Judul di atas juga tulisan-tulisan saya mungkin terdengar sangat provokatif.

Namun ini adalah suatu percikan permenungan hidup yang mungkin menantang sisi kedewasaan & kematangan spiritual dari siapapun yang membacanya. Apapun reaksi & pendapat Anda, mencerminkan seberapa matang Anda memahami spiritualitas dalam kehidupan Anda

……………………………….

Hakekat apa yang tertangkap saat terucap kata cinta?

Spirit apa yang terungkap saat manusia memandang puranama?

Terpana & takjub akan indahnya…sekaligus tercekat oleh gelap alam yang melingkupinya?

Cinta… Purnama…

Beroleh makna saat manusia dengan seluruh keberadaannya tercerap dalam momen yang intens.

Kata-kata hadir sebagai penanda.

Namun tanpa spirit kata-kata hanyalah sebuah konsep mati tanpa makna.

Noe dalam Permintaan Hati bertanya adakah sutu kata diatas kata ‘sayang’ & ‘cinta’ yang sanggup mengungkapkan perasaannya pada sang kekasih?

Ya, kata-kata tak kan pernah mampu secara utuh menggambarkan konsep yang diekspresikannya.

Dalam pengalaman yang lebih intens akan HIDUP, manusia menemukan berbagai konsep : neraka, surga, malaikat, tuhan

Namun saat momen yang intens coba dikonstruksi dalam sastra yang indah KITAB SUCI, manusia justru meringkus HIDUP, meringkus Tuhan dalam teks kata-kata.

”Tuhan telah mati !”, seru Frederich Nietzche, ya Tuhan telah mati dalam teks-teks kosong KITAB SUCI.

Konsep yang dikonstruksi membuat kita telah melupakan ’spirit’, ’kejadian’, & ’pengalaman yang sakral’.

Tuhan telah mati, Ia tak lagi menyapa kita. Ia tinggal sejarah keselamatan, sejarah penebusan, dongeng cinta pada awal masa manusia.

Ia hanya bisa dikenang, dirindukan, namun tak pernah hidup di hati.

Diajarkan sebagai suatu yang lempang lurus, menciptakan manusia dengan iman yang presisi sesuai desain yang cocok dengan akidah

Dan segala pertanyaan menjadi salah & sesat

Konstruksi ulang akan pengalaman HIDUP dalam teks-teks KITAB SUCI membuat manusia ’menatap dinding’ yang hanya memantulkan sinar, sejatinya mengalihkan dirinya dari Sang Sumber Cahaya.

Desain yang dibangun lalu dilembagakan sebagai HUKUM, namun seperti semua hukum manusia meski dikatakan datang dari langit, selalu punya dimensi politik Tak dapat terelakkan selalu membawa serta kepentingan & kekuasaan manusiawi.

Yang tragisnya menjadi landasan hukum bagi pembenaran-pembenaran egois manusia.

Manusia adalah makhluk yang unik yang punya ciri khas masing-masing. Makhluk pluaralitas yang sangat kompleks, demikian juga pengalaman akan HIDUP.

HIDUP (Tuhan) suatu yang tak tepermanai, yang tak mungkin tertangkap dalam kata-kata. HIDUP tak akan bisa diringkus. Ia akan tetap selalu menyapa.

Sebagai orang gila di jalanan, sebagai telpon dari seorang client atau dalam pekerjaan yang dikejar dateline. Mungkin menyapa saat kita terbangun dari tidur menyadari keberadaan kita di pagi yang indah.

Boleh jadi Ia menyapa Anda lewat postingan ini.

Jangkrik kang padha ngerik

Banyu kang kemricik

Godhong-godhong pating kemlisik

Iku kabeh piwulang kang tharik-tharik

Selamat bertemu Tuhan dalam tiap momen hidupmu