Yaksa nendra samya bangkit budal andadal
ambalabar kanan kering wutahing wlahar
mrih sukerta samya larut murca lan sirna
amijeni wong kang becik lawan kang ala
….
….
Wus angancik arga sad indriya
nandhang duhkita Risang Sungkawa
amulat sakehing punggawa praja dalasan para pandhita
tan bisa bangkit pinilih kinarya tuladha
060805
Januari 14, 2008 at 2:22 am
muahahaha… ndherek ngangsu kawruh.
Januari 14, 2008 at 10:57 am
Pak, mbok dikasih translate-nya juga. Biar saya bisa ikuta belajar dikit-dikit bahasa Jawa kuno.
Januari 16, 2008 at 1:46 am
Senada dengan komentar di atas, mbok ya dikasih terjemahannya! sulit mencernanya… Bahasa di atas mugnkin tidak biasa pada masanya apalagi sekarang, luar biasa, bahkan seperti mantra saat membacanya.. hehehehe, pareng rumiyin..
Januari 16, 2008 at 6:41 am
sebuah puisi lahir dalam meditatif yg terisolir
kata2 hanya akan mereduksi & merepresi ketakjubannya
berikut saya tulis terjemahannya secara bebas aja
keadaan alam yang tidak bersahabat
upaya membersihkan kekotoran dunia
karena begitu sedih
para pemimpin tiada lagi yang bisa dijadikan teladan
Januari 17, 2008 at 5:06 am
Pak Tomi, sebaiknya memang pemimpin dunia ditembaki semua kae yach?! hehehehehehe..
Januari 17, 2008 at 5:29 am
bukan hal yang mudah untuk memilih diksi jawa yang begitu kuat mengandung nilai-nilai falsafi hidup. hanya bisa dipahami oleh mereka yang sudah lama suntuk dalam menggeluti sastra jawa. nilai estetikanya kuat, muatan nilainya dalam. tapi saya rasakan ada suasana ngeri di dalamnya, sebuah pertanda kalau peradaban kita saat ini sedang sakit. bencana datang silih berganti bagaikan raksasa yang tengah murka. sementara itu, para pemimpin seolah sibuk dengan kepentingannya sendiri, tak ada yang bisa menjadi patron dan figur teladan bagi bangsa dan rakyatnya.
maaf kalo keliru pak tomy. saya perlu banyak belajar dari bapak tentang sastra jawa.
Sampun kepareng pak tomy, matur nuwun sampun dipun aturi pinarak wonten dalam ingkang kathah ngelmu lan seserepan punika.
Januari 17, 2008 at 6:29 am
Punten Mas Tomy, kulo sowan mriki nggih.
Menawi mboten lepat, meniko sedoyo wau JERJERING kahanan ingkang bakal Tumungkul ing tembe mburi (embuh…kapan saya gak tahu pasti).
Intinya adalah BUMI NUSWANTORO NAGIH JANJI. menggelontor manusia-manusia KOTOR dari Nuswantoro ini.
Sudah lama Nuswantoro ini DIKUYO-KUYO oleh para Menungso yang sudah LUPA pada JATI DIRINYA, demi urusan PERUT mereka2 nebang pohon sak kepenak-e udele dhewe. tanpa ditanami kembali.
Bumi Dieksplorasi tambangnya dengan mesin-mesin boor besar membentuk kubangan lumpur di sana sini.
Huuueee he..wus TITIMANGSANE…
Januari 17, 2008 at 12:10 pm
aku ra ngerti mksd e..
Januari 19, 2008 at 6:20 am
Januari 25, 2008 at 7:04 am
tau gak. abis baca semua tulisanmu.. aku semakin sayaang ma sastra jawa…
April 22, 2008 at 3:07 pm
becik ketitik olo ketoro