Suamiku tersayang semalam aku bermimpi,

Berjalan seorang diri dalam keremangan kabut ,

Tersesat di sebuah rawa,

Dalam dunia temaram diantara gelap & terang,

Dalam keremangannya aku diliputi kengerian,

Berjalan meniti batu diantara beribu ular,

Sayangku sungguh aku takut,

Mengapa tiada dirimu menemaniku disana?

Putus asa aku memanggilmu.

 

 

 

Lalu didepan tampaklah seorang ibu yang cantik menatapku lembut,

kanjeng ratuAnakku janganlah takut…kemarilah..datanglah padaku,

Aku telah tahu yang merisaukan hatimu,

Teruslah berjalan anakku,

Berkatku kan selalu menyertaimu”

Direngkuh diriku, dicium sayang keningku,

Ibu cantik itu lalu memberikan padaku beberapa keping uang logam,

”Hanya sedikit bekal dariku, untukmu dalam saat-saat kesulitanmu,

Dan ingatlah selalu anakku,

Cinta kan datang padamu,

Dengan segala keteduhan & kelembutannya,

Membenamkan segala takut & risaumu dalam kedalaman kasihnya,

Membuat indah segalanya”

Segera keberanian merasuki diri,

Tiada lagi takut & cemas,

Sebersit rasa gembira meluap menjelma,

kulanjutkan langkahku tuk terus mencarimu Suamiku sayang,

Tiba-tiba terhampar menjulang tinggi dihadapanku,

Anak tangga menggapai langit tertutup awan,

saat kumulai menapakkan kakiku di anak tangga pertama,

Sebuah tangan yang kuat namun lembut menggenggam menggandeng diriku,

Aku menoleh & mendapatkan seorang lelaki berdiri disampingku,

Tak mampu kukenali raut mukanya,

Hanya seulas senyum seteduh telaga,

“Berjalanlah bersamaku”, sapanya lembut memikat hati tentramkan jiwa,

berjalan bersama

Oh Sayangku maaf aku ceritakan ini padamu,

Betapa jengah rasa hatiku,

Getar rasa aneh menjalar dari tanganku,

Membawa perasaan indah yang telah lama terlupa,

Seorang anak perawan yang merasakan cinta untuk pertama kalinya.

Ah Suamiku janganlah cemberut begitu…

Dengarkan dulu kisah mimpiku,

Bergandengan tangan Aku & Dia terus menapaki satu demi satu anak tangga itu,

Begitu jauh seakan tiada berakhir,

Namun begitu hati diliputi gembira berjalan bersama,

Hingga akhirnya tibalah kami di puncak tertinggi dalam awan yang menyelimuti.

Embusan angin yang lembut menyibakkan awan,

Memendar cahaya yang benderang namun juga temaram,

Membuka mata hati yang tertutupi,

Menyibak kesejatian pribadi,

Dan tampaklah disana ,

Oh Suamiku sayang,

Betapa hatiku meledak oleh bahagia,

Mendapati dirimu,

Hanya dirimu..

Ya dirimulah yang selama ini mengandeng tanganku,

Yang menemani sepanjang perjalananku tadi.

 

 

Tulisan ini kupersembahkan dengan penuh cinta untuk istriku

’ciptaan terindah’ yang mengajariku akan cinta dalam arti yang sesungguhnya

Kesempurnaan atau kepenuhan hidup tidaklah egois

Hidup.. tidak seharusnya disikapi secara soliter, namun dihayati dengan sikap solider

Sebuah lagu yang kuunduh disini untuk saling berbagi

Ada Dunia Baru

Ada dunia baru Negeri harapan
Kukan sampai disana Bila kau membimbingku
Kuharap kau selalu, Kau ada disampingku
Karna hanya kau berarti bagiku

Bagi setiap insan ada pasangannya
Dan sudah kuputuskan kaulah teman hidupku


Meski kujelajah dunia sampai akhir hayatku
Namun hanya kau berarti bagiku

Jalannya masih jauh dampingilah aku
Bila taufan menderu jadilah kau panduku

Melimpahnya harta apalah artinya
Mungkin besok hilang lagi dan aku tak peduli

Tapi bila hilang cintamu, patahlah semangatku


Karna hanya kau berarti bagiku

Karna hanya kau berarti bagiku