<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: IQRO’ Pembacaan Muhammad Atas Tuhan</title>
	<atom:link href="http://tomyarjunanto.wordpress.com/2008/03/07/iqro%e2%80%99-pembacaan-muhammad-atas-tuhan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2008/03/07/iqro%e2%80%99-pembacaan-muhammad-atas-tuhan/</link>
	<description>PARA MUDHA KUDU ANJANGKAH MRIH JANGKA BISA DADI SUYASANING RAGA-LUMARAS. WUS SAYEKTINE, PARA MUDHA KUSUMA TUWUH RUNGKEB-RUMENGKUHE MARANG BUMI PERTIWI</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Nov 2009 02:25:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: rajaiblis</title>
		<link>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2008/03/07/iqro%e2%80%99-pembacaan-muhammad-atas-tuhan/#comment-198</link>
		<dc:creator>rajaiblis</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 02:16:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tomyarjunanto.wordpress.com/2008/03/07/iqro%e2%80%99-pembacaan-muhammad-atas-tuhan/#comment-198</guid>
		<description>&#124;gempur&#124;

... “buta makna” jelas bukan sikap dan sifat yang melekat pada Nabi...

menurut persepsi aNE ---dalam konteks ketauhidan---  justru nabi buta dalam segala hal ... 

dan itulah jawaban yg seharusnya diberikan nabi saat zat yg maha membaca memintanya untuk membaca ...

logika anda ...
apa jawaban yg pantas bila orang yang paling pintar membaca menyuruh anda membaca ...  ?

&quot;saya tak mampu membaca melainkan bila anda memberikan kemudahan dan pertolongan kepada saya sehingga saya pun bisa membaca seperti yg anda harapkan ... &quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>|gempur|</p>
<p>&#8230; “buta makna” jelas bukan sikap dan sifat yang melekat pada Nabi&#8230;</p>
<p>menurut persepsi aNE &#8212;dalam konteks ketauhidan&#8212;  justru nabi buta dalam segala hal &#8230; </p>
<p>dan itulah jawaban yg seharusnya diberikan nabi saat zat yg maha membaca memintanya untuk membaca &#8230;</p>
<p>logika anda &#8230;<br />
apa jawaban yg pantas bila orang yang paling pintar membaca menyuruh anda membaca &#8230;  ?</p>
<p>&#8220;saya tak mampu membaca melainkan bila anda memberikan kemudahan dan pertolongan kepada saya sehingga saya pun bisa membaca seperti yg anda harapkan &#8230; &#8220;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ersis W. Abbas</title>
		<link>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2008/03/07/iqro%e2%80%99-pembacaan-muhammad-atas-tuhan/#comment-157</link>
		<dc:creator>Ersis W. Abbas</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2008 09:12:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tomyarjunanto.wordpress.com/2008/03/07/iqro%e2%80%99-pembacaan-muhammad-atas-tuhan/#comment-157</guid>
		<description>Ya ya .. siiip</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya ya .. siiip</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: fajarwisnu</title>
		<link>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2008/03/07/iqro%e2%80%99-pembacaan-muhammad-atas-tuhan/#comment-156</link>
		<dc:creator>fajarwisnu</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2008 04:57:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tomyarjunanto.wordpress.com/2008/03/07/iqro%e2%80%99-pembacaan-muhammad-atas-tuhan/#comment-156</guid>
		<description>yaaah sama saja mas santri gundul, kalau kita tidak memahami hikmah dan pesan-pesan dari teksbook &#039;diri sendiri&#039;. misal kepala sakit, pesan yang tersampaikan apa? kurang tidur, kurang makan, migrain , darah, tinggi atau apa.?
&quot;Lalu bagaimana dengan orang-orang yang sama sekali tidak bisa baca tulis?&quot;
Lha Nabi Muhammad saw dulu diajari Malaikat Jibril agar Iqra
kalau orang-orang ya biarkan ngaji sama yang pinter agar bisa membaca.
Setuju kita harus membaca diri sendiri.
Tapi kalau ndak bisa mbaca ya sebaiknya belajar sama yang yang bisa.
Al Ghazali pun akhirnya juga meguru.

....bukan bermaksud menggurui...

tutup lagi, ngobati spy war meneeeh.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yaaah sama saja mas santri gundul, kalau kita tidak memahami hikmah dan pesan-pesan dari teksbook &#8216;diri sendiri&#8217;. misal kepala sakit, pesan yang tersampaikan apa? kurang tidur, kurang makan, migrain , darah, tinggi atau apa.?<br />
&#8220;Lalu bagaimana dengan orang-orang yang sama sekali tidak bisa baca tulis?&#8221;<br />
Lha Nabi Muhammad saw dulu diajari Malaikat Jibril agar Iqra<br />
kalau orang-orang ya biarkan ngaji sama yang pinter agar bisa membaca.<br />
Setuju kita harus membaca diri sendiri.<br />
Tapi kalau ndak bisa mbaca ya sebaiknya belajar sama yang yang bisa.<br />
Al Ghazali pun akhirnya juga meguru.</p>
<p>&#8230;.bukan bermaksud menggurui&#8230;</p>
<p>tutup lagi, ngobati spy war meneeeh.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Santri Gundhul</title>
		<link>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2008/03/07/iqro%e2%80%99-pembacaan-muhammad-atas-tuhan/#comment-152</link>
		<dc:creator>Santri Gundhul</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Mar 2008 15:55:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tomyarjunanto.wordpress.com/2008/03/07/iqro%e2%80%99-pembacaan-muhammad-atas-tuhan/#comment-152</guid>
		<description>Hmm..hmm…” Bacalah…bacalah… atas nama Tuhanmu.               
Ternyata perintah pertama kali yang diwajibkan kepada umat manusia di bumi ini adalah MEMBACA, Lantas apa yang musti kita baca…?? Tulisan-tulisan teks book Kitab Suci yang berupa lembaran kertas itukah…?? atau membaca dalam persepsi yang lain…??. Dalam pandangan yang sangat sederhana, membaca memiliki manfaat menjadi tahu dari apa yang tidak diketahui melalui tulisan yang dibacanya. Lantas apa yang kita tahu membaca sesuatu tulisan yang sama sekali tidak bisa kita mengerti bahasanya..??. Heks..heks…mohon maaf para pembaca yang budiman, jangan tersinggung kalau saya harus mengatakan bahwa teks book Kitab Suci Al Quran yang nota bene tertulis dalam bentuk huruf Arab itu, jujur saja saya pribadi sama sekali TIDAK mengetahui akan maksud pesan-pesan dan HIKMAH yang ada di dalamnya. Andai saja teks book Kitab Suci itu tidak diterjemahkan dalam bahasa yang saya mengerti ( bahasa Indonesia ) mungkinkah hal itu bisa bermanfaatnya buat saya pribadi…?? Adakah…adakah..manfaatnya…??. Lalu bagaimana dengan orang-orang yang sama sekali tidak bisa tulis dan baca…??

Yaah...kita harus bisa membaca DIRI SENDIRI yang telah ditunjukkan secara jelas dan GAMBLANG melalui Alam Semesta ini...

Nggelesod....mecicil, mandeng dan membaca sang pembaca...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hmm..hmm…” Bacalah…bacalah… atas nama Tuhanmu.<br />
Ternyata perintah pertama kali yang diwajibkan kepada umat manusia di bumi ini adalah MEMBACA, Lantas apa yang musti kita baca…?? Tulisan-tulisan teks book Kitab Suci yang berupa lembaran kertas itukah…?? atau membaca dalam persepsi yang lain…??. Dalam pandangan yang sangat sederhana, membaca memiliki manfaat menjadi tahu dari apa yang tidak diketahui melalui tulisan yang dibacanya. Lantas apa yang kita tahu membaca sesuatu tulisan yang sama sekali tidak bisa kita mengerti bahasanya..??. Heks..heks…mohon maaf para pembaca yang budiman, jangan tersinggung kalau saya harus mengatakan bahwa teks book Kitab Suci Al Quran yang nota bene tertulis dalam bentuk huruf Arab itu, jujur saja saya pribadi sama sekali TIDAK mengetahui akan maksud pesan-pesan dan HIKMAH yang ada di dalamnya. Andai saja teks book Kitab Suci itu tidak diterjemahkan dalam bahasa yang saya mengerti ( bahasa Indonesia ) mungkinkah hal itu bisa bermanfaatnya buat saya pribadi…?? Adakah…adakah..manfaatnya…??. Lalu bagaimana dengan orang-orang yang sama sekali tidak bisa tulis dan baca…??</p>
<p>Yaah&#8230;kita harus bisa membaca DIRI SENDIRI yang telah ditunjukkan secara jelas dan GAMBLANG melalui Alam Semesta ini&#8230;</p>
<p>Nggelesod&#8230;.mecicil, mandeng dan membaca sang pembaca&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: STR</title>
		<link>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2008/03/07/iqro%e2%80%99-pembacaan-muhammad-atas-tuhan/#comment-151</link>
		<dc:creator>STR</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Mar 2008 16:05:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tomyarjunanto.wordpress.com/2008/03/07/iqro%e2%80%99-pembacaan-muhammad-atas-tuhan/#comment-151</guid>
		<description>Membaca = internalisasi pengetahuan. Mengubah dari yang eksplisit menjadi tasit.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca = internalisasi pengetahuan. Mengubah dari yang eksplisit menjadi tasit.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Gempur</title>
		<link>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2008/03/07/iqro%e2%80%99-pembacaan-muhammad-atas-tuhan/#comment-150</link>
		<dc:creator>Gempur</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Mar 2008 10:27:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tomyarjunanto.wordpress.com/2008/03/07/iqro%e2%80%99-pembacaan-muhammad-atas-tuhan/#comment-150</guid>
		<description>Membaca adalah menggali makna.. meggali hidup.. yang pada akhir pembacaan tersebut adalah pengejawantahan risalah..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca adalah menggali makna.. meggali hidup.. yang pada akhir pembacaan tersebut adalah pengejawantahan risalah..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Gempur</title>
		<link>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2008/03/07/iqro%e2%80%99-pembacaan-muhammad-atas-tuhan/#comment-149</link>
		<dc:creator>Gempur</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Mar 2008 10:26:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tomyarjunanto.wordpress.com/2008/03/07/iqro%e2%80%99-pembacaan-muhammad-atas-tuhan/#comment-149</guid>
		<description>Inilah maksud dari apa yang saya katakan &lt;a href=&quot;http://webersis.com/2008/01/15/rasulullah-buta-huruf/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;di sini&lt;/a&gt; di mana saya mengatakan &lt;a href=&quot;http://webersis.com/2008/01/15/rasulullah-buta-huruf/#comment-7920&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;ini&lt;/a&gt;.. Rasulullah sangat tidak buta hidup, sehingga pembacaannya bermakna &lt;b&gt;selalu berjumpa dengan ’Yang Lain’&lt;/b&gt; dalam kapasitas sebagai Rahmatan Lil Alamin. Membacanya Nabi sangat kontekstual.. buta huruf masih mungkin dan sangat mungkin diperdebatkan, tapi &quot;buta makna&quot; jelas bukan sikap dan sifat yang melekat pada Nabi.. Justru karena &quot;Melek makna&quot;-nya nabi, risalah itu hadir dan mengejewantah dalam keseharian Nabi, perilaku manusia yang Rahmatan Lil Alamin..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Inilah maksud dari apa yang saya katakan <a href="http://webersis.com/2008/01/15/rasulullah-buta-huruf/" rel="nofollow">di sini</a> di mana saya mengatakan <a href="http://webersis.com/2008/01/15/rasulullah-buta-huruf/#comment-7920" rel="nofollow">ini</a>.. Rasulullah sangat tidak buta hidup, sehingga pembacaannya bermakna <b>selalu berjumpa dengan ’Yang Lain’</b> dalam kapasitas sebagai Rahmatan Lil Alamin. Membacanya Nabi sangat kontekstual.. buta huruf masih mungkin dan sangat mungkin diperdebatkan, tapi &#8220;buta makna&#8221; jelas bukan sikap dan sifat yang melekat pada Nabi.. Justru karena &#8220;Melek makna&#8221;-nya nabi, risalah itu hadir dan mengejewantah dalam keseharian Nabi, perilaku manusia yang Rahmatan Lil Alamin..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: danalingga</title>
		<link>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2008/03/07/iqro%e2%80%99-pembacaan-muhammad-atas-tuhan/#comment-148</link>
		<dc:creator>danalingga</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Mar 2008 05:35:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tomyarjunanto.wordpress.com/2008/03/07/iqro%e2%80%99-pembacaan-muhammad-atas-tuhan/#comment-148</guid>
		<description>Wah, ini membaca yang membaca. Salut!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, ini membaca yang membaca. Salut!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: cempluk</title>
		<link>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2008/03/07/iqro%e2%80%99-pembacaan-muhammad-atas-tuhan/#comment-147</link>
		<dc:creator>cempluk</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Mar 2008 04:02:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tomyarjunanto.wordpress.com/2008/03/07/iqro%e2%80%99-pembacaan-muhammad-atas-tuhan/#comment-147</guid>
		<description>mari membaca :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mari membaca <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sawali</title>
		<link>http://tomyarjunanto.wordpress.com/2008/03/07/iqro%e2%80%99-pembacaan-muhammad-atas-tuhan/#comment-146</link>
		<dc:creator>sawali</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Mar 2008 04:00:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tomyarjunanto.wordpress.com/2008/03/07/iqro%e2%80%99-pembacaan-muhammad-atas-tuhan/#comment-146</guid>
		<description>membaca adalah sebuah aktivitas tansendensi untuk mencapai hakikat kualitas pemaknaan hidup. membaca dalam konteks ini, tak hanya sebatas membaca aksara, tetapi juga membaca ayat2 Allah yang tergelar di hamparan semesta. Sungguh, selama ini kita telah lupa dan malas membaca. Alih2 membaca tanda-tanda kebesaran Allah, sekadar membaca aksara saja seringkali kita kedodoran. Pernyataan: “Aku tidak bisa membaca…” dari Rasulullah, merupakan sebuah sikap rendah hati betapa ayat-ayat Allah yang terhampar di semesta itu mendedahkan sebuah kemahakuasaan Sang Pencipta yang seringkali tak terjangkau oleh pikiran dan akal budi hamba-hamba-Nya. Matur nuwun Pak Tomy, postingan ini begitu mencerahkan, mengingatkan kita betapa pentingnya kita melakukan refleksi diri melalui aktivitas &quot;membaca&quot;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>membaca adalah sebuah aktivitas tansendensi untuk mencapai hakikat kualitas pemaknaan hidup. membaca dalam konteks ini, tak hanya sebatas membaca aksara, tetapi juga membaca ayat2 Allah yang tergelar di hamparan semesta. Sungguh, selama ini kita telah lupa dan malas membaca. Alih2 membaca tanda-tanda kebesaran Allah, sekadar membaca aksara saja seringkali kita kedodoran. Pernyataan: “Aku tidak bisa membaca…” dari Rasulullah, merupakan sebuah sikap rendah hati betapa ayat-ayat Allah yang terhampar di semesta itu mendedahkan sebuah kemahakuasaan Sang Pencipta yang seringkali tak terjangkau oleh pikiran dan akal budi hamba-hamba-Nya. Matur nuwun Pak Tomy, postingan ini begitu mencerahkan, mengingatkan kita betapa pentingnya kita melakukan refleksi diri melalui aktivitas &#8220;membaca&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
