AKU dikukuhkan dalam relasi
Yang teruntai cinta sebagai tanggungjawab dimana AKU mengalami ENGKAU
Relasi yang mendahului pengetahuan tentang diri sebagai pribadi
Melalui ENGKAU manusia menjadi AKU
ENGKAU-lah yang membentuk AKU
Pemuda yang tercekat oleh keindahan sang kekasih
Limpahan hidup yang terberi terujar kata
Allah berkenan melawat daku dengan perantaraanmu
Bukan penolakan atasmu namun lewat penerimaan terhadapmu
Allah,
Sang Hidup,
Wajah Abadi yang tersembunyi dibalik setiap wajah manusia
Dalam pertemuan denganNya
Dalam relasi dengan setiap wajah yang datang dan pergi
Manusia sanggup mengakui bahwa dunia memiliki arti
Ini bukan sekedar bukti, namun uraian dari kenyataan yang kita hayati
Lewat relasi Hidup menyatakan diri
Dalam seru Tukang Kayu dari Nazareth
Dalam sujud takzim Sang Nabi
Aku ada didalam Bapa dan Bapa ada didalam aku
Kemanapun aku berpaling, disitulah wajah Allah
Mei 22, 2008 at 9:40 pm
pemahaman dan pengalaman religius akan sangat menentukan *halah sok tahu nih* tahap demi tahap kehidupannya. hanya orang2 yang memiliki tradisi keagamaan yang kuat yang mampu membangun relasi dengan Tuhannya.
**********
tidak sekedar memiliki tradisi Pak, namun juga yang terbangun dari mimpi *halah*
Mei 22, 2008 at 11:25 pm
[...]ke manapun aku berpaling di situlah wajah allah[...]
sungguh dzikir yang tiada lelah…
pernyataan cinta yang teramat dalam
salam
**********
salam sejahtera Paman
Mei 23, 2008 at 7:40 am
pernyataan cinta yang tiada habisnya.. pernyataan menerima selain-Nya sebagai bentuk pengakuan terhadap-Nya..
**********
kabeh kang kumetip ing alam donya kesamadan dening Dzating URIP
Mei 24, 2008 at 3:59 am
….lalu aku ada untuk apa?
*pertanyaan filosofis yang lain hehehehe
**********
kau ada untukku
demikian juga aku ada untukmu
Mei 24, 2008 at 9:12 am
Halah…halah…
Kok postingannya Kang Tommy mirip-mirip sama yang tak WEDAR yah…
Lalu SIAPAKAH sejatinya AKU….
AKU ada di sini…. http://kariyan.wordpress.com/2008/05/23/akusopo-ingsun/
**********
sedulur tunggal wirid Mas Santri
Mei 26, 2008 at 4:33 am
ALLAH maha melihat … menyaksikan setiap helaan napas kita, So hati-hati
*********
setiti, ngati-ati, tansah eling lan waspada
Mei 30, 2008 at 8:26 am
wadah….. saya ndak tau soal berpuisi ato apalah namanya….. yang saya tau hanya Allah melindungi setiap makhluknya….
salam kenal mas…..
***********
salam kenal juga Bang Aziz
Juni 2, 2008 at 4:31 am
Kayaknya saya nggak bakat untuk membaca puisi deh…tapi intinya bahwa kita harus selalu mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Nya, dan kita diberi kehidupan untuk menyembah Nya dan berbuat baik kepada sesama.
(Benar nggak sih maksudnya???)
**********
betul Bu kesaksian yang nyata dari mencintai sang penciptanya adalah mencintai, peduli, kesetiakawanan sosial atau apalah namanya dengan semua ciptaan
Juni 2, 2008 at 4:35 am
Puisi mas Tomy ini begitu dalam, hingga harus membaca lebih “dalam” untuk memaknainya.
**********
makasih Daeng
April 8, 2009 at 11:35 am
Heebat bener mas puisi mu, membuatku semakin takjub akan….. Mas buat puisi lagi sing jero maknane! Aku arep selalu setia membaca tulisanmu.
April 12, 2009 at 12:18 am
hehehe….. siapa sih yang bisa bertemu dengan GUSTI ALLAH tanpa melalui AKU…. yayaya AKU… siapakah AKU yang harus kita cari dan temukan dalam perjalanan disini…. yayaya dia ada didalam diri kita masing masing…
Salam Sayang Mas Tommy yang baik
**********
salam chayank juga Kang Boed
April 13, 2009 at 2:38 am
Wah, mas Tommy, puisinya pasti terinspirasi dari lagunya RAJA nih *hahahahahaha*
” AKU, ADAAA… KAR’NA (ENG)KAU PUN ADAAA…AAA..”
hehehehe…. ,
Peace and Love
http://ratnakumara.wordpress.com/2009/04/09/kamulah-yang-menyembah-berhala/#comment-583
**********
ah Mas Ratana tau aja
jadi malu hehehe…. ,
Peace & love too
April 14, 2009 at 5:16 am
Salam Kenal mas
**********
halah Mas’e sudah mencala putra
nggak pernah dilupakan maka salam kenal kembali juga