Suradira Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti

Sugeng Warsa Enggal 1 Sura 1942 Selasa Pahing Tahun Je Windhu Kuntara

Di blog Budaya Jawa dan Penyejuk Hati punya Kangmas Hidayat, saya mendapat pertanyaan dari Kangmas Ratnakumara mengenai hakikat Trisulawedha. Bagi para sedherek yang baru kali ini mendengar, Trisulawedha diyakini sebagai senjata pamungkas Pemimpin Besar Indonesia yang akan membawa bangsa ini kepada kejayaannya. Berikut kutipan Jangka Jayabaya pupuh ke 164 yang menjelaskannya :

Putra kinasih swargi kang jumeneng ing gunung Lawu. Hiya yayi Bethara Mukti, hiya Krisna, hiya Herumukti. Mumpuni sakabehing laku. Nugel tanah Jawa kapingpindho. Ngerahake jin setan, kumara prewangan, para lelembut ke bawah perintah saeko proyo, kinen ambantu manungso Jawa padha asesanti TrisulaWeda. Landhepe triniji suci. Bener, jejeg, jujur. Kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong.

Nah dalam perjalanan saya mencari Mata Air saya sempat berpuisi cinta kepada Dewi Sri Gadung Melati, sosok ghaib yang menjaga dan memelihara Sumber2 mata air. Berkat puisi tersebut saya dipertemukan dengan Kangmas Rwaja Segara, priyayi Jogja yang mempunyai visi yang sama terhadap kejayaan Nusantara tercinta ini. Dari beliau saya mendapatkan naskah penjelasan Trisulawedha yang di-sari-kan dari beberapa sumber dan disusun oleh Ki Atma Sasratama Jati. Sebagai berikut :

Selamat berbahagia kepada Saudara-saudaraku yang tercinta sebangsa dan setanah air di seluruh Indonesia. Melihat situasi dan keadaan negara yang hari demi hari semakin memprihatinkan, kami ingin memohon keikhlasan Anda bersama untuk memasyarakatkan falsafah Jawa kuno yang disebut TRISULAWEDHA, dalam upaya menyelamatkan bangsa dan negara Republik Indonesia keluar dari kondisi sekarang ini, demi berhasilnya cita-cita menuju negara kuat, sejahtera, adil dan makmur.

Trisulawedha adalah falsafah Jawa kuno yang isi ajarannya telah dimasyarakatkan oleh Raja Jayabaya dari Kerajaan Dahana Pura; Bahwa dalam suatu kehidupan bermasyarakat di dunia, mewajibkan umat manusia memiliki rasa, sikap dan sifat luhur budi yang disebut Jejeg, Bener dan Jujur .

Kalau diartikan merupakan sebuah rangkuman falsafah hidup berdasarkan Kitab Suci Agama, aturan Undang-Undang, Hukum Tata Negara dan Pancasila.

Bilamana ketiga hal tersebut di atas bisa ditauladankan oleh pemimpin negara dan seluruh jajaran aparat yang memahami artinya, maka dampaknya tidak seperti yang kita rasakan sekarang ini.

Trisulawedha, merupakan perwujudan suatu sistem tata negara dambaan seluruh rakyat di dunia berdasarkan Rasa Cinta Kasih Sayang seperti sifatNya menuju negara Kuat, Aman, Sejahtera, Adil, Makmur dan Madani yang tersegani.

Trisulawedha, adalah dasar kepribadiaan sosok pemimpin negara sejati yang berjiwa Ksatria, Pendeta, Tauladan yang berbudaya. Disertai wawasan budaya dan usaha global, akan mampu bertanggungjawab terhadap sistem tata negaranya untuk dibanggakan dan dipilih langsung oleh seluruh rakyat.

Trisulawedha, bukan politik praktis, namun suatu falsah yang ajarannya langsung dipimpin oleh Allah Yang Maha Kuasa lewat kitab-kitab suciNya, demi keamanan, kesejahteraan, dan keadilan seluruh rakyat yang yakin dan mau mengabdi kepadaNya.

Trisulawedha, adalah senjata cakra pamungkas untuk mendirikan peraturan undang-undang dan hukum, dalam menanggulangi turunnya angka kriminalitas maupun kerusuhan, kondisi moral, budaya dan ekonomi rakyat di suatu negara.

Trisulawedha, memiliki keputusan tegas dan tidak abu-abu dalam mengatur kebijaksanaan yang dituangkan ke dalam undang-undang dan hukum tata negara, untuk mengadilkan hukum bagi yang benar dan salah, berdasarkan hak asasi manusia dan rasa tanggungjawab hidup bermasyarakat di suatu negara.

Trisulawedha, dengan sistemnya akan menyadarkan seluruh jajaran TNI maupun Polisi, berdiri sebagai fungsinya untuk tidak sewenang-wenang menggunakan senjata menyakiti bangsa sendiri yang telah membiayai kesejahteraan dan senjatanya, kecuali berperang menghadapi musuh dari luar demi kepentingan rakyat dan negara.

Trisulawedha, kebijaksanaan hukumnya menjamin, bahwa terpidana tidak akan berani lari atau saling bermusuhan, adu kekuatan dan lain-lain di dalam tahanan maupun penjara yang tidak terkurung dalam jeruji besi, kecuali penderita sakit ingatan yang berbahaya.

Trisulawedha, dengan sistemnya mampu menjamin kembalinya dana hasil korupsi yang telah lari dicuri oleh penghianat negara di manapun berada di dunia.

Trisulawedha, dengan sistemnya mampu menanggulangi sifat tamak setiap warga negara, demi ratanya pendapatan dan kesejahteraan seluruh rakyat di negara.

Trisulawedha, dengan sistemnya merupakan negara demokrasi terpimpin yang mampu mengatur seluruh warga negaranya untuk bekerja, bersaing dalam kreatifitas dan akal, demi kemajuan usaha untuk mempertahankan kedudukan sosialnya sesuai dengan kemampuan dan kepribadiannya.

Trisulawedha, dengan sistemnya mampu membentuk kurikulum pendidikan bertaraf internasional, mulai dari sekolah dasar sampai menengah atas termasuk perguruan tinggi di seluruh wilayah, dan menanggulangi kemungkinan munculnya pengaruh buruk terhadap lingkungannya.

Trisulawedha, dengan sistemnya mampu menjamin makna berdirinya kesakralan perkawinan dalam suatu kerukunan keluarga dari gangguan moral buruk pada umumnya.

Trisulawedha, dengan sistemnya mampu mewujudkan keanggunan dan keasrian seni budaya lingkungan serta majunya aneka seni maupun budaya daerah.

Trisulawedha, dengan sistemnya mampu mewujudkan ekonomi kerakyatan global dalam tempo sesingkat-singkatnya untuk siap bersaing dengan negara maju lainnya.

Trisulawedha, dengan sosok pemimpin negara yang menguasai sistemnya, akan mampu merubah penderitaan rakyat yang sedang terlanda krisis moral, budaya, ekonomi menuju titik terang perbaikan dalam tempo maksimum 3 tahun lamanya.

JEJEG

Artinya sanggup menegakkan keimanan untuk mengabdi dan berbakti kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dalam menjalankan perintah maupun menjauhi larangan-larangannya sesuai dengan ajaran yang tertulis dalam kitab suci agama maupun kepercayaan yang diyakini masing-masing di manapun berada.

BENER

Artinya sanggup dan taat dalam menjalankan ketertiban aturan pasal-pasal undang undang dan hukum tata negara yang berlaku di manapun berada.

JUJUR

Artinya sanggup menjalankan kejujuran disertai rasa ikhlas dalam menjalin kehidupan bergotong-royong dan usaha bersama, serta menghormati budaya adat istiadat, demi kerukunan dan kesejahteraan antar umat manusia berbangsa dan bernegara tanpa membeda-bedakan golongan suku bangsa maupun agama berdasarkan falsafah Pancasila di manapun berada.

TRISULAWEDHA ini menjadi pedoman dan harus dilaksanakan !

Nuwun, Nusantara Jaya !!!