Saya sedang mencari bahan tulisan masalah pertanian untuk ikut programnya Pak Gempur.

pertanian memang materi yang cukup berat untuk diulas bagi saya yang tidak mudeng, bahkan teman saya yang staf ahli juga tidak begitu paham, akan masalah yang sesungguhnya *apa apatis saya tidak tahu*

Dia hanya memberikan referensi kebijakan pemerintah di sektor industri agro.

Namun satu hal yang menarik perhatian saya adalah ketika berbicara tentang substitusi terigu dengan menggunakan tepung cassava (singkong, pohung).

Ternyata pemakaian tepung cassava mampu memberikan kontribusi cukup besar bagi pemecahan masalah ketergantungan akan terigu.

Seperti kita tahu gandum sebagai bahan pokok terigu adalah tanaman sub tropis yang sulit hidup di Indonesia yang beriklim tropis. Padahal rakyat Indonesia sangat membutuhkan terigu sebagai makanan (mie instant, roti, gorengan).

Gandum pernah dicoba untuk dibudidayakan di Indonesia namun tidak berhasil.

Beberapa contoh keberhasilan tepung cassava sebagai substitusi terigu adalah adanya mie , bakpia & bakpao bahkan brownies ada yang dibuat dari tepung ini. Sedikit bocoran ada perusahaan kacang yang terkenal, telah menggunakan tepung cassava ini sebagai pengganti terigu.

Memang karena kadar gluten-nya *apa maneh kuwi* yang kurang tepung cassava Cuma bisa untuk makanan basah seperti brownies, belum bisa untuk makanan yang butuh keliatan & gorengan, jadi belum bisa sepenuhnya menggantikan terigu.

Tapi inipun sebenarnya prospek yang cukup menjanjikan bagi pertumbuhan industri agro yang telah ditetapkan pemerintah sebagai industri prioritas. Dari proses penanaman & perawatannya yang mudah *tinggal tancapkan kayu tak perlu irigasi* sampai pembuatan tepungnya yang mampu dikerjakan oleh industri –industri kecil.

Tinggal perlu sosialisasi membudayakan kepada masyarakat. Terus terang saya belum bisa memberikan data yang lengkap tentang tepung cassava ini.

Karena ada keprihatinan yang ingin saya ungkapan lewat postingan kali ini.

Saat pembicaraan makin berkembang & bertambah seru hingga ke masalah teknologi tepat guna, revitalisasi UPT & pencarian dana bantuan untuk pemberdayaan IKM, seorang teman yang masih cukup muda *jauh dibanding saya* ikutan nimbrung ” ah Mas hal-hal seperti itu di luar kewenangan kita, yang penting itu kita sudah melaksanakan tugas yang diberikan atasan dengan baik. Bagi saya hal-hal tersebut terlalu idealis.”

nah, pikiran seperti ini apalagi diucapkan oleh seorang anak muda harapan wanita bangsa *halah* sangat membuat saya sedih, jengkel & gemes. Bagaimana bangsa ini mau maju & lepas dari keterpurukannya kalo anak mudanya kayak gitu.

Saya bangga dengan teman2 para Blogger, seperti STR dengan The Manifestonya, Pak Gempur yang dengan ide jeniusnya mengajak para Blogger untuk ikut memberikan kontribusi nyata bagi bangsa, juga Pak Sawali yang begitu concern dengan pendidikan anak bangsa.

Kita memang perlu membangun kualitas bangsa agar bisa keluar dari kebodohan, kemiskinan & krisis multidimensi *halah* yang melanda negeri tercinta ini.

Salah satunya melalui GoBlog sebagai media pembelajaran, media sharing & juga media curhat :oops:

Akhir kata bagi orang muda harapan bangsa :

Siapkan mental, spiritual & intelektualmu untuk turut serta berpartisipasi aktif menjadi bagian penyelesaian persoalan carut marut negeri ini.

Sebab jika kamu bukan bagian dari penyelesaian masalah, boleh jadi kamu adalah bagian dari persoalan negeri ini.