..mengapa memberi syarat pada hidupmu..?
tanggalkan saja semua bajumu biar tubuh bugilmu buatku terangsang
lalu mari kita maknai ketelanjangan
engkau perempuan aku lelaki
bagai madu dengan manisnya
seperti api dengan panasnya
membiru lautmu mengalun ombakku
menghitam pekat memutih silau
menerang siang menghening malam
![]()
tapi kau malah sembunyikan molek indahmu
dengan segala atribut kosmetika palsu
yang kau impikan sebagai kemuliaan
kau khayalkan sebagai kebenaran
ayolah tanggalkan saja semua bajumu
yang hanya akan memerangkap memasung jiwamu
kan kutulis puisi di setiap lekuk tubuhmu
kulukis waktu.. saat mengada bersamamu
November 12, 2007 at 8:59 pm
weks!! 17 tahun ke atas nih!!
November 13, 2007 at 12:44 am
kita lahir telanjang nanti mati juga telanjang
kenapa atribut dijadikan tujuan?
Januari 7, 2008 at 7:43 am
[...] kita maknai tubuh telanjang ini, tanpa kedok & [...]
Januari 28, 2008 at 11:27 am
bukan atribut, namun makna yang sesungguhnya harus diretas..
Februari 8, 2009 at 3:27 pm
¡ƃunq ɐɹʇsɐs ɯɐlɐs ˙˙ɐısǝuopuı ɹǝqʎɔ ɐɹʇsɐs ıp ƃunqɐƃ oʎɐ ˙˙uɐɯɐz uɐlɐƃƃuıʇǝʞ ɥɐpns nɯɐɹʇsɐs ˙˙ʇɐqɐɥɐs ‘ʎǝɥ
**********
salam sastra Bung! blog anda sangat menarik gabung ah
Februari 8, 2009 at 4:58 pm
AGAMA AGEMING AJI
Agama bak pakaian, yang sangat beragam di dunia ini
pakaian yg membalut hakekat yg sama, yakni: daging, darah, tulang dan sungsum.
tapi manusia saling bermusuhan, menyalahkan, merasa pakaiannya paling bagus
paling benar
dan yg lain salah, sesat, kapir kopar
jika pakaian itu tanggal, yg ada adalah umpulan daging, darah, tulang dan sungsum
yg sama-sama dimiliki semua titah manusia
namun, andai saja manusia tanpa pakaian
yg ada adalah kebosanan abadi
tiada lagi rangsangan
tiada lagi keragaman
tiada lagi anugrah perbedaan
salam sejati buat Mas Tomy yg penuh kawaskitan
sabdalangit’s web