Posted by: tomyarjunanto | Juni 4, 2008

UCAPAN TERIMA KASIH

dahulu ada dua orang sahabat

yang satu adalah seorang pemain harpa

satunya lagi seorang penyair

setiap hari mereka bertemu di rumah si pemusik disebuah ketinggian bukit

si pemusik memetik harpanya dan dari ketinggian bukit itu mengalun merdu suara harpa hingga terdengar di seluruh penjuru desa

sang penyair duduk dihadapannya menikmati dengan seluruh perasaan

diliputi oleh keindahan dan perasaan yang membuncah sang penyairpun mendaraskan syair-syair indahnya

Begitulah yang mereka lakukan setiap hari

hingga suatu saat sang penyair tidak datang

si pemusik heran dimanakah sahabatnya berada

tanpa sahabatnya tiada lagi keinginannya untuk memetik harpa

hari itu dentingan harpa tidak terdengar di desa

esok harinya si pemusik menemukan kembali dirinya hanya sendiri tanpa sahabatnya

ia turun kedesa bertanya kepada orang-orang dimanakah gerangan sahabatnya

lalu diketahui oleh bahwa sang penyair sahabatnya telah meninggal karena sakit

dengan hati hancur ia kembali kerumahnya di ketinggian bukit

tiada lagi kini keinginannya untuk memetik harpa

segala kemampuannya seakan sirna bersama perginya sang sahabat

dan sejak saat itu tak pernah ada lagi suara indah dentingan harpa di seluruh penjuru desa

para penduduk desa kehilangan musik yang dulu pernah membuat indah hidup mereka

*********************

Terimakasih teman-temanku untuk mengenalmu. Semoga didesaku suara harpa yang indah itu suatu saat akan kembali terdengar.

Posted by: tomyarjunanto | Juni 2, 2008

KITAB BASAH ADAM MAKNA

Bermula dari perjalanan

Kertas lembaran yang putih tertoreh tinta emas

HANA CARAKA ….. ”ada utusan”

Saat manusia tafakur bersyahadat

ashadu anna muhammadar rasulullah

Kesaksian bagi SETIAP manusia sebagai utusan Sang Hidup

Untuk saling berjumpa menjadikan rahmat bagi seluruh semesta

Dalam perjumpaan,

Dalam relasi yang saling memerdekakan,

Hidup berjumpa dengan Hidup membangun rangkaian indah Pohon Kehidupan

wit kastuba uripWit Kastuba Urip,

Pang papat,

Pentile sakembaran,

Kang putih aran Kembang Wijayamulya,

Kang abang aran Kembang Wijayakusuma,

Pohon Kehidupan kesejatian manusia

Bercabang empat hakikat tangan dan kaki

Melangkah dan berkarya ’memayu hayuning bawana’

Berbuah kembar di dalam lapangnya dada

Putih timangan berkah ayahanda

Perlambang suci kemurnian jiwa

Merah embanan restu ibunda

Perlambang keabadiaan hidup, cinta yang membangkitkan

Begitulah kisah Sang Prajaka

Ditemani 4 karib setia dalam perjalanan ke arah Barat mencari Kitab Suci

Rhisiswa, sang pemberani maha sakti

Raibabi, yang nakal selalu gembira

Demalung, penghibur hati

Kudawahana, titihan mulia

Gambaran manusia beserta ke-4 nafsunya

Dalam mencari kepenuhan hidupnya

Ditempa pengalaman sepanjang perjalanan

Melewati 33 rintangan 99 pencobaan

Sang Prajaka tak pernah berhenti memaknai

Hingga sampailah ketempat tujuan

Ujung barat kehidupan

Dimana mentari meredup sinar

Beristirahat dalam buaian malam

Lawang Selamatangkep, pintu gerbang Kerajaan Surga

Dimana Kitab Suci berada

Dijaga oleh 2 malaikat raksasa Cingakara Bala dan Bala Upata

Tertahan langkah Sang Prajaka

Mandheg mangu tergeragap

Menjawab tanya Sang Malaikat Penjaga

“SIAPAKAH ENGKAU..?!!!”

SIAPA AKU……

Jawaban yang terlontar menegaskan pertanyaan

Dalih yang dikemukakan menelanjangi kenyataan

AKU tidak lagi mengenalai AKU

AKU entitas yang tercerabut dari akarnya

AKU hanyalah predikat dan atribut yang menempel lekat pada diriku

AKU ….. sungguh tidak tahu siapa sejatinya AKU

Tertunduk lesu didepan pintu

Dalam kegalauan tidak diperkenakan masuk ke dalam

Pupus sudah segala harapan

Jerih sepanjang jalan seakan debu tertiup angin

Segala usaha berbuah sia-sia

Tiada mampu berbuat apa-apa

Ke-4 sahabat pun terpuruk dalam kebisuan

Dalam kekosongan harapan

Dalam keheningan nafsu

Terdengar para bidadari bermadah merdu

TUBUH INI BAGAI GUMPALAN BUSA

PERASAAN BAGAIKAN GELEMBUNG UDARA

PERSEPSI BAGAIKAN FATA MORGANA

BENTUK MENTAL BAGAIKAN TANDAN PISANG

DAN KESADARAN BAGAIKAN TIPU MUSLIHAT

ISI ADALAH KOSONG

KOSONG ADALAH ISI

Bunga yang sedang mekar meringkus hati dengan kemilau indahnya

Anak burung yang sedang belajar terbang menarik perhatian dengan riuh kicaunya

Mengantar dalam kebadian ruang dan waktu

Seakan waktupun terhenti

Sebuah momen yang sangat intens

Menyekap seluruh keberadaan diri

Lalu…..

Setiap momen menjadi sangat berati

Setiap momen adalah sapaan Illahi

Ayat-ayat yang hidup

Berdenyut dan bernafas dinamis dalam setiap jejak perjalanan

Sang Prajaka tersenyum

Kitab Suci tergelar nyata

Kitab yang tersusun dari ayat kehidupan

Ditulis oleh tiap hembusan nafas

Dirangkai oleh tiap detakan jantung

Alif Laam Mim Dzalikal Kitab

KITAB BASAH oleh aliran darah

Yang membentuk kehidupan raga

ADAM MAKNA, pengertian sejati tentang hakikat manusia

Yang membangun kesadaran jiwa

man arofa nafsahu faqod arofa rabbahu

Dalam kesadaran agung tentang diri yang sejati

Insan bersatu dengan Illahi

Manusia yang imanen bertransendensi

Gempung suwung tan ana apa-apa

Mung AKU lan ALLAH kang ana

Sang Prajaka tersentak dalam samadhi

Terheran-heran takjub menyadari

Surga adalah DISINISAAT INI

Tempat tujuan yang sama persis dengan tempat bertolak

Tempat mentari terbit bersinar

Pula tempat mentari tenggelam diselimuti malam

Posted by: tomyarjunanto | Mei 22, 2008

AKU ADA KARENA ENGKAU

AKU dikukuhkan dalam relasi

Yang teruntai cinta sebagai tanggungjawab dimana AKU mengalami ENGKAU

Relasi yang mendahului pengetahuan tentang diri sebagai pribadi

Melalui ENGKAU manusia menjadi AKU

ENGKAU-lah yang membentuk AKU

Pemuda yang tercekat oleh keindahan sang kekasih

Limpahan hidup yang terberi terujar kata

Allah berkenan melawat daku dengan perantaraanmu

Bukan penolakan atasmu namun lewat penerimaan terhadapmu

Allah,

Sang Hidup,

Wajah Abadi yang tersembunyi dibalik setiap wajah manusia

Dalam pertemuan denganNya

Dalam relasi dengan setiap wajah yang datang dan pergi

Manusia sanggup mengakui bahwa dunia memiliki arti

Ini bukan sekedar bukti, namun uraian dari kenyataan yang kita hayati

Lewat relasi Hidup menyatakan diri

Dalam seru Tukang Kayu dari Nazareth

Dalam sujud takzim Sang Nabi

Aku ada didalam Bapa dan Bapa ada didalam aku

Kemanapun aku berpaling, disitulah wajah Allah

Posted by: tomyarjunanto | Mei 9, 2008

MENJADI DIRI SENDIRI

Oleh : Suprayitno

Ada sebuah cerita yang cukup menarik. Cerita ini diawali oleh sebuah perjalanan seorang Bapak dengan seorang Anak yang dengan gembiranya berdua menaiki seekor kuda jantan yang berbulu putih bersih. Kuda jantan itu sangat gagah, dengan tubuh yang kokoh dan ekornya terjuntai sangat indah. Kuda terus dipacu melewati satu desa ke desa lainnya.

Banyak warga sekitar yang mengenal bapak tersebut, berdecak kagum “Wah hebat sekali kuda pak Prawiro” puji salah satu warga yang melihatnya.

“Prawiro berhenti sebentar!” teriak yang lain

“Ada apa Kang Dulah?” jawab Pak Prawiro seraya memperlambat laju kudanya. Kang Dulah lari mendekat ke arah Pak Prawiro. Sambil menepuk-nepuk badan kuda yang berbulu putih bersih itu, Kang Dulah menyapa Prawiro.

“Prawiro, setahu saya dimana-mana seekor kuda hanya dinaiki oleh satu orang. Apa sampeyan tidak kasihan dengan beban yang berat itu? Lebih baik anak sampeyan yang naik, sampeyan kan bisa menuntunnya” saran Kang Dulah yang umurnya lebih tua dari Pak Prawiro.

Setelah dipikir sejenak, Pak Prawiro setuju “Iya betul Kang, saya juga sayang sekali dengan kuda ini” Akhirnya Pak Prawiro turun dari punggung kuda dan menuntunnya.

Baca Lanjutannya…

Posted by: tomyarjunanto | Mei 2, 2008

REVOLUSI MENTAL BUDAYA DEMI ANAK CUCU

SEBUAH AJANG PEMBERONTAKAN CARA BERPIKIR

Oleh : Suprayitno

Mengapa kita mesti berontak? Apa yang akan kita berontak? Bagaimana kita akan memberontak? Dan kapan pemberontakan itu harus kita lakukan?

Pemberontakan adalah cara perlawanan ekstrem terhadap segala sesuatu yang sudah mapan. Hanya anak-anak mudalah pemberontak abadi yang kelak akan mengubah perjalanan sejarah suatu bangsa.

Mengapa kita mesti berontak? Kita berontak karena telah terjadi kesalahan secara sistematik dari rezim Orde Lama, Orde Baru maupun Orde Reformasi. Kesalahan apa? Kesalahan mindset (pola/cara berpikir) yang sangat parah. Mindset para penguasa kita dari rezim masa lalu hingga rezim masa kini adalah menggunakan paradigma kekuasaan sebagai alat untuk memperkaya diri sendiri dan kelompok (elitisme). Padahal tujuan bangsa kita merdeka bukan untuk para elite saja, melainkan agar seluruh rakyat negeri ini bebas dari kemelaratan dan ketidakadilan.

Baca Lanjutannya…

Posted by: tomyarjunanto | April 29, 2008

AGAMA UNTUK MANUSIA BUKAN MANUSIA UNTUK AGAMA

Tulisan berikut hanya wujud kegelisahan saya terhadap bangsaku tercinta. Betapa selama ini kita hanya berkutat dalam konflik pluralitas kita sebagai bangsa, tanpa sadar bahwa ada persoalan yang lebih krusial untuk ditangani seperti korupsi, kemiskinan pemiskinan, orang mati karena lapar. Kita terlena oleh dongeng & damba akan surga & bersibuk-sibuk diri meraihnya sembari menjadi batu sandungan bagi orang lain.

______________

Agama *sebagai kelembagaan bukan agama sejati* adalah peluru berbalut madu yang telah meledakkan kepala kita, membuat kita bagai mayat hidup tanpa otak.

Agama telah tumbuh menjadi kekuatan social politik yang menakutkan yang telah membangkitkan BINATANG BUAS DALAM KODRAT MANUSIA.

Baca Lanjutannya…

Posted by: tomyarjunanto | April 23, 2008

SRI GADUNG MELATI

Dhedhep tidem perbawaning ratri

Anglangut ati bebasan tanpa tepi

Amung marang sliramu sawiji

Katresnanku duh wong ayu Sri Gadung Melati

SRIGATI

Sasat kaya anyumpena

Sukma amekak hawa

Jumangkah teguh ing karsa

Nglambrang tumekeng sawenehing tlaga

Lha kae bocah-bocah bajang padha lelumban

Gegojegan ngupeng awakku

Malih kabuntel pedhut wewayangan

Ninggalake swara gumuyu

Alon…

Ampak-ampak sumilak

Ngatonake cahyamu kang sumunar

Duh wong ayu Sri Gadung Melati

Tetembangan kidung kekesing ati

JAGAD SINIGAR DADI KALIH

SAWENEH ANA KANG NANGIS

SAWENEH ANA KANG GUMUYU

BINARUNG KUMARANING TRISULA WEDHA

AMBUKA MARGI

Damar kanginan kekembeng waspa netramu

Katetangi tangis angruket kenceng anggaku

Cup menenga Sih Kusuma

Perihing atimu aku bakal luru tamba

Ing ngendi esemmu kang ngujiwat

Kang gawe atiku sigar mrapat?

Kawiled nelakake rasa kapang

Kebak asih tak aras panas lathimu

Manjing cahya gumilang

Kedadak murca sliramu saka pandulu

Duh wong ayu Sri Gadung Melati

Angles puthes kapepes

Mbengok sora roganing ndriya

Lamat-lamat…

Keprungu swaramu kekidung lagu

Ruruh manis manohara tumancep kalbu

Gebyaring jagad pindha manising madu

Amung samudana nulya aywa den pepetri

Mukti wibawa amung sesinglon

Regeding kalbu getering nafsu

Kabeh wus kapupu

Sayekti sanes ingkang sejati

Duh kakang sang pekik warna

Katresnan kula sesandhing klawan ndika

Manuksma garudha kang aneng dhadha

Nglajengaken lelampahan para minulya

Gerimis tumiba riwis-riwis

Katresnanku amung sliramu sawiji

Teguh tanggon angganti rasa miris

Duh wong ayu Sri Gadung Melati

Posted by: tomyarjunanto | April 14, 2008

PEMBACAAN DALAM SEONGGOK TAI

Agama di Indonesia selayaknya sebuah identitas bagi manusia yang telah mengalahkan kepribadian manusia itu sendiri. Ia adalah sebuah ’pembedaantara pribadi satu dengan pribadi lainnya, kerumunan manusia satu dengan kerumunan manusia lainnya. Karenanya sangatlah perlu dituliskan di KTP.

Agama menjadi sangat fasis, diakui atau tidak dalam menilai seseorang tak pernah lepas dari melihat juga apa agamanya.

Dalam pada itu, kapitalisme memperoleh ruang dalam agama, atau agama sendiri masuk dalam kuasa pasar demi melanggengkan hegemoninya. Ayat suci yang yang dibisniskan lewat telepon seluler, ceramah agama yang menjadi ’arena tepuk tangan’ dalam acara Dai cilik di televisi, ibadah haji yang menjadi ’hadiah togel’ di Bank Syariah adalah fakta yang sungguh terjadi. Baca Lanjutannya…

Posted by: tomyarjunanto | April 10, 2008

AGAMA & KODOK

Bangsa Indonesia selalu bangga akan predikat sebagai bangsa yang religius, yang berketuhanan yang maha esa. Sebuah predikat konyol yang hanya dilihat dari banyaknya tempat ibadah& makin fasisnya jemaat. Bukan dari kualitas hidup manusianya.

Tuhan yang seharusnya berada dalam ’ranah pribadi’ yang akan membentuk kualitas hidup manusia menuju kepenuhannya ditarik ke ’ranah publik’ yang sarat dengan berbagai kepentingan.

Baca Lanjutannya…

Posted by: tomyarjunanto | Maret 12, 2008

METODE MEMPELAJARI AL QUR’AN

 

Oleh : Suprayitno

 

Dibawah ini saya akan membantu bagaimana metode yang sistematik untuk mempelajari Al Qur’an. Sebagaimana kita ketahui bahwa Al Qur’an yang terdiri 114 surat itu dibagi menjadi 30 juz (bagian). Ayat-ayat yang terdapat di dalamnya merupakan kumpulan dari wahyu-wahyu Tuhan yang turun secara periodik dan masing-masing ayat memiliki latar belakang penurunannya (asbaabun nuzuul).

Secara garis besar, tempat turunnya wahyu dibagi menjadi dua, yaitu yang turun di Mekkah (disebut golongan surat Makkiyyah) dan yang turun di Madinah (disebut golongan surat Madaniyyah). Dari dua tempat asal turunnya wahyu tersebut, apakah terdapat perbedaan karakter yang menonjol antara tipe wahyu yang turun di Mekkah dan tipe wahyu yang turun di Madinah? Jika ada, mengapa terjadi perbedaan? Dan sejak kapan pergeseran tipe wahyu itu dumulai? Langkah-langkah sistematik berikut ini akan mencoba memberikan jawaban.

Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori