
Kehidupan tanpa ada yang menghidupi
Kehidupan yang berdiri dengan sendirinya
Meliputi semua yang hidup
Meliputi semua yang berwujud dan tak berwujud
Cahaya segala cahaya
Cahaya kesadaran dan kebenaran serta kehidupan sejati
Menyinari dan menepis sisa sisa kegelapan di hati dan jiwa
Memancar dan meliputi seluruh keberadaanmu
Mengurai sinar kasih sayang dan kemesraan
Sebagai bekal untuk melangkah menjalani kehidupan
Papan tanpa tulisan persiapkan dan carilah dahulu sebelum kita melangkah keluar diri
agar menjadi media yang baik dalam laku dan tindak tumindak
sebagai tempat tulisan tanpa papan
jika keduanya sudah menyatu dan melebur dalam sang diri
maka hiduplah sang diri terliputi oleh kesadaran sejati
bukan hidup di pimpin oleh akal pikir
bukan hidup dipimpin oleh rasa perasaan
tetapi hidup yang dipimpin oleh KESADARAN SEJATI
Bersemi indah bagaikan mentari pagi
Melarutkan sisa sisa kegelapan di jiwa
Membangkitkan hidup lebih hidup
Manunggaling kawulo lan Gusti
leburnya papan dengan tulisannya
tapi tetap kita hanyalah kawulo cilik
yang lemah tak berdaya upaya
tak bisa melangkah apalagi berlari
kehendak dan iradatNYA
hanya berjalan dan berjalan
melangkah dalam kebodohan
untuk melaksanakan sebuah Dharma
sebagai botol tanpa isinya
dan tak pernah merasakan pahit dan manis isinya
ya hanyalah sebuah alat
semua telah kembali kepadaNYA
dariNYA untukNYA olehNYA dan bagiNYA
Salam Sayang Mas TOMMY yang baik
Salam Sejati para sedulur kabeh
April 9, 2009 at 11:59 am
duduk sedakep sambl menyimak
lanjut lagi,kanggg…..
April 20, 2009 at 2:36 pm
Kakang Paundra ( Langit Jiwa )
lah sampeyan kok sendakep ki opo lagi Kademen??? opo lagi nyentrong kang Boed yg lagi KASMARAN dengan Tuhan-NYa…
April 21, 2009 at 1:02 pm
Dalam konteks cara pikir barat adalah postulat :
“Das ding an sich….”
Selaras dalam pemahaman :
aku berfikir…maka aku…ada.
Manusia berfikir tentang tuhan, tentang mitologi …maka ada.
Itulah ungkapan makna dari sebuah kesadaran. Dan Tuhan itu ada dalam kesadaran tertinggi manusia.
Tuhan tidak memerintah dan melarang melalui bahasa manusia.
Tuhan hanya menggelar rumus-rumus sebagai kodrat alam/hukum alam/kodrat tuhan. Manusia bertugas menangkap rumus-rumus tuhan, baik yg ada dalam lingkup wadag (fenomena) maupun gaib (noumena). Yg berada di dalam jagad alit dan jagad besar. Yang fisik/wadag dalam jagad besar tertangkaplah rumus2 : matematika, fisika, ekonomi, geologi, kimia, filsafat, sosiologi dst.
Yang tergelar dalam jagad alit : biologi, psikologi, medika dst.
Yang gaib ? lebih luas dan banyak, namun lebih sedikit yg tertangkap oleh kesadaran manusia. Agama-agama, ajaran, budaya, spiritual merupakan upaya manusia menangkap rumus yg tergelar di alam gaib maupun wadag. Namun, sayang sekali, kesadaran manusia sering terjadi distorsi dan error, karena hegemoni nafsu dan imajinasi akal begitu kuat menguasai kemerdekaan batin manusia.
Yang terjadi adalah pelembagaan agama, gerak batin manusia menjadi sangat terbatas pada pengkultusan nilai-nilai doktrin agama tertentu saja, dan pada akhirnya terjadi fragmentasi agama2 yg menjerumuskan manusia pada fanatisme, radikalisme, kekerasan agama, terorisme dst.
Salam sejati
April 22, 2009 at 2:53 am
adem ayem jenjem kumpul sedulur kang podho winasis .. demi kejayaan nusantara dan bangsa, menjadi manusia berbudhi pekerti luhur … betapa indah dan damainya alam jagad raya …, Gustiii, andaikan dunia ini penuh dengan orang – orang seperti para saudaraku disini …, semoga ….
rahayu…
maaf kangmas Tomy saya ndak kulonuwun mlebet dumatheng griya panjenengan.., mugio panjenengan paring sihpangaksami,,. nuwun.
April 28, 2009 at 4:23 am
kangmas Tomy…
Kemarin tanggal 21 , 22 dan 23 April ada acara sarasehan disemarang pada makan sate siput dan nasi pecel di simpanglima, juga pada ke lawang sewu… kangmas tomy, nopo grup pecel semarang .. eh tapi jawaban mas Tomy ke sedulur Santri gundul malah mboten kenal.. , malah mas santri gundul ingkang tumut sarasehan .. nopo nggih kangmas..? hehehe… tanglet mawon…
rahayu…
April 28, 2009 at 6:30 am
@ Kangmas Hadi
mangga Kangmas pintu saya selalu terbuka
.
saya kok malah baru tahu nggih kalo ada acara sarasehan
mbok lain kali saya dihubungi Mas
Kalo Mas Gun (Om Kariyan) yang di Kalimantan bisa ikut kumpul di Simpanglima saya kok malah tidak
hehehe emang Hp saya kemaren2 rusak mungkin Mas Gun mo hubungi jadi susah
April 28, 2009 at 2:08 pm
numpang oot… gak tertarik join politikana.com nih? seru juga lho… saya sih liat2 aja.
April 30, 2009 at 3:33 am
Salam,
Salam kenal buat mas tommy & para sesepuh semuanya.
wah sy merasa adem membaca dan membaca, menyerap dari apa yg terserap secara tersurat dan tersirat.
hatur nuhun, semoga menjadi ilmu yg bermanfaat. Amiin
w.salam
April 30, 2009 at 3:06 pm
Agama ageming aji, agama Rasul, agama Rasa, ialah ISLAM SEJATI….sip!
ISLAM dengan huruf besar merangkum seluruh rahasia dan misteri, penghayatan total, finalnya adalah LA ILAHA ILALLAH
salam COGITO ERGO SUM
wongalus
April 30, 2009 at 4:47 pm
kulonuun… ,
wah suwung… pada kemana ya.. , mertamu kemana mana masih pada suwung…, ya dah saya tunggu aja ( kanthi nyengkruk ududan klobot sambi ngemut gulo batu ) … hehehe…,
rahayu….
Mei 1, 2009 at 3:06 am
Kula nuwun
Thok3x…
Iya nih mas Hadi Wirojati, suwung
Ya sudah deh, ikutan nunggu
Atau mas Hadi Wirojati sudi mampir / ngrawuhi blog kula ?
http://ratnakumara.wordpress.com/2009/04/30/memaknai-agama-dengan-benar/
Rahayu3x
Mei 3, 2009 at 3:12 am
hihihihi…. pada sepi yaaa DIAM dalam KEDIAMAN weleh weleeeeeeh…. hahahaha….
Salam Sayang…
Mei 4, 2009 at 2:26 am
Hehehe maaf Mas Hadi, Mas Ratana & Kangboed
Loading kerjaan sangat banyak nih belum sempat nulis2 lagi
salam sayang semua
Mei 4, 2009 at 4:04 am
“ Aku hidup di dalam DIA dan DIA hidup di dalam aku, biarlah DIA semakin ditinggikan dan aku semakin direndahkan “
Salam Sayang
Salam Kangen
Mei 5, 2009 at 3:13 pm
kangmas tomy… kapan ke lereng gunung ungaran, tepatnya ke mboja..? apakah kangmas M. Ridwan masih disana ya..? panjennegan kenal kaliyan kangmas M. Ridwan..?
nuwun..
salam sihkatresnan
rahayu..
Mei 12, 2009 at 11:23 am
aku seneng banget, akeh para sedulur sinau mangerteni sejatining titah utawa fitrah… Yen wis, mengko banjur nuduhake sikap jati-diri kang sejati…
Salam seduluran…
**********
tiba padha-padha, semana uga aku
salam seduluran sedulur sikep
Mei 14, 2009 at 7:51 am
Kulanuwun…
Seperti dalam persahabatan para netters sedulur kita semua sebelumnya, melalui frekuensi maya berhasil mengikat tali persaudaraan persahabatan dalam satu bangsa, dan satu kesatuan umat tuhan. Tidak hanya sekedar JARGON, atau hanyalah ucapan PEDAGOG, namun di antara kita-kita sudah berhasil memanifestasikan dalam tindakan nyata, dalam perbuatan yang riil, tdk teoretis dan omong kosong. Baik perbuatan ragawi (solah) maupun perbuatan batin (bawa). Kita-kita sudah banyak yg berkesempatan menghadiri acara kumpul bareng menyatukan tali rasa persahabatan dan persaudaraan generasi bangsa yg dipelopori oleh beliau Ki Ngabehi/Mas Herjuno76 (ngajitauhid.wordpress).
PERSAHABATAN PALING INDAH
ada beberapa jenis persahabatan :
1. faktor pragmatis (kepentingan materiil)
2. faktor moralitas (solidarity)
3. faktor kesadaran (esensi)
Persahabatan dalam berkarya dan bekerja (motif materiil) adalah penting. Lebih dari itu persahabatan dalam solidaritas adalah indah, keindahan dalam satu nasib dan sepenanggungan. solidaritas untuk ber-empati, turut merasakan, larut dalam suasana yang sama. persahabatan atas dasar KESAMAAN. Indah memang.
Namun semua itu tak seindah PERSAHABATAN dalam PERBEDAAN. kita berkumpul berangkat dari latar belakang PERBEDAAN etnis, ras, tempat tinggal, tradisi, budaya, ajaran, dan agama. Kita rasakan anugrah BESAR Tuhan YME dalam NUANSA PERBEDAAN.
KUPAS KULITNYA, RASAKAN ISINYA
perbedaan dan keberagaman hanyalah urusan duniawi. urusan sekuler, urusan profan, tataran KULIT. Kita BERKUMPUL sekedar mencari hakekat/esensi yang sama. Biar sekalipun kesamaan itu baru kita peroleh manakala kita tinggalkan keduniawian, kita kupas “kulitnya” lalu kita ambil isinya, barulah kita sadar ternyata ada nilai kesamaan, dalam UNIVERSALITAS nilai “agama” cinta kasih. Lalu kita bersama-sama resapi dan hayati makna Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang. Tuhan sebagai rab al alam, anugrah bagi alam semesta, yang tiada pandang bulu cinta kasih Tuhan kepada seluruh makhluk di planet bumi ini.
Suatu saat nanti, dalam sarasehan, ngariung, ngumpul bersama, kopdar, cangkrukan, lesehan, apapun namanya, PADA PRISNSIPNYA merupakan usaha kita bersama merubah “tradisi” lama yg negatif, yakni menanggalkan segala kebiasaan sikap curiga-mencurigai. Lalu kita melenyapkan segala emosi, sikap reaksioner, pemarah, cekak aos, buruk sangka, sikap nyinyir, suka meleceh dan menghina, su’udhon, pendek akal, buntung fikir, buthek ati, rujit hate, batin jijik, lempar batu sembunyi tangan, berebut cari menang dan bener sendiri, pikiran yang kotor dan sejenisnya yg menjadikan manusia terjerembab ke alam su’ul khotimah.
Dengan melanjutkan pertemuan terdahulu di rumah beliau Ki Ngabehi KM (mas Herjuno76/NgajiTauhid.wordpress) Kita telah membiasakan diri dengan aura baru: positif thinking, khusnudhon, tanggungjawab, lempar tangan sembunyi batu, saling berebut mengalah, mawas diri, instropektif, kontemplatif, agar kita menggapai khusnul khotimah/happy ending.
asalkan kita sudi merambah ke dalam hakekat kehidupan wadag dan spirit, senantiasa kita temukan hakekat/esensi yang sama. dalam ajaran agamapun sdh digelar tentang makna hakekat dan makrifat bagi yg muslim, sebagai jalan setapak menuju nilai universalitas Tuhan yang lebih dari sekedar MAHA ADIL, MAHA PENYAYANG, MAHA BIJAK, MAHA KUASA.
Nilai kebaikan sejati yg univers tidak hanya sebagai jargon di mulut saja, namun dihayati dalam perbuatan nyata sehari-hari sebagaimana pula saudara-saudara kita yang berkecimpung dalam falsafah hidup Kejawen, dalam ajaran Budhis dan ajaran Hindu, dalam ajaran Kong hu cu, Katolik dan Kristen, dalam tradisi sufisme dan org2 zuhud, dll yg selalu berupaya mengejawantah nilai universal “cinta kasih sayang” dalam kehidupan nyata bermasyarakat luas. TANPA kenal PILIH KASIH, sebab memang tuhan tidaklah Zat yg primordialis, etnosentris, dan rasis.
semoga selintas pandang ini dapat menjadi bahan masukan dan referensi, terutama bagi saudara-saudara setanah air yg dulu belum sempat hadir dalam “kencan” di rumah Ki Ngabehi yg teramat indah untuk dikenang itu.
Jika tidak salah info, pertemuan selanjutnya akan diadakan di Bandung sekitar awal agustus 2009 dgn diprakarsai oleh saudara kita KangBoed : http://kangboed.wordpress.com/2009/05/10/indahnya-persahabatan/
Tak lupa saya ucap dan doa, semoga Ki Ngabehi yg saat ini berbaring di RS, dan menurut rencana siang ini sdh boleh pulang, semoga kesehatannya lekas pulih kembali seperti sediakala. Kita semua sayang, selalu berdoa, dan mendukungmu.
salam sayang
salam sejati
Rahayu, karaharjan
**********
dalam relasi kehadiran yang paling berarti
semoga kita semua bisa lekas bertatap muka
salam sayang
salam sejati
hayu rahayu
Mei 14, 2009 at 12:34 pm
pamuji rahayu..
kangmas sabdalangit.. betapa indah dan menyentuh hati wejangan panjenengan.. semoga harapan kita seperti ini ya kangmas.., persahabatan yang penuh rasa kasih dan sayang, mewujudkan sifat Tuhan kepada diri kita…,(HMNS) , semoga kangboed juga dalam berencana untuk mempertemukan kita ( Sarasehan ) mendapat jalan yang lancar tanpa kendala apapun selalu dalam karaharjan sadayana , widada niring sambekala, dan puji syukur kepada Gusti Kang Welas Asih.. kangmas Ngabehi dah sembuh.. senang rasanya saudara kita sudah mendapatkan kembali bagas waras dan sehat selalu..,
** nyuwun pangapunten kangmas Tomy… kulo mlebet griya panjenengan mboten kulonuwun..,mugya panjenengan ugi tansah bagas waras dan cepat menyelesaikan tugas penjenengan kanti lancar..car…,dan bisa nulis lagi yaa.. dah kengen nih.., saudaraku yang di Madya Wiyata ( Semarang .
salam sihkatresnan
rahayu
**********
matur nuwun sanget saudaraku yang penuh perhatian
selalu kutunggu kedatanganmu
rahayu
salam sih katresnan
Mei 16, 2009 at 5:38 am
pamuji rahayu kangmas …
kangmas Tomy saya mau tanya dan mohon pencerahannya.., kala itu kangmas Tomy melakukan perjalanan ( laku ) tentang pohon beringin jati yang di Ds, kramatan – Jatisrono, apakah benar itu kubur ari ari yang dijadikan satu dari putera Ki Ageng Puger, yang bernama Ki Surareja dan Ki Surajaya..? letak persisnya dimana kangmas..? dan apakah pohon tersebut masih ada ..? karena saya juga pernah ke Hutan Jati Donoloyo yang berada di Purwantoro.., tapi kok ndak tahu ya ada pohon beringin jati.., ( Pohon beringin yang tengahnya ditumbuhi pohon jati.. )
terima kasih kangmas.., saya tunggu pencerahan panjenengan ..,
matur nuwun..,
salam sihkatresnan
rahayu.