RSS

KITAB BASAH ADAM MAKNA

02 Jun

Bermula dari perjalanan

Kertas lembaran yang putih tertoreh tinta emas

HANA CARAKA ….. ”ada utusan”

Saat manusia tafakur bersyahadat

ashadu anna muhammadar rasulullah

Kesaksian bagi SETIAP manusia sebagai utusan Sang Hidup

Untuk saling berjumpa menjadikan rahmat bagi seluruh semesta

Dalam perjumpaan,

Dalam relasi yang saling memerdekakan,

Hidup berjumpa dengan Hidup membangun rangkaian indah Pohon Kehidupan

wit kastuba uripWit Kastuba Urip,

Pang papat,

Pentile sakembaran,

Kang putih aran Kembang Wijayamulya,

Kang abang aran Kembang Wijayakusuma,

Pohon Kehidupan kesejatian manusia

Bercabang empat hakikat tangan dan kaki

Melangkah dan berkarya ’memayu hayuning bawana’

Berbuah kembar di dalam lapangnya dada

Putih timangan berkah ayahanda

Perlambang suci kemurnian jiwa

Merah embanan restu ibunda

Perlambang keabadiaan hidup, cinta yang membangkitkan

Begitulah kisah Sang Prajaka

Ditemani 4 karib setia dalam perjalanan ke arah Barat mencari Kitab Suci

Rhisiswa, sang pemberani maha sakti

Raibabi, yang nakal selalu gembira

Demalung, penghibur hati

Kudawahana, titihan mulia

Gambaran manusia beserta ke-4 nafsunya

Dalam mencari kepenuhan hidupnya

Ditempa pengalaman sepanjang perjalanan

Melewati 33 rintangan 99 pencobaan

Sang Prajaka tak pernah berhenti memaknai

Hingga sampailah ketempat tujuan

Ujung barat kehidupan

Dimana mentari meredup sinar

Beristirahat dalam buaian malam

Lawang Selamatangkep, pintu gerbang Kerajaan Surga

Dimana Kitab Suci berada

Dijaga oleh 2 malaikat raksasa Cingakara Bala dan Bala Upata

Tertahan langkah Sang Prajaka

Mandheg mangu tergeragap

Menjawab tanya Sang Malaikat Penjaga

“SIAPAKAH ENGKAU..?!!!”

SIAPA AKU……

Jawaban yang terlontar menegaskan pertanyaan

Dalih yang dikemukakan menelanjangi kenyataan

AKU tidak lagi mengenalai AKU

AKU entitas yang tercerabut dari akarnya

AKU hanyalah predikat dan atribut yang menempel lekat pada diriku

AKU ….. sungguh tidak tahu siapa sejatinya AKU

Tertunduk lesu didepan pintu

Dalam kegalauan tidak diperkenakan masuk ke dalam

Pupus sudah segala harapan

Jerih sepanjang jalan seakan debu tertiup angin

Segala usaha berbuah sia-sia

Tiada mampu berbuat apa-apa

Ke-4 sahabat pun terpuruk dalam kebisuan

Dalam kekosongan harapan

Dalam keheningan nafsu

Terdengar para bidadari bermadah merdu

TUBUH INI BAGAI GUMPALAN BUSA

PERASAAN BAGAIKAN GELEMBUNG UDARA

PERSEPSI BAGAIKAN FATA MORGANA

BENTUK MENTAL BAGAIKAN TANDAN PISANG

DAN KESADARAN BAGAIKAN TIPU MUSLIHAT

ISI ADALAH KOSONG

KOSONG ADALAH ISI

Bunga yang sedang mekar meringkus hati dengan kemilau indahnya

Anak burung yang sedang belajar terbang menarik perhatian dengan riuh kicaunya

Mengantar dalam kebadian ruang dan waktu

Seakan waktupun terhenti

Sebuah momen yang sangat intens

Menyekap seluruh keberadaan diri

Lalu…..

Setiap momen menjadi sangat berati

Setiap momen adalah sapaan Illahi

Ayat-ayat yang hidup

Berdenyut dan bernafas dinamis dalam setiap jejak perjalanan

Sang Prajaka tersenyum

Kitab Suci tergelar nyata

Kitab yang tersusun dari ayat kehidupan

Ditulis oleh tiap hembusan nafas

Dirangkai oleh tiap detakan jantung

Alif Laam Mim Dzalikal Kitab

KITAB BASAH oleh aliran darah

Yang membentuk kehidupan raga

ADAM MAKNA, pengertian sejati tentang hakikat manusia

Yang membangun kesadaran jiwa

man arofa nafsahu faqod arofa rabbahu

Dalam kesadaran agung tentang diri yang sejati

Insan bersatu dengan Illahi

Manusia yang imanen bertransendensi

Gempung suwung tan ana apa-apa

Mung AKU lan ALLAH kang ana

Sang Prajaka tersentak dalam samadhi

Terheran-heran takjub menyadari

Surga adalah DISINISAAT INI

Tempat tujuan yang sama persis dengan tempat bertolak

Tempat mentari terbit bersinar

Pula tempat mentari tenggelam diselimuti malam

About these ads
 
21 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 2, 2008 in PERJALANAN

 

21 responses to “KITAB BASAH ADAM MAKNA

  1. Sawali Tuhusetya

    Juni 2, 2008 at 4:39 am

    sang prajaka, dalam upaya poncarian jatidiri dan hakikat kemanusiaan, telah memberikan pembelajaran betapa pentingnya kita mengenali “sangkan paraning dumadi” dari mana kita berasal dan ke mana kita hendak kembali. namun, seringkali hakikat dan kesejatian diri itu sering terpolusi oleh pamrih2 sempit dan slerea rendah ketika manusia sudah terjebak untuk mempertuhankan sesuatu selain Allah. sungguh, kita benar2 hidup di tengah peradaban yang sakit.

    **********
    Sang Prajaka ini saduran bebas tentang perjalanan Biksu Tong Sam Cong dalam kisah Kera Sakti :D
    cuma karena saya tidak bisa membikin cerpen bersambung seperti Pak Sawali maka saya tulis seperti ini.
    pesan moralnya agar kita mau kembali kepada kesejatian diri. karena tanpa mau tahu & menyadari tentang siapa diri kita sejati, seperti yang Pak Guru katakan kita hidup dalam peradaban yang sakit. manusia menyakiti diri dengan hidup laksana pemburu, ada yang selalu dicari, ada yang selalu diburu, sedang diri sendiri malah terlupakan.

     
  2. indera keenam

    Juni 2, 2008 at 5:10 am

    Kepada YTH,
    DETASEMEN 88 ANTI TERORIS
    Di Tempat

    Saya melaporkan bahwa ada suatu gerakan teroris yang sangat membahayakan jiwa masyarakat umum dan keamanan secara umum.
    Kelompok teroris tersebut bernama FPI atau disingkat dengan FRONT PEMBELA ISLAM, adalah suatu kelompok teroris yang setiap saat bisa membunuh siapa saja.
    Mohon segera diproses secara hukum, kelompok teroris tersebut segera dibubarkan, serta para anggota yang diidentifikasi ikut di dalamnya untuk segera dilakukan penangkapan dengan segera.

    Indonesia, 2 Juni 2008.

    **********
    siap Pak akan segera kami tindaklanjuti laporan Bapak

     
  3. zoel chaniago

    Juni 2, 2008 at 6:29 am

    huhh bingung

    **********
    nyantai aja Mas gak perlu dibawa bingung

     
  4. jookut

    Juni 3, 2008 at 3:23 am

    tambah bingung …deh

    Mungkin kah Allah membutuhkan ciptaannya untuk mengenalkan eksistensinya..

    Tapi kita membutuhkan Allah untuk menyadari posisi & keberadaan kita.

    **********
    mungkinkah yang maha sempurna masih membutuhkan sesuatu?

     
    • Aji S.Q

      April 17, 2011 at 7:36 am

      Dan Tidaklah mungkin Kita Hidup saat ini!!
      Bahasa kita bukan dan belum tentu bahasa Illahi kepada ciptaanya dan sebaliknya, “Butuhkah”, “Mungkinkah” itu semua sama halnya kita.

       
  5. Rush-2-Chisty

    Juni 4, 2008 at 7:57 am

    puitis banget. btw, lam kenal

    **********
    matur nuwun sanget
    salam kenal juga :D

     
  6. Santri gundhul

    Juni 6, 2008 at 2:48 am

    Alif Laam Mim Dzalikal Kitab.

    Sesungguhnya merupakan KITAB yang TULIS TANPO PAPAN KASUNYATAN. Kitab ini sudah ada di dalam Sang PRIBADI Menungso kang aran Kitab TELES.
    Kitab inilah yg seharusnya kita BACA dan menjadi TEKEN dalam mengarugi kehidupan. Dan Kitab GARING yang berupa TULISAN kita gunakan sebagai LILIN ( PELITA ) untuk membaca Kitab TELES yag ada di dalam sang DIRI.

    Kang Tommy,
    Sebuah ungkapan ROSO PANGROSO yang sarat dengan MAKNA.

    Sumonggo dipun lanjut…

     
  7. lainsiji

    Juni 28, 2008 at 3:16 am

    waw, ini post terbaik yang kutemui minggu ini.

    semoga aku bisa menjadi bagian dari relasi yang saling memerdekakan.

    sebuah entitas yang sadar posisinya…
    tahu diri dan tahu langkah.

    thanks
    its deep

     
  8. Denny

    September 23, 2008 at 6:44 pm

    Manusia yang mulia adalah manusia yang mengerti akan dirinya sendiri baik atau tidaknya kita dihadapan Allah SWT serta dalam kehidupan kita sesama manusia dan jangan pernah melupakan leluhur kita, alangkah mulianya kita bila lebih ingat kepeda leluhur kita sendiri daripada luluhur orang lain. BAGI MANUSIA INDONESIA SEJATI GUNAKANLAH AKAL DAN PIKIRANMU JANGAN SAMPAI BANGSA KITA DIPECAH OLEH ORANG LAIN YANG MENGGUNAKAN KEDOK AGAMA,POLITIK DAN BANYAK LAGI. Marilah kita sadar dengan INTROPEKSI DIRI KITA SENDIRI dan mari kita ciptakan Bangsa Indonesia yang aman sentosa bagi seluruh rakyatnya dan bangsa yang ber BHINEKA TUNGGAL IKA.

    Thanks
    Denny Sibarano

     
  9. Sumartono.D

    Oktober 13, 2008 at 7:40 am

    Amin-Amin-Amin,
    saya sangat bersukur…, ternyata sudah banyak teman2ku yng mengerti dan menyadari siapa jati dirinya, yang dahulunya lupa , sekarang telah ingat kembali dan kesadaran roso engan sang kehidupan. amin-amin.
    Ayo sekarang ramai2 kita dukung calon Ratu satrio Pinayungan akan memerintah dan membawa bangsa ini menuju Adil Makmur Gemah ripah loh jinawi, agar semua wujud rogo yang belum sadar menjadi sadar, dan semua dapat menikmati cita2 awal Sang Kehidupan.

    Salam Satrio
    Semar

     
  10. celetukansegar

    Agustus 13, 2009 at 1:14 am

    Saya kira ngulas Primbon, bos!

     
  11. ikhsan

    Januari 3, 2010 at 5:04 pm

    setiap orang bisa haya berkata tak cocok dengan ucapanya kl emang km bisa coba kirim app nya saya akan pelajari apasi perkataamu… yang saya baca omong kosong.bayak orang kecewa karna ucapan sehingga kehilangan keyakinan karena ucapan tak nyata

     
  12. Hadi Santoso

    Januari 4, 2011 at 6:41 am

    wahdat al wujud atau swiji.manunggaling kawulo gusti utk mencapai nya kita tansah eling marang Gusti dari waktu kewaktu

     
  13. sifana

    Januari 25, 2011 at 6:40 pm

    tapi yang pasti imbangno rogo ambek rosomu

     
  14. Aji S.Q

    April 17, 2011 at 7:44 am

    Sing Penting Guyub Rukun Handarbeni..

     
  15. Ari rt

    Juli 15, 2011 at 5:41 am

    Salam kang mas..!kebnyakan orang bsa nya coment,ngritik,yg tdk d dasari beningnya hati.
    Kurang menghargai karya 2 saudaranya yang mencba menuangkan pengetahuannx .pdahal bnyak jalan ,bnyak cara untuk menuju YANG MAHA LUAS,& BIJAKSANA.Mri saudara q satu nusantara kerukunan tercipta bkan adanya kesamaan akidah.tpi saling menghormati setiap perbedaan.krn aneka ragam perbedaan adalah suatu anugrah.
    Salam,salam,salam.ngnya hati.
    Kurang menghargai karya 2 saudaranya yang mencba menuangkan pengetahuannx .pdahal bnyak jalan ,bnyak cara untuk menuju YANG MAHA LUAS,& BIJAKSANA.Mri saudara q satu nusantara kerukunan tercipta bkan adanya kesamaan akidah.tpi saling menghormati setiap perbedaan.krn aneka ragam perbedaan adalah suatu anugrah.
    Salam,salam,salam.

     
  16. dasilan margono

    Desember 27, 2011 at 9:31 am

    kawula ndherek nimbrung Ki Raka. Suwun.

     
  17. hery

    Agustus 31, 2012 at 4:43 am

    serat menika karanganipun sinten

     
  18. hery

    Agustus 31, 2012 at 4:45 am

    meniko serat ingkan ngarang sinten inggih?

     
  19. khamdan

    Mei 27, 2013 at 5:28 pm

    luar biasa….saya menyadari hal baru dsni..

     

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 29 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: